It’s About Surprise

Title: It’s About Surprise

Author: dwiananing

Length: Oneshot

Main Cast: Sooyoung SNSD & Kyuhyun Super Junior

Minor Cast: Key SHINee, Lee Chaerin (CL) 2NE1, Gongchan B1A4

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: PG-13

Author’s POV

“Hyung, ini yeojachinguku yang sering aku ceritakan padamu, Choi Sooyoung,” kata Key memperkenalkan Sooyoung pada Kyuhyun, kakaknya.

“Oh ini yeoja yang sering kau ceritakan itu?” tanya Kyuhyun sambil memperhatikan Sooyoung dari atas sampai bawah. “Kau memang pintar memilih yeoja, Key.”

Kyuhyun menepuk pelan bahu Key lalu tertawa kecil. Kyuhyun memilih melanjutkan berkuliah ke Prancis karena mendapatkan beasiswa disana. Dan setelah empat tahun berkuliah, akhirnya Kyuhyun bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan memutuskan untuk kembali ke Korea dan mencari pekerjaan di Korea.

“Kau bisa saja hyung. Tapi aku memang benar-benar beruntung memilikinya,” kata Key yang langsung melihat ke arah Sooyoung. Key membuat pipi Sooyoung memerah.

“Senang berkenalan denganmu Kyuhyun oppa,” kata Sooyoung membungkuk lalu memperlihatkan senyum manisnya.

“Ah ne, senang berkenalan denganmu juga,” kata Kyuhyun yang membalas senyum Sooyoung tak kalah manisnya.

“Yah hyung, jangan melihat Sooyoung-ku seperti itu,” kata Key mengagetkan Kyuhyun.

“Maafkan aku Key, Sooyoung-mu itu cantik sekali. Benar-benar lebih cantik aslinya daripada foto-foto yang kau kirimkan padaku saat aku masih di Prancis,” kata Kyuhyun sambil tertawa. “Kau memang benar-benar beruntung memilikinya Key.”

Sooyoung yang mendengar pernyataan Kyuhyun hanya bisa tersenyum malu.

***

Sooyoung’s POV

“Annyeonghaseyo oppa, apa Key ada di rumah?” tanyaku pada Kyuhyun yang membukakan pintu rumahnya.

“Annyeonghaseyo Sooyoung. Key masih tidur. Apa perlu aku bangunkan?” tanya Kyuhyun.

“Ah tidak usah oppa. Aku tunggu saja sampai dia bangun. Aku tahu betul kalau Key paling tidak suka di bangunkan,” kataku tersenyum.

“Kau sering ke rumah? Kau tahu sekali tentangnya,” kata Kyuhyun lalu menatapku tajam. Yah, kenapa kau melihatku seperti itu dari kemarin?

“Iya setiap pulang sekolah aku ke rumah Key dulu. Main sebentar lalu sorenya Key akan mengantarkanku pulang. Tentu saja aku tahu oppa, Key kan namjachinguku.”

Kyuhyun lalu membawaku ke taman di dekat kolam renang di rumahya. Kami lalu duduk di ayunan yang hanyak cukup untuk dua orang itu.

“Oppa, bagaimana rasanya tinggal di Prancis? Orang tuaku juga sering bolak-balik Korea-Prancis untuk urusan bisnis. Aku ingin kesana tapi mereka selalu saja ke Prancis saat aku sekolah.”

“Enak sih, bisa belajar mandiri. Tapi yang pasti lebih enak tinggal di Korea menurutku,” katanya tertawa kecil. “Lalu sekarang orang tuamu ada dimana?”

“Mereka sekarang ada di Prancis oppa. Baru saja kemarin berangkat.”

“Lalu kau sendirian di rumah?” tanya Kyuhyun bingung.

“Tentu saja tidak oppa. Aku punya dongsaeng namja bernama Gongchan, dia yang menemaniku di rumah,” kataku lalu menghela nafas. “Aku sering merindukan mereka, Gongchan pun begitu. Kalaupun mereka ke Korea itu pun hanya sebentar. Mereka lebih sering tinggal di Prancis. Dan untung saja ada Key yang juga selalu menemaniku. Dia tak jarang mengajakku jalan-jalan saat Gongchan harus pergi ke rumah temannya. Dia tidak pernah membiarkan aku sendirian di rumah, pergi pun juga. Aku sangat beruntung memilikinya oppa.”

“Ya, aku tahu tentang itu. Key selalu menceritakan tentangmu jika kami mengobrol lewat telepon, SMS, maupun chatting. Aku jadi iri pada kalian karena sudah empat tahun ini aku tidak memiliki yeojachingu. Yeojachinguku tidak kuat dengan hubungan jarak jauh, jadi dia memutuskanku saat dia tahu kalau aku memilih untuk berkuliah di Prancis.”

“Jinjja? Kasihan kau oppa. Setelah kembali ke Korea apa oppa tidak berniat untuk mencarinya lagi? Oh ya, memangnya di Prancis oppa tidak memiliki yeojachingu? Tidak ada yeoja yang membuat orang tertarik? Yeoja bule kan cantik-cantik,” tanyaku penasaran sambil tertawa kecil.

“Sepertinya tidak, aku juga sudah melupakannya. Hmmm, tidak ada yang menarik perhatianku. Aku menyukai yeoja lokal, mereka bukan tipeku,” jawabnya tertawa. Ah senyumnya manis sekali, gumamku dalam hati.

“Oppa, senyummu manis sekali, sama persis seperti Key.”

“Tentu saja Sooyoung-ah, dia kan dongsaengku.”

Sooyoung-ah? Bahkan aku baru mengenalnya tapi dia sudah memanggilku seperti itu?

“Ah iya oppa,” kataku tertawa. Tidak tahu kenapa aku mendadak salah tingkah berada di dekatnya. Bahkan kami berdua pun tidak berjarak sama sekali karena lenganku menempel ke lengannya.

Tiba-tiba aku merasa pandanganku gelap, ada sepasang tangan yang menutup mataku. Ah aku tahu, ini pasti Key. Dia memang selalu datang di waktu yang tepat. Perlahan Key melepaskan tangannya dari mataku lalu berdiri di depanku.

“Yah Key, kenapa kau baru bangun sih? Ini sudah jam berapa? Dasar pemalas,” bentakku pada Key.

“Maafkan aku ya istriku,” kata Key lalu mendekat ke arahku dan mencium bibirku kilat.

“Key, apa yang kau lakukan? Malu tahu ada Kyuhyun oppa,” kataku seraya menutupi wajahku yang memerah dengan kedua tanganku.

“Tidak apa-apa Sooyoung, lagipula kalian kan memang berpacaran, itu hal yang wajar,” kata Kyuhyun tersenyum. “Kau juga Key, kenapa baru bangun sih? Nggak malu apa sama Sooyoung?”

“Yah, maafkan aku hyung. Tadi malam aku begadang karena mengerjakan tugas. Sooyoung, apa kau sudah mengerjakan tugas yang sangat susah itu?”

“Astaga, tugas menggambar itu ya? Aku belum buat, aku lupa,” kataku panik. “Buatkan aku ya Key?”

“Tenang saja, pasti akan kubuatkan. Apa sih yang nggak buat kamu,” kata Key menggodaku. “Tapi kau harus menemaniku membuatnya sekarang. Bagaimana?”

“Tentu saja.”

Aku dan Key lalu permisi pada Kyuhyun dan meninggalkannya sendirian di taman.

***

Kyuhyun’s POV

Kenapa dari pertama kali aku melihat Sooyoung di Bandara dua hari yang lalu, aku merasa ada perasaan yang aneh ya? Dan lucunya, kenapa saat Sooyoung dan Key bermesraan tadi aku merasa cemburu? Apa aku menyukainya? Ah, mengapa secepat ini? Dan ini perasaan yang sangat salah, Sooyoung itu yeojachingunya Key, dongsaengku sendiri.

Aku lalu memaksakan diriku untuk tidur. Saat berbaring aku merasa ada yang mengganjal tubuhku. Ternyata handphone milik Key tertinggal saat tadi Key ke kamarku untuk meminjam buku.

Aku lalu iseng membuka handphonenya dan aku melihat begitu banyak foto Sooyoung dan juga foto Key. Sooyoung benar-benar cantik dan memenuhi kriteria yeoja idealku. Dan yang harus aku akui, Sooyoung terlihat sangat cocok dengan Key.

Kenapa perasaan cemburu ini mendadak muncul lagi? Kenapa hanya dalam waktu dua hari aku bisa menjadi seperti ini karena seorang yeoja yang bernama Choi Sooyoung? Senyumannya. Ya, senyum yang mengalihkan duniaku.

***

Sooyoung’s POV

Kenapa semenjak pulang dari rumah Key tadi yang aku pikirkan selalu Kyuhyun ya? Bahkan aku lebih banyak menghabiskan waktuku seharian dengan Key, bukan dengannya. Yah Choi Sooyoung, kau sudah punya Key. Apa yang kau pikirkan? Dasar babo.

Aku lalu melihat handphoneku dan ternyata ada telepon masuk. Hmmm, nomornya tidak dikenal.

“Yobosaeyo,” sapaku.

“Yobosaeyo,” jawab namja itu. Suara namja itu benar-benar merdu. Tapi kenapa aku merasa suaranya familiar ya?

“Sooyoung-ah, ini Kyuhyun.”

Kyuhyun meneleponku? Astaga, pantas saja aku merasa familiar dengan suaranya, “Ada apa oppa? Apa kau butuh bantuan?”

“Tidak, aku hanya ingin meneleponmu saja. Aku tadi menemukan nomor handphonemu dia handphone Key. Tidak apa-apa kan? Apa aku mengganggumu?”

“Tidak oppa, oppa tidak menggangguku kok, aku kan belum tidur.”

“Syukurlah kalau begitu. Oh ya, apa kau ingin mendengarkan aku bernyanyi?” tanyanya dengan nada antusias.

“Kau suka menyanyi oppa? Tentu saja, aku juga suka menyanyi,” jawabku tak kalah antusias.

“Aku akan bernyanyi sambil bermain gitar. Kau ikut menyanyi ya nanti?”

“Ne oppa.”

Suara petikan gitar perlahan mengalun indah di telingaku. Kyuhyun menyanyikan lagu milik Narsha yang berjudul I’m I’n Love. Ah, ini lagu kesukaanku.

“Oppa,” panggilku pelan.

“Ada apa?” Kyuhyun menghentikan sejenak nyanyiannya dan juga petikan gitarnya.

“Ini lagu kesukaanku.”

“Ini juga lagu kesukaanku Sooyoung-ah.”

“Jinjja? Ah senangnya oppa juga menyukai lagu ini.”

“Ne. Aku menyanyikan lagu ini hanya saat aku sedang jatuh cinta,” katanya lalu melanjutkan nyanyiannya.

***

Aku benar-benar tidak bisa tidur setelah mendengarkan nyanyian Kyuhyun. Dan ini makin membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya. Apalagi dia mengatakan kalau dia sedang jatuh cinta. Kyuhyun oppa, kau sedang jatuh cinta dengan siapa?

***

Kyuhyun’s POV

Pagi ini aku sengaja bangun lebih cepat karena aku ingin pergi ke toko bunga dan untung saja toko bunga itu sudah buka. Setelah membeli setangkai bunga mawar putih, aku bergegas pergi ke rumah yeoja yang selama beberapa hari ini selalu berada di pikiranku.

“Annyeonghaseyo,” sapaku pada namja yang tingginya sama sepertiku. Ah, ini pasti Gongchan, dongsaeng-nya Sooyoung.

“Annyeonghaseyo, ada perlu apa?” tanyanya sopan. Namja ini memiliki mata yang lucu dan memiliki senyum yang manis, sama persis seperti Sooyoung.

“Kyuhyun imnida. Kau Gongchan kan? Tolong berikan bunga dan surat ini untuk noona-mu.”

“Kau mengenalku? Ah baiklah nanti akan aku sampaikan, noona masih tidur. Oh ya, kau teman Sooyoung noona kan? Kenapa aku tidak pernah melihatmu?” tanyanya bingung.

“Aku baru saja menyelesaikan kuliahku di Prancis dan baru beberapa hari ini kembali ke Korea. Tolong kau pastikan kalau dia benar-benar menerimanya ya.”

“Tenang saja, akan aku pastikan. Hmmm, apa kau kakak dari Key hyung?” tanyanya hati-hati.

“Benar sekali,” jawabku tersenyum. “Apa Key suka menceritakan tentangku?”

“Tentu saja hyung. Aku dan Key hyung kan sangat dekat. Sooyoung noona juga suka menceritakan tentangmu akhir-akhir ini. Senang berkenalan denganmu hyung.”

“Ah ne, senang berkenalan denganmu juga. Aku permisi dulu ya.”

***

Sooyoung’s POV

“Noona, ayo bangun. Sudah siang ini, jangan mentang-mentang liburan kau jadi pemalas seperti ini,” kata Gongchan berteriak sambil menarik-narik selimutku. Aku yang merasa terganggu lalu terbangun dan terduduk dengan malas di tempat tidurku.

“Yah Gongchan, jam berapa sekarang? Kenapa kau membangunkanku?”

“Jam sepuluh noona,” jawabnya. “Noona mau tidur sampai jam berapa? Sekalian saja sampai besok pagi.

“Astaga, aku kesiangan,” kataku lalu beranjak dari tempat tidur. Aku berlari kecil menuju dapur dan melihat meja makan sudah penuh dengan makanan kesukaanku. “Gongchan-ah, kau memang tahu yang aku mau. Saranghae.”

Aku lalu dengan lahap memakan semua makanan itu. Gongchan membawakan aku segelas air putih untukku lalu duduk di hadapanku dan melihatku dengan tatapan heran. Aku hanya melihat Gongchan sepintas lalu tertawa kecil.

“Noona, itu ada bunga dan juga surat untukmu,” katanya sambil menunjuk setangkai bunga mawar putih dan amplop surat yang berada di meja ruang tamu. Aku yang sudah selesai makan lalu pergi ke ruang tamu dan mengambil bunga mawar putih itu. Hmmm, bunga ini sangat harum.

“Ah, aku tidak menyangka Key akan seromantis ini,” kataku lalu duduk di kursi ruang tamu dan perlahan membuka amplop itu.

“Noona, ini semua bukan dari Key hyung, tapi namja lain,” kata Gongchan yang sudah duduk di sampingku.

“Lalu siapa?” tanyaku penasaran.

“Noona lihat saja sendiri,” katanya tersenyum. Aku lalu dengan cepat membaca isi surat itu.

Sooyoung-ah, apa kau menyukai bunga yang aku berikan? Aku tahu dari Key kalau kau menyukai bunga mawar putih. Dan aku tahu rumahmu juga darinya. Tenang saja, dia tidak tahu semua yang aku berikan dan lakukan untukmu. Sooyoung-ah, temui aku di Sungai Han malam ini jam tujuh ya. Aku akan menunggumu sampai kau datang.

-Kyuhyun-

***

Kyuhyun’s POV

Aku tahu kalau apa yang aku lakukan ini sangat gila, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku menyadari kalau aku benar-benar menyukai Sooyoung dan aku benar-benar ingin memilikinya. Malam ini di Sungai Han, aku ingin menyampaikan perasaanku padanya. Dan yang pasti, aku sudah harus bisa menerima konsekuensinya jika dia menolakku.

“Oppa.”

Aku mendengar seorang yeoja memanggilku. Aku menoleh lalu melihat Sooyoung berdiri tidak jauh dariku, “Kau datang.”

“Tentu saja aku datang oppa,” katanya tertawa. “Memangnya ada apa oppa mengajakku kesini? Apa ada suatu hal yang penting? Oh ya, terimakasih ya bunga mawar putihnya. Aku sangat menyukainya.”

Aku hanya menjawab dengan senyuman manis. Aku lalu mengajaknya berjalan menelusuri Sungai Han, “Sooyoung-ah, apa kau cerita pada Key kalau aku mengajakmu kesini?”

“Tidak oppa, kenapa?”

“Ah tidak apa-apa,” kataku lalu menggandeng tanganya. Sooyoung terlihat agak kaget namun akhirnya dia diam saja. “Sooyoung-ah, kau lebih suka orang yang jujur kan?”

“Tentu saja oppa, memangnya kenapa?” tanyanya bingung. Aku lalu berdiri menghadapnya lalu menatap matanya tajam. Aku juga memegang kedua tangannya erat.

“Aku ingin jujur padamu kalau aku sedang menyukai seseorang tapi orang tersebut sudah memiliki namjachingu dan namjachingunya itu adikku sendiri.”

Aku melihat raut wajah Sooyoung berubah. Dia tidak lagi menatapku karena dia memalingkan wajahnya dariku. Dia juga melepaskan tangannya dari genggamanku dan berlari menjauhiku namun aku dengan sigap mengejarnya dan memeluknya dari belakang.

“Sooyoung-ah, jangan pergi. Aku mohon. Aku tahu kalau aku salah tapi aku benar-benar menyukaimu sejak awal kita bertemu. Saat kita di bandara dulu,” kataku lalu menghela nafas sejenak. “Dan aku hanya ingin menyampaikan ini padamu karena aku ingin jujur tentang perasaanku padamu. Aku tidak mau lama-lama membohongi diriku sendiri dan aku tidak ingin terlalu lama menahan cemburu antara kau dan Key.”

“Oppa, maafkan aku,” katanya lirih. Sepertinya Sooyoung sedang menahan tangis. “Oppa, aku….”

“Apa yang ingin kau katakan Sooyoung-ah?” kataku sambil tetap memeluknya erat.

“Aku juga tidak bisa membohongi diriku kalau aku menyukaimu oppa,” katanya lalu berbalik menghadapku dan memelukku erat. Sooyoung menangis dan itu membuatku jadi ingin menangis juga. “Aku tidak mengerti mengapa akhir-akhir ini aku juga selalu memikirkanmu oppa, apalagi semenjak kau menyanyikan lagu untukku lewat telepon beberapa hari yang lalu.”

“Sooyoung-ah, tatap aku. Katakan kalau kau menyukaiku sekarang,” kataku sambil memegang wajahnya.

“Aku menyukaimu oppa.”

Raut wajahnya terlihat sangat serius. Aku lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya lalu mencium bibirnya lembut, “Gomawo Sooyoung-ah. Saranghae.”

***

“Oppa, bagaimana dengan Key? Aku merasa sangat jahat padanya,” kata Sooyoung saat kami berada di mobil, saat aku mengantarkannya pulang ke rumahnya.

“Aku juga Sooyoung-ah, tapi mau bagaimana lagi?” tanyaku bingung. “Dan tunggu, apa kau benar-benar sudah tidak menyukai Key lagi?”

“Sepertinya begitu oppa. Lagipula Key sangat sibuk latihan untuk debut bandnya beberapa hari ini. Kau tahu sendiri kan oppa? Dia juga tidak pernah menghubungiku, ya kecuali aku duluan yang menghubunginya.”

“Iya, dia bahkan selalu pulang larut malam akhir-akhir ini.”

“Oppa, aku kira perasaanku padamu hanya perasaan sesaat dan mungkin hanya bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata semua ini terjadi di luar dugaanku,” katanya tersenyum padaku.

“Aku juga begitu Sooyoung-ah. Aku bahkan yakin kalau kau akan menolakku karena kau memiliki Key.”

“Oppa, aku rasa kita harus jujur pada Key, aku takut kalau aku akan membuat Key sakit hati. Padahal aku sudah berjanji padanya kalau aku tidak akan pernah selingkuh,” kata Sooyoung menundukkan wajahnya. “Tapi aku juga menyukaimu oppa. Ah, aku benar-benar bingung.”

“Tenang saja, kalau kita memang jodoh pasti semua akan berjalan lancar Sooyoung-ah. Dan soal Key, bagaimana jika minggu depan kita bertemu denganya? Aku yakin minggu ini dia akan selalu pulang larut malam. Aku ingin dia mengetahui hal ini dengan cepat karena aku tidak mau menyembunyikan lama-lama soal hubungan kita.”

Sooyoung lalu mengangguk dan tersenyum manis padaku.

***

Sooyoung’s POV

Setelah seminggu berpacaran diam-diam dengan Kyuhyun, akhirnya aku dan Kyuhyun memutuskan untuk mengakui hal ini pada Key. Aku membuat janji pada Key untuk bertemu di café yang biasanya aku dan dia kunjungi saat berpacaran. Aku benar-benar gugup saat ini, sedangkan Kyuhyun yang berada di sampingku terlihat sangat santai membaca majalah.

“Oppa, kenapa kau santai sekali sih? Apa kau sudah tahu apa yang akan kau katakan nanti? Aku yakin aku tidak bisa bicara apa-apa nanti.”

“Kau tenang saja Sooyoung-ah, jangan gugup seperti itu,” katanya lalu memegang tanganku erat.

Key lalu tiba di café dan melambaikan tangannya ke arahku. Tapi dia tidak sendirian, dia bersama dengan Chaerin. Aku tahu persis kalau Chaerin adalah sahabat dekat Key sekaligus pemain drum di bandnya.

“Annyeonghaseyo, maaf membuatmu menunggu lama Sooyoung-ah,” katanya lalu duduk di depanku. Key tersenyum ke arahku sedangkan Chaerin duduk di sebelah Key dan hanya diam tanpa kata. “Eh tunggu dulu, kenapa ada Kyuhyun hyung disini?”

“Hmmm sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu Key dan hal ini sangat penting,” kataku terbata-bata.

“Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu dan ini juga hal yang sangat penting,” kata Key yang tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin. Aku rasa yang akan dikatakan Key jauh lebih penting daripada apa yang akan aku katakan, dia terlihat sangat gugup.

“Kau katakan saja duluan,” kataku tersenyum.

“Baiklah, tapi aku mohon kau jangan marah dulu padaku, kau harus mendengarkan baik-baik,” aku lalu menggangguk. “Sebenarnya, aku selingkuh darimu.”

Aku benar-benar shock mendengar pernyataan Key. Aku menoleh ke arah Kyuhyun yang tampaknya juga sangat shock.

“Aku tahu kalau aku salah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku pada Chaerin,” katanya lalu menoleh ke arah Chaerin yang daritadi hanya menundukkan kepalanya. “Semenjak aku sering menghabiskan waktuku dengan bandku, aku merasa kalau aku makin suka padanya dari hari ke hari. Kita sudah jarang bertemu dan berkomunikasi Sooyoung-ah. Kau sibuk dengan urusanmu, begitupun aku. Aku baru seminggu ini berpacaran dengannya. Maaf kalau aku menyakitimu, tapi aku hanya tidak ingin menyembunyikan lama-lama hal ini darimu. Dan tentu saja aku tidak mau membuatmu lebih terluka.”

Aku hanya bisa memandang Key dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Key menggenggam tanganku erat. Sangat erat, “Maafkan aku Sooyoung-ah.”

“Iya, maafkan aku juga Sooyoung. Aku tidak berniat menusukmu dari belakang atau apapun, aku hanya tidak bisa menyembunyikan perasaan sukaku pada Key,” kata Chaerin yang juga memegang tanganku erat. “Maafkan aku. Kalaupun kau tidak mau memaafkanku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tahu aku yang salah. Apa perlu aku memutuskan Key sekarang juga?”

“Jangan, jangan kau putuskan Key,” kataku menatap mata Chaerin tajam. “Maafkan aku juga.”

“Kau kenapa Sooyoung-ah? Apa yang ingin kau katakan?”

Sebelum menjawab pertanyaan Key, Kyuhyun sudah berbicara duluan, “Maafkan kami. Key. Sebenarnya aku dan Sooyoung juga sudah berpacaran. Tepat seminggu, sama sepertimu.”

Key kali ini yang memandangku dengan tatapan shock, Chaerin pun juga begitu.

“Berarti benar dugaanku,” kata Key pelan. “Aku sudah tahu kalau hyung menyukai Sooyoung sejak bertemu dengannya di bandara. Aku tahu tatapan hyung itu hanya hyung berikan saat kau tertarik dengan yeoja.”

“Maafkan aku Key,” kataku lirih. “Aku juga tidak bisa membohongi perasaanku, sama sepertimu. Semenjak bertemu dengannya di Bandara aku selalu memikirkannya. Apalagi Kyuhyun oppa sempat menyanyikan lagu untukku dan memberikanku bunga mawar putih. Hubungan kita sampai disini Key.”

“Benarkah itu hyung?” tanya Key penasaran.

Kyuhyun hanya menggangguk pelan. “Jadi hyung menanyakan hal itu karena ingin memberikannya ya? Kau romantis sekali hyung, tidak sepertiku,” kata Key tertawa. “Baiklah kita putus Sooyoung-ah. Tapi kita bisa bersahabat baik kan? Sekarang kita impas.”

“Tentu saja. Ne, kita impas Key,” jawabku tertawa sekaligus malu.

“Kapan kita bisa double date nih?” tanya Kyuhyun antusias.

“Sekarang saja bagaimana?” usulku. Semua akhirnya setuju dan pergi meninggalkan café itu.

Aku bergandengan tangan dengan Kyuhyun, sedangkan di sampingku aku melihat Key memeluk Chaerin erat. Aku benar-benar tidak menyangka kalau akhir dari semua ini bisa terjadi sangat indah.

THE END

Advertisements

6 Comments

  1. haesica couple said,

    January 17, 2012 at 4:46 am

    soo eon ma keyppa impas sm” selingkuh . . . . .
    Hahahaha . . . . . .
    Next ff’x ditngGu . . . . .

  2. ab22 said,

    May 2, 2012 at 11:18 pm

    Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa mereka bnr bnr serasi
    (^3^) ada uri gongchan
    Huhuhu kyuopta seru thor
    Bykkin ff kyuyoung ya Thor ╭(′▽‵)╭(′▽‵)╭(′▽‵)╯ GO!

    • Yoon min hwa said,

      August 8, 2012 at 2:53 pm

      FF nya keren eonnie ^^
      kyuyoung couple yang unik 😀
      aku tunggu karya eonnie selanjutnya 😀

  3. Choi Reni said,

    December 30, 2012 at 4:42 pm

    Waaaah kyuyoung couple emang paling serasi !
    Ditunggu ff selanjutnya. Hehe

  4. March 24, 2013 at 12:34 pm

    kyu-soo
    key-chaerin
    gongchan ma aku aja ia ;p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: