[1 of 2] Love Like A Fairy Tale

Title: Love Like A Fairy Tale

Author: dwiananing

Length: Drabbles, Series

Main Cast: Sooyoung SNSD & Kyuhyun Super Junior

Minor Cast: Seohyun SNSD, Yonghwa CN Blue, Onew SHINee, Super Junior

Genre: Romance, Friendship, Family

Rating: PG-13

A/N: FF ini memang terinspirasi dari cerita-cerita di negeri dongeng 🙂

SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS

Sang Ratu kali ini sudah tidak bisa menahan amarahnya pada Putri Sooyoung. Usahanya selama ini untuk membuat Sooyoung mati selalu saja ada halangannya. Kali ini dia akan membuat apel beracun untuk Sooyoung dan menyamar sebagai seorang nenek tua yang sedang berjualan apel.

Hari ini dia akan melancarkan aksinya dan bergegas pergi ke rumah para kurcaci untuk bertemu dengan Sooyoung. Perlahan dia mengetuk pintu rumah kurcaci itu.

Sooyoung mengintip dari jendela lalu berkata, “Maaf, aku tidak diijinkan untuk membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah. Bahkan untuk bertemu dengannya langsung. Para kurcaci sudah melarangku.”

“Aku tidak memaksamu,” kata nenek tua itu. “Aku hanya menjual apel ini dan aku ingin memberimu satu potong. Apel ini benar-benar sangat enak.”

“Maaf, aku tidak bisa menerimanya. Para Kurcaci sudah mengingatkanku agar tidak menerima apapun dari sembarang orang. ”

“Jika kau takut, maka aku akan memotong apel ini menjadi dua bagian dan kau hanya makan setengahnya. Ini, kau makan setengah bagian yang kemerahan,” kata nenek tua.

Apel itu sengaja dibuat sangat menarik dilihat dan hanya setengah yang beracun. Ketika Sooyoung melihat bahwa nenek tua itu memakan separuh bagian dari apel itu, keinginannya untuk mencicipi apel itu semakin kuat hingga akhirnya dia membiarkan tangannya ke luar jendela dan nenek tua itu memberikan apel yang setengahnya lagi pada Sooyoung. Sooyoung lalu menggigit apel itu. Namun belum sampai menghabiskan apel itu, dia merasa badannya melemah dan jatuh pingsan seakan-akan sudah mati.

“Sekarang aku akan memiliki kedamaian seutuhnya,” katanya sang Ratu yang menyamar sebagai nenek tua itu sambil tertawa puas. “Putri Sooyoung akan mati hari ini.”

Saat malam hari para kurcaci pulang dari tambang. Mereka melihat Sooyoung yang sudah tergeletak di lantai. Mereka hanya bisa melihat Sooyoung yang tergeletak dan tidak bisa menghidupkan Sooyoung kembali. Para kurcaci lalu membaringkan Sooyoung di tempat tidur dan ketujuh kurcaci itu duduk di sampingnya dan menangis selama tiga hari berturut-turut. Mereka ingin menguburkan Sooyoung, tapi mereka melihat bahwa Sooyoung masih tetap segar dan tidak pucat layaknya orang mati.

Mereka akhirnya membuat peti kaca untuk Sooyoung dan meletakkan Sooyoung di dalamnya sehingga bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama Sooyoung di atas peti kaca itu dan salah satu dari mereka selalu tinggal di rumah untuk terus mengawasinya.

Sooyoung berbaring di peti kaca dalam waktu yang sangat lama, dan tubuhnya sama sekali tidak membusuk. Dia masih putih seperti salju, merah seperti darah, dan jika dia bisa membuka matanya, mereka masih akan hitam seperti kayu hitam. Dia berbaring di sana seolah-olah sedang tidur.

***

Suatu hari seorang Pangeran muda datang ke rumah para kurcaci. Ketika dia masuk ke ruang tamu, matanya tertuju pada Sooyoung yang terbaring di peti kaca. Sooyoung terlihat begitu cantik diterangi oleh tujuh lilin kecil itu.
Sang Pangeran lalu membaca tulisan emas itu dan melihat bahwa Sooyoung adalah Putri Raja. Dia meminta para kurcaci untuk menjual peti kaca itu dengan Putri Sooyoung di dalamnya.

“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida. Bolehkah aku membeli peti kaca ini?” tanya sang Pangeran itu.

“Tidak, kami tidak akan menjual peti kaca ini. Ada Putri Sooyoung di dalamnya,” kata kurcaci yang bertubuh bongsor, Siwon.

“Aku akan membayarnya dengan semua emas yang aku miliki,” kata Kyuhyun.

“Tidak akan. Kami sangat mencintai Putri Sooyoung. Kami akan menunggunya hingga bangun. Kami tidak peduli dengan berapa banyak emas yang Pangeran punya. Putri Sooyoung bukan barang yang bisa dibeli seenaknya,” sahut kurcaci yang paling kecil, Ryeowook.

“Benar itu. Kami sangat mencintai Putri Sooyoung. Dia adalah Putri yang sangat sempurna,” kata Shindong, kurcaci berpipi genmbul.

“Kumohon. Aku tidak bisa hidup tanpanya dan aku sangat menyayanginya. Aku mohon,” Kyuhyun memohon pada kurcaci berlesung pipi yang ada di sebelahnya, Leeteuk.

“Tidak bisa hidup tanpanya? Apa Pangeran pernah bertemu dengan Putri Sooyoung?” tanya kurcaci yang bertubuh kurus, Yesung.

“Iya. Aku sering melihatnya di hutan. Dia suka sekali menyanyi dan bermain dengan binatang yang ada di hutan. Aku menyukainya sejak awal aku melihatnya,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. “Bagaimana? Kalian percaya padaku kan? Aku akan menjaganya dan memberitahukan pada kalian kalau dia bangun nanti.”

“Baiklah,” kata kedua kurcaci yang terlihat seperti anak kembar, Donghae dan Eunhyuk.

“Tapi Pangeran harus janji bahwa kau akan benar-benar menjaga Putri Sooyoung dengan baik,” kata Siwon.

“Gomawo para Kurcaci. Pasti aku akan menjaganya dengan sangat baik,” kata Kyuhyun lalu memeluk makhluk-makhluk kerdil itu. “Ini emas untuk kalian.”

“Tidak usah Pangeran, sudah kami bilang kan tadi, Putri Sooyoung bukan barang yang bisa dibeli,” kata Ryeowook menegaskan

“Ah ne, maafkan aku,” kata Kyuhyun yang merasa bersalah.

Sang Kurcaci lalu memberikan peti kaca yang berisi Putri Sooyoung di dalamnya pada Pangeran Kyuhyun.

***

Kyuhyun lalu membawa peti kaca itu ke istananya dan menempatkannya di sebuah ruangan di mana dia duduk disitu sepanjang hari dan tidak pernah melepaskan pandangan matanya dari Sooyoung.

Setiap kali dia harus pergi keluar dan tidak bisa melihat Sooyoung, Kyuhyun akan merasa sedih. Dan Kyuhyun juga tidak bisa makan, kecuali peti kaca itu ada di sampingnya. Pegawai istana yang selalu harus membawa peti kaca kesana kemari menjadi marah.

Suatu hari salah satu dari pegawai istana, Onew, membuka peti kaca dan mengangkat kepala Putri Sooyoung dan berkata, “Kami terganggu sepanjang hari hanya karena seorang yeoja sepertimu. Kau seperti orang yang mati saja.”

Onew lalu tidak sengaja memukul punggung Sooyoung dengan tangannya. Kemudian potongan apel yang mengerikan yang digigit oleh Sooyoung keluar dari tenggorokannya dan Sooyoung akhirnya hidup kembali.

Onew lalu berjalan mencari Kyuhyun yang sedang makan siang. Onew bersama dengan Kyuhyun lalu menuju tempat peti kaca Sooyoung diletakkan. Kyuhyun sangat bahagia saat tahu kalau Sooyoung tercintanya akhirnya bangun dari tidur panjangnya.

Sooyoung lalu meminta Kyuhyun untuk mengajaknya bertemu dengan para kurcaci. Para kurcaci sangat bahagia bisa bertemu dengan Sooyoung yang akhirnya bisa bangun lagi.

Di depan para kurcaci, Kyuhyun melamar Sooyoung.

“Putri Sooyoung, maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk lalu mencium bibir Kyuhyun. Sang kurcaci pun bersorak gembira karena semua berakhir bahagia.

***

BEAUTY AND THE BEAST

Di sebuah desa kecil, hiduplah keluarga yang bermata pencaharian sebagai seorang pedagang dan memiliki seorang anak yeoja cantik bernama Sooyoung. Namun karena hidup mereka yang semakin miskin, sang Appa memutuskan untuk bekerja di peternakan yang berada di pusat kota yang jaraknya cukup jauh dari rumah agar hidup mereka lebih terjamin.

Pada suatu hari Kangin, Appa Sooyoung, terperangkap badai dalam perjalannya kembali dari kota. Kangin akhirnya mencari perlindungan di istana yang ternyata dihuni oleh seorang monster. Istana itu sangat megah dan juga dipenuhi bunga mawar yang sangat indah. Keeseokan harinya, setelah berlindung semalam di istana, Kangin berniat untuk pulang. Namun sebelum pulang, Kangin memetik salah satu bunga mawar yang terhampar indah di taman itu.

“Kangin-ssi, apa yang kau lakukan? Kenapa kau memetik bunga mawar milikku tanpa ijin?” tanya sang Monster marah.

“Maafkan saya. Saya hanya ingin memberikan bunga mawar ini untuk anakku,” jawab Kangin terbata-bata.

“Kau bohong. Seharusnya kau mati saja,” kata sang Monster lalu mengeluarkan pisau dari kantong celananya.

“Jangan bunuh aku. Aku mohon. Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku masih memiliki istri dan seorang anak yeoja, aku harus menghidupi mereka. Mereka hanya punya aku,” kata Kangin tetap memohon pada sang Monster.

“Kau aku bebaskan dan kau boleh pulang ke rumahmu, Namun kau harus kembali kesini dengan membawa anakmu itu,” kata sang Monster lalu menatap tajam mata Kangin

Kangin tidak memiliki pilihan, dan akhirnya dia menjawab, “Baiklah. Maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

***

Sooyoung akhirnya tiba di istana. Dia merasa kalau dia akan dibunuh namun ternyata dia diterima sangat baik di istana.

Sooyoung sangat kaget dan takut saat melihat sang Monster dan selalu gemetaran jika bertemu dengan sang Monster. Namun karena seiring berjalannya waktu, Sooyoung malah menjadi teman dengan sang Monster. Sang Monster sangat baik pada Sooyoung. Dia sangat menyayangi Sooyoung, selalu menjaganya dan juga menghiburnya. Sooyoung selalu menemani sang Monster dimanapun dan kapanpun, begitu juga sebaliknya.

“Sooyoung, maukah kau menjadi istriku?” tanya sang Monster saat mereka sedang berada di taman.

“Maaf, tapi menurutku akan jauh lebih indah jika kita berteman baik,” jawab Sooyoung lalu tersenyum ke arah sang Monster.

***

Keesokan paginya, Sooyoung melihat cermin ajaibnya dan ternyata Appa-nya sedang sakit keras di rumah. Sooyoung meminta ijin pada sang Monster untuk kembali ke rumahnya seminggu lamanya.

“Aku harus pulang ke rumah. Appaku sedang sakit keras. Aku mohon ijinkan aku pulang,” kata Sooyoung sambil menangis. “Aku akan kembali dalam waktu seminggu.”

“Baiklah. Aku pegang janjimu. Salam untuk Appa dan Eommamu. Khususnya Appamu, semoga di cepat sembuh.”

“Ne. Gomawo.”

Sooyoung lalu pulang ke rumahnya dengan diantar oleh kereta kuda yang sangat indah

***

Sooyoung lupa akan janjinya. Sudah lebih dari seminggu dia berada di rumahnya. Sooyoung setelah berpamitan pada orang tuanya langsung pergi ke istana untuk bertemu dengan sang Monster.

Alangkah kagetnya Sooyoung karena sesampainya di istana, sang Monster sudah tergolek lemah di taman yang penuh dengan bunga mawar. Sang Monster seperti sudah mau mati saja. Dari raut wajahnya terlihat penderitaan yang mendalam.

Sooyoung yang melihat sang Monster menjadi sadar akan kesalahannya karena meninggalkan sang Monster terlalu lama. Sooyoung juga sadar kalau ternyata dia mencintai sang Monster dan meminta sang Monster untuk tetap hidup dan tidak meninggalkannya.

“Kumohon bangunlah. Maafkan aku. Ini semua salahku, aku mohon bangunlah,” kata Sooyoung menggucang-guncang tubuh sang Monster.

“Kau..kenapa..lama..sekali?” jawab sang Monster terbata-bata.

“Kau masih hidup? Syukurlah. Maafkan aku karena aku benar-benar lupa. Aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi.”

Sooyoung lalu memeluk erat sang Monster dan mencium bibirnya lembut. Tiba-tiba tubuh sang Monster bercahaya lalu munculah seorang Pangeran tampan yang sangat gagah.

“Kau siapa?” tanya Sooyoung bingung dan perlahan berjalan mundur dari sang Pangeran.

“Aku Pangeran Kyuhyun. Aku selama ini mengalami kutukan dan menjadi seorang Monster. Hanya ciuman tulus dari seorang yeojalah yang bisa menghapus kutukan itu. Dan kau melakukan ini untukku. Gomawo Sooyoung-ah. Maukah kau menjadi istriku?” tanyanya tersenyum lalu menatap Sooyoung.

“Tentu saja,” jawab Sooyoung lalu mencium bibir Kyuhyun sekali lagi. Semua benar-benar diluar dugaan Sooyoung. Sang Monster ternyata adalah Pangeran tampan yang terkena kutukan dan dialah penolong itu. Penolong yang akhirnya menjadi istri sang Pangeran tampan.

***

SLEEPING BEAUTY

Putri Sooyoung hari ini mempunyai jadwal kosong yang lumayan banyak. Sooyoung lalu memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan mengitari istana yang sangat luas. Pandangannya lalu tertuju pada loteng tua yang tidak terurus. Karena penasaran dengan isi di dalamnya, Sooyoung masuk ke dalam loteng itu dan menaiki anak tangga yang cukup banyak.

Sesampainya di atas loteng, Sooyoung bertemu dengan seorang nenek tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal. Karena belum pernah melihat dan menggunakannya, Sooyoung sangat tertarik dengan alat pintal itu.

“Annyeonghaseo Sooyoung-ssi. Sedang apa kau disini? Wah ternyata kau memang benar-benar cantik,” kata nenek tua. Sebenarnya nenek tua itu adalah peri tua jahat yang dulu mengutuknya.

“Annyeonghaseyo halmeoni. Aku aku boleh mencoba alat pintal ini?” tanya Sooyoung sambil tersenyum.

“Tentu saja boleh. Tidak mungkin aku melarang seorang Putri cantik sepertimu untuk mencobanya,” kata Peri tua itu lalu tersenyum sinis. Peri tua itu lalu dengan sengaja menusukkan jarum pintal ke jari manis Sooyoung.

“Ah, sakit,” kata Sooyoung sambil memegangi jarinya. Beberapa saat kemudian Sooyoung jatuh di lantai dan tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena kutukan dari peri tua itu. Peri tua itu tertawa sangat puas lalu perlahan menghilang dalam kegelapan.

Saat Raja dan Ratu kembali ke istana, seluruh pegawai kerajaan sedang kebingungan mencari Sooyoung. Saat mereka menemukan Sooyoung di loteng tua sudah tergolek lemah tak berdaya di lantai dan seperti orang mati, Raja sadar bahwa kutukan peri tua jahat beberapa tahun yang lalu itu telah menjadi kenyataan. Peri tua itu mengutuk Sooyoung saat ulang tahunnya yang ke-17 nanti, Sooyoung akan tertidur selamanya, namun dia tidak akan mati. Peri tua mengutuk Sooyoung karena saat perayaan kelahiran bayi Sooyoung, sang Peri tua tidak diundang ke acara itu. Sang Peri Tua mengingatkan kalau 100 tahun lagi, akan ada Pangeran yang menbangunkannya dan memusnahkan kutukan itu.

Sooyoung lalu dibawa ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar mengenai peristiwa yang menimpa Sooyoung kepada Peri kecil yang baik hati. Peri itu lalu bergegas ke istana dan memutuskan untuk menidurkan semua penghuni kerajaan itu supaya kelak saat kutukan Sooyoung berakhir, mereka semua akan bangun bersama-sama.
Dalam waktu yang sangat singkat, pohon-pohon besar dan semak belukar yang lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan sehingga sangat sulit bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat terlihat ujungnya saja karena sudah tertutup oleh rimbunan pohon dan semak belukar. Sooyoung dan seluruh penghuni kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.

Sooyoung dan seluruh penghuni istana usianya tidak akan bertambah, mereka akan tetap awet muda seperti saat pertama kali mereka tertidur sementara keadaan di luar istana akan berjalan seperti biasa, menua termakan usia.

Setelah seratus tahun lamanya, seorang Pangeran tampan, Cho Kyuhyun, yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan tidak sengaja melihat puncak-puncak istana. Dia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan itu, antara lain tentang istana yang berhantu, tentang adanya para penyihir, dan cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak benar sama sekali. Karena penasaran dengan istana itu, saat kembali dari berburu, Kyuhyun mencari temannya yang paling pintar di kerajaannya untuk menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu.

“Apakah kau tahu mengetahui tentang legenda kerajaan tetangga kita, Yonghwa-ssi?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja. Menurut leluhurku, di dalam istana megah itu terbaring seorang Putri yang paling cantik sedunia yang bernama Sooyoung. Sooyoung tertidur karena terkena kutukan dari Peri tua jahat saat dia berulang tahun ke-17. Sooyoung akan terus tertidur hingga ada seorang Pangeran yang datang untuk membangunkannya dan mengahapus kutukan Peri tua itu.”

“Apakah kau yakin akan cerita itu?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Tentu saja. Percayalah padaku Pangeran Kyuhyun,” kata Yonghwa mantap lalu berdiri dan menepuk punggung Kyuhyun. “Apa kau akan ke istana itu?”

“Tentu saja.”

Kyuhyun yang pemberani itu lalu bergegas menuju kerajaan itu setelah mendengar langsung cerita dari Yonghwa. Dia berniat untuk menyelamatkan Sooyoung. Kyuhyun sangat berjuang keras untuk menembus semak belukar dan pepohonan yang sudah sangat rimbun itu untuk dapat masuk ke dalam wilayah kerajaan yang sangat megah itu.

Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, mereka hanya terlihat tertidur sangat nyenyak. Kyuhyun lalu masuk ke dalam istana dan melihat seluruh penghuni kerajaan sedang tertidur pulas.

Setelah berjalan-jalan menjelajahi istana yang sangat besar itu, Kyuhyun berhasil menemukan Sooyoung di sebuah kamar yang juga sangat besar. Kyuhyun memandang lama wajah Sooyoung. Dia benar-benar terpesona oleh kecantikan Sooyoung.

“Kau memang benar-benar sangat cantik, Putri Sooyoung. Kau seperti seorang malaikat.”

Kyuhyun pun berlutut di samping tempat tidur Sooyoung dan memegang tangannya erat. Kyuhyun lalu mencium bibir Sooyoung lembut. Saat itulah kutukan berakhir. Sooyoung perlahan-lahan membuka matanya. Sooyoung menyambut Kyuhyun yang telah lama ia tunggu dengan bahagia dan memeluknya erat. Dalam waktu yang bersamaan, seluruh penghuni terbangun. Semak belukar dan pepohonan besar menghilang. Semua penghuni istana mulai mengerjakan urusan mereka masing-masing seperti semula. Raja dan Ratu setelah terbangun dari tidur panjang segera menyambut Pangeran Kyuhyun dari kerajaan tetangga itu.

“Akhirnya sang Pangeran datang juga. Jeongmal gomawo Kyuhyun-ssi,” kata sang Raja lalu memeluknya.

“Sama-sama Kangin-ssi. Ini sudah tugasku untuk menyelamatkan Putri Sooyoung,” kata Kyuhyun lalu menatap Sooyoung yang berada di sampingnya. Sooyoung menatap Kyuhyun juga lalu tersenyum manis.

“Aku akan menikahkan kalian. Kalian mau kan?” tanya sang Ratu.

“Eomma akan menikahkan kami?” tanya Sooyoung kaget. Kyuhyun pun tidak kalah kaget.

“Ne. Benar kan yeobo?” tanya Ratu.

“Ne,” jawab Raja pendek.

Kyuhyun dan Sooyoung terdiam sejenak lalu saling pandang. Mereka lalu mengangguk berbarengan. Mereka yakin hidup mereka akan jauh lebih bahagia jika mereka hidup bersama.

***

THE LITTLE MERMAID

Terdapat sebuah kerajaan didasar laut yang dipimpin oleh seekor duyung jantan bertama Kangin. Kangin memiliki anak yeoja bernama Sooyoung. Sooyoung adalah anak yang periang, dan selalu ingin tahu.

Pada suatu hari, Sooyoung penasaran dengan kehidupan diluar laut. Dia meminta pada Appanya untuk pergi kesana, namun sang Appa tidak pernah mengijinkan. Karena sifat Sooyoung yang keras kepala, dia akhirnya nekat ke permukaan laut.

Namun ternyata saat Sooyoung berenang ke daratan, sedang terjadi badai yang sangat besar. Sooyoung melihat ada kapal di dekatnya yang sudah karam. Perahu itu terombang-ambing tertiup angin dan juga terseret ombak yang besar. Sooyoung lalu tidak sengaja melihat seorang namja tampan yang sedang berteriak minta tolong karena terseret ombak. Sooyoung lalu menolong namja itu dan membawanya ke daratan. Setelah menolong namja itu, Sooyoung duduk di samping namja itu lalu dan mulai bernyanyi lagu Under The Sea, lagu favoritnya. Sooyoung memang hobi menyanyi dan mempunyai suara yang bagus.

Tiba-tiba ada sesosok manusia yang berjalan mendekatinya dan namja itu, Sooyoung lalu dengan cepat berenang ke dasar laut.

***

“Appa, aku ingin ke daratan,” kata Sooyoung merengek.

“Tidak. Kau tidak boleh kesana lagi. Kau sudah sempat melanggar janji pada

Appa beberapa hari yang lalu. Kau tidak bisa dipercaya.”

“Kumohon Appa,” kata Sooyoung tetap merengek.

“Tidak akan,” jawab Kangin marah.

Sooyoung akhirnya keluar dari kerajaan dan di tengah jalan dia bertemu dengan seorang penyihir.

“Kenapa kau terlihat sedang sangat sedih?” tanya sang Penyihir yang bernama Seohyun.

“Appa melarangku untuk ke daratan Seohyun-ssi,” kata Sooyoung yang terus menunduk. Sang Penyihir lalu memegang dagu Sooyoung dan mengangkat wajahnya untuk menatap matanya.

“Bagaimana kalau aku tawarkan kau sepasang kaki? Kau akan bisa ke daratan itu. Mencari namja yang kau suka,” kata Seohyun tersenyum sinis.

“Bagaimana kau bisa tahu hal itu Seohyun-ssi?” tanya Sooyoung bingung.

“Tentu saja aku tahu. Kau lupa kalau aku adalah seorang Penyihir?”

“Ah ne maafkan aku. Maukah kau sekarang memberikan sepasang kaki itu padaku?”

“Kau tidak akan mendapatkannya dengan mudah Sooyoung. Kau harus memberikan pita suaramu padaku,” kata Seohyun. “Dan dalam waktu 3 hari kau harus kembali kesini dan namja yang kau sukai itu harus sudah mencium bibirmu.”

“Tapi….,” Sooyoung terlihat bingung harus setuju apa tidak, namun akhirnya dia mengangguk.

“Baiklah, aku setuju.”

Penyihir itu lalu mengambil pita suara Sooyoung lalu memberikannya sepasang kaki manusia.

***

Setelah sampai di daratan, Sooyoung bingung mencari namja tampan itu. Diaterlihat seperti anak hilang yang sedang mencari Eomma dan Appanya.

“Kau siapa? Kenapa kau terlihat asing?” kata seorang namja tampan yang tiba-tiba menghampirinya. Namun Sooyoung tentu saja tidak bisa menjawab karena dia akan bisu selama 3 hari kedepan.

“Apa kau tidak bisa berbicara?” tanyanya lagi.

Sooyoung hanya bisa mengangguk.

“Maafkan aku. Namaku Cho Kyuhyun. Aku tinggal di dekat sini. Apa kau mau ikut denganku?”

Lagi-lagi Sooyoung mengangguk. Kyuhyun lalu membawa Sooyoung ke rumahnya yang sangat megah.

***

Sooyoung terpana melihat rumah Kyuhyun yang sangat megah. Ternyata Kyuhyun adalah keluarga dari saudagar kapal yang sangat terkenal. Kyuhyun tinggal dengan orang tuanya dan juga noona-nya yang bernama Cho Ahra. Noona Kyuhyun sangat cantik. Mereka benar-benar keluarga yang sangat sempurna menurut Sooyoung. Keluarga Kyuhyun juga menyambut baik kedatangan Sooyoung, bahkan mereka menawarkan Sooyoung untuk tinggal di rumah mereka. Keluarga Sooyoung merasa iba melihat Sooyoung, yeoja cantik yang ternyata bisu.

“Sooyoung, apa kau sudah makan?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk pelan. Kyuhyun tersenyum melihat Sooyoung yang terduduk di sebelahnya.

“Sayang sekali, kau yeoja yang sangat cantik, namun kamu tidak bisa berbicara.”

Sooyoung merasa sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun, namun itu semua memang kenyataan yang dialaminya. Dia hanya bisa tersenyum kelu.

***

Hari kedua dilalui Sooyoung dengan sangat indah. Kyuhyun selalu berada di sampingnya dan menemaninya kemana saja. Kyuhyun membawa Sooyoung ke tempat-tempat indah yang hanya bisa dia lihat jika berada di daratan. Sooyoung merasa kalau dia benar-benar jatuh cinta pada Kyuhyun.

Kyuhyun memegang tangan Sooyoung erat dan mengajaknya berjalan mengitari bukit hijau yang sangat luas dan indah. Sooyoung benar-benar merasa sangat bahagia dan ingin tinggal selamanya di daratan dan hidup bersama Kyuhyun disini, namun tentu saja, dia masih memiliki hutang pada Seohyun, sang Penyihir.

***

Akhirnya hari terakhir pun tiba, Kyuhyun harus menciumnya agar dia mendapatkan kembali pita suaranya yang sangat dia rindukan. Namun tentu saja dia bingung bagaimana caranya agar Kyuhyun menciumnya.

Kyuhyun mengajaknya ke laut untuk menaiki sampan yang sudah terletak rapi di pinggir pantai.

“Aku ingin mengajakmu mengelilingi lautan ini. Apa kau mau? Ya aku yakin kau mau,” kata Kyuhyun lalu mengajak Sooyoung untuk menaiki perahu itu.
Kyuhyun mendayung sampan itu hingga ke tengah laut dan berhenti disana. Sooyoung hanya bisa mengekspresikan wajahnya dengan tatapan bingung.

“Kau pasti bingung kenapa aku membawamu kesini kan? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku mohon setelah aku mengatakan hal ini, kau jangan menjauh dariku,” Kyuhyun menghela nafas sejenak. “Aku mencintaimu. Entah mengapa aku bisa mengatakan hal ini padahal kita baru bertemu kurang lebih tiga hari. Namun aku merasa kalau kaulah yeoja yang selama ini aku cari. Aku tidak peduli walaupun kau bisu. Aku mencintaimu apa adanya. Percayalah padaku.”

Kyuhyun mengenggam tangan Sooyoung erat, seakan-akan tidak ingin melepaskannya sama sekali. Kyuhyun perlahan mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Bibir Kyuhyun sudah sangat dekat jaraknya dengan bibir Sooyoung, namun tiba-tiba kapal tersebut oleng dan terbalik. Sooyoung dan Kyuhyun akhirnya terbawa arus.

Tanpa Sooyoung sadari, ada seseorang dibawah laut yang tertawa puas, ya usahanya untuk membuat Sooyoung menderita tidak sia-sia, orang itu adalah Seohyun, penyihir yang sebenarnya sangat jahat.

***

Sooyoung pun akhirnya hanya bisa terduduk di daratan meratapi nasibnya yang sangat malang. Kyuhyun di sampingnya hanya terdiam dan menatapnya terus. Tiba-tiba sesosok yeoja berambut panjang, berkulit putih dan tinggi semampai menghampiri mereka.

“Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi, perkenalkan aku Seohyun-ssi. Anak dari saudara kapal di negeri seberang,” katanya tersenyum.

“Annyeonghaseyo Seohyun-ssi. Kenapa aku tidak familiar dengan suaramu ya?” tanya Kyuhyun heran. Kyuhyun lalu berdiri dan menghadap ke arah Seohyun. “Kaukah yang dulu menolongku? Suaramu mengingatkanku padanya.”

Sebelum sempat menjawab pertanyaan Seohyun, Sooyoung langsung berdiri dan menghampiri Seohyun. Sooyoung menggucangkan-guncangkan tubuh Seohyun dengan keras dan menangis. Kyuhyun yang melihat Sooyoung bertindak kasar pada Seohyun langsung mendorong Sooyoung hingga terjatuh. Namun Sooyoung tidak menyerah, dia lalu bangkit dan menarik dengan cepat kalung yang dipakai oleh Seohyun. Kalung itupun akhirnya pecah.

Tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari kalung tersebut dan masuk ke dalam mulut Sooyoung. Tiba-tiba Sooyoung bisa berbicara lagi dan suara Seohyun kembali seperti semula.

“Kau.. kau yang dulu menolongku?” tanya Kyuhyun lalu menatap mata Sooyoung tajam.

“Ne, akulah yang menolongmu dulu,” kata Sooyoung lalu menangis di pelukan Kyuhyun. “Aku meminta sepasang kaki ini pada Seohyun-ssi agar aku bisa menemuimu.”

Kyuhyun lalu perlahan melihat ke arah Seohyun yang hanya terduduk lemas di daratan.

“Kau sebenarnya siapa? Apa yang kau lakukan pada yeoja seperti dia? Semua yang ada disini, ada orang jahat yang berniat menyakiti yeoja yang aku cintai. Musnahkan dia sesuka hati kalian. Aku yakin kalian bisa menghabisinya dengan cepat,” kata Kyuhyun lalu membawa Sooyoung pergi ke tengah laut dengan sampan yang sebelumnya mereka gunakan.

Tiba-tiba dari dasar laut terlihat cahaya yang sangat terang. Ternyata Kangin muncul lalu duduk di sebelah anak tersayangnya.

“Appa,” kata Sooyoung lalu memeluk Appanya.

“Maafkan aku Sooyoung, aku benar-benar tidak tahu kalau ternyata di daratan ada namja yang kau sukai. Aku benar-benar mint maaf,” raut wajah Kangin terlihat menyesal.

“Tidak apa-apa Appa, aku mengerti. Oh ya kenalkan ini Kyuhyun, namja yang aku cintai,” kata Sooyoung.

“Annyeonghaseyo, Kyuhyun imnida,” kata Kyuhyun lalu membungkuk.

“Annyeonghaseyo, Kangin imnida. Apa kau benar-benar mencintai anakku Kyuhyun-ssi?”

“Tentu saja Kangin-ssi. Bolehkah aku dengan segera menikahinya?” Kyuhyun menatap Sooyoung yang sekarang pipinya sudah memerah.

“Tanyakan langsung pada Sooyoung. Dia yang harusnya menjawab,” kata Kangin.

“Bagaimana Sooyoung?”

“Ne, aku mau,” kata Sooyoung malu-malu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sooyoung lalu menciumnya lembut. Kangin hanya bisa memandang pemandangan di depannya dengan tersenyum bahagia.

“Sooyoung, aku akan memberikanmu sebuah hadiah untukmu. Semoga kau akan menyukainya,” kata Kangin lalu mengeluarkan tongkat ajaibnya dan mengubah kaki Sooyoung menjadi kaki asli seorang manusia, bukan kaki sulapan seperti yang dipinjamkan oleh Seohyun. “Jaga baik-baik kaki itu. Setelah kau jadi seorang manusia seutuhnya, jangan pernah lupa akan asalmu, jangan pernah kau lupakan Appa. Aku mencintaimu nak.”

Kangin lalu memeluk dan mencium kening Sooyoung dengan sayang. Bagaimanapun juga, orang tua pasti akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya.

***

MULAN

Pada suatu hari, diumumkan bahwa masing-masing keluarga harus mengirimkan anak namjanya untuk mengikuti perang melawan pemberontak. Namun, salah satu keluarga sedih karena di keluarga itu tidak memiliki anggota keluarga namja selain Appanya. Keluarga itu hanya memiliki seorang anak tunggal dan dia seorang yeoja bernama Sooyoung. Sang Appa berniat untuk mengikuti perang itu walaupun kondisinya yang sudah tua.

Namun, tanpa sepengetahuan Appanya, Sooyoung kabur dari rumah untuk mengikuti perang itu dan menyamar menjadi seorang namja. Dia memangkas rambut panjangnya hingga sangat pendek. Sooyoung mengaku menggantikan Appa-nya, Kangin, yang sedang sakit dan para prajurit menyetujuinya. Dia mengganti namanya menjadi Soonam.

Disana dia mengikuti latihan untuk mengikuti perang melawan pemberontak. Awalnya dia tidak kuat mengikuti segala perintah yang diberikan, namun dia berusaha untuk tetap kuat, dia mengerahkan seluruh tenaganya.

Perang pun tiba, Sooyoung dan para prajurit lainnya langsung menyerang pemberontak. Namun sayangnya dia terkena pukulan yang sangat keras dan jatuh pingsan. Seorang jendral tampan membawa Sooyoung ke klinik yang ada disana. Jendral tampan itu bernama Cho Kyuhyun.

Saat ingin memeriksa Sooyoung, Kyuhyun membuka baju Sooyoung, namun yang dilihatnya benar-benar diluar dugaan, dia melihat kalau Sooyoung adalah seorang yeoja. Dia melihat dadanya dibebat dengan banyak kain. Kyuhyun dengan cepat memakaikan kembali baju Sooyoung dan memberikannya obat.

Beberapa menit kemudian Sooyoung bangun dan langsung duduk di tempat tidur. Kyuhyun dengan cepat mengintrogasi Sooyoung.

“Soonam, mengapa berbohong mengenai identitasmu?” tanya Kyuhyun memandang Sooyoung tajam.

“Bohong bagaimana Kyuhyun-ssi? Aku tidak pernah bohong pada siapapun,” kata Sooyoung mengelak.

“Kau seorang yeoja kan? Aku sudah melihatnya.”

“Tapi aku punya alasan untuk melakukan hal ini Jendral, ini semua demi Appaku. Aku tidak tega melihatnya yang sudah tua untuk mengikuti perang ini. Aku mohon, beri aku kesempatan Jendral,” kata Sooyoung sambil menangis.

“Tapi kau tetap saja seorang yeoja. Kau tidak akan bisa mengikuti perang ini. Sekarang saja kondisimu sudah lemah seperti ini. Kau jangan keras kepala. Lebih baik kau sekarang istirahat saja. Dan aku mohon, kau jangan ikut perang ini lagi. Apa kau mengerti?”

Sooyoung memandang Jendral tampan itu lalu mengangguk lemah dan akhirnya sang Jendral meninggalkannya sendirian di klinik. Tanpa sepengetahuan Jendral, Sooyoung mengikuti arah perginya lalu masuk kembali ke dalam klinik lalu tersenyum, dia sepertinya menyukai sang Jendral Kyuhyun.

***

Beberapa jam kemudian, Sooyoung bangun dari tidurnya dan memilih untuk keluar dari klinik. Dia kaget karena sudah banyak pemberontak yang sudah mati. Namun, samar-samar dari kejauhan dia melihat ada beberapa sosok pemberontak yang masih hidup. Sooyoung dengan cepat berlari ke istana dan memberitahukan bahwa sang ketua pemberontak, Sungmin, dan pasukannya masih ada yang hidup, namun semua prajurit yang sedang berpesta akan kemenangannya tidak memedulikan kata Sooyoung. Sooyoung lalu berdiri di tengah ruangan yang dan berteriak dengan kencang, “Ketua pemberontaknya masih hidup. Bahkan beberapa prajurit mereka juga. Kumohon kalian bersiaplah.”

“Kau siapa hah? Mengapa mengganggu pesta kami? Semua pemberontak sudah mati,” kata seorang prajurit yang terlihat sedang mabuk.

“Aku serius. Mereka sebentar lagi akan datang,” kata Sooyoung panik. Namun tetap saja tidak ada yang memedulikannya. Sooyoung lalu bergegas menemui sahabat baiknya, Kibum, Hankyung dan Heechul. Mereka sudah bersahabat sejak kecil

“Percayalah padaku. Aku benar-benar melihat mereka masih hidup, kata Sooyoung lalu memegang tangan Kibum.

“Kami tidak percaya padamu,” jawab Hankyung.

“Aku mohon….,” namun sebelum Sooyoung menyelesaikan kalimatnya, Sungmin dan pasukannya langsung menyerang kerajaan. Sooyoung dengan ketiga sahabatnya langsung melawan para pemberontak itu. Sooyoung melihat dari jauh kalau Kyuhyun sedang melawan Sungmin.

Pertempuran itu berlangsung sangat alot dan juga lama. Para prajurit kerajaan berusaha sekuat tenaga untuk melawan para pemberontak yang sangat kuat. Sooyoung mengeluarkan segala tenaganya demi menghancurkan para pemberontak.

Akhirnya setelah hampir 2 jam lamanya, para pemberontak akhirnya kalah dan para prajurit mengangkat Sooyoung dan menganggapnya sebagai pahlawan. Kyuhyun pun juga diangkat para prajurit karena dia berhasil membunuh Sungmin, sang ketua yang selalu saja mencari masalah dengan kerajaan.

Pihak kerajaan memberikan penghargaan bagi kedua pahlawan yang telah berani mati untuk mempertahankan kerajaan itu dengan dua bilah pedang yang merupakan warisan turun-temurun dari keluarga kerajaan.

***

Keesokan harinya, Kyuhyun mengunjungi rumah Sooyoung untuk berbicara pada yeoja itu.

“Annyeonghaseyo halmeoni, Cho Kyuhyun imnida. Apa Choi Sooyoung ada di rumah?” tanyanya. Sang nenek malah terdiam menganga karena terpana akan wajah tampang sang Jendral. Ya Kyuhyun akhirnya tahu bahwa nama asli Soonam adalah Sooyoung.

“Halmeoni?”

“Ah maaf, sebentar saya panggilkan.”

Nenek itu lalu masuk ke dalam rumah dan keluar bersama Sooyoung di sampingnya.

“Sooyoungie, maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun lalu berdiri di samping Sooyoung dan memakaikannya cincin berwarna sapphire blue yang sangat indah.

Sooyoung mengangguk pelan. Kyuhyun langsung memeluk Sooyoung erat. Tanpa sepengetahuan mereka, nenek Sooyoung sedang menangis bahagia melihat cucunya bahagia bersama Jendral tampan dan baik hati.

***

THE END

Advertisements

7 Comments

  1. nabilasooyoung said,

    May 21, 2011 at 8:52 am

    haha ciee bagoosss *tepuktangan
    aku juga yang nyariin di internet wahaha:D

    • dwiananing said,

      May 21, 2011 at 9:00 am

      wahaha iya makasi bila :*
      ini belum semua loh, tunggu part 2nya ya 🙂

  2. nabilasooyoung said,

    May 21, 2011 at 9:03 am

    okayokay :*

  3. mynameiaEka said,

    May 21, 2011 at 1:38 pm

    eonni FF nya bagus . aku suka aku suka 🙂
    tapi kok suamiku jadi jahat sih *tujuksungmin*
    ditunggu ff selanjutnya eonni 🙂
    ~hwaiting

    • dwiananing said,

      May 21, 2011 at 1:56 pm

      wahahahaha biar semua anak suju kebagian peran saeng :p
      makasi ya, sip ditunggu aja ya 🙂

  4. ab22 said,

    May 2, 2012 at 10:35 pm

    Uwahahahaha mereka sangat hebat
    Haha seohyun jd penyihir jht cocok krn dia selalu mengganggu hubungan kyuyoung , Victoria juga huh nenek sihir

  5. March 24, 2013 at 1:46 pm

    kyuyoung versi kartun atau kartun versi kyuyoung…
    bingung, tp bgus kok jd ingt wktu kcil


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: