<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dwiananing</title>
	<atom:link href="http://dwiananing.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dwiananing.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 01:07:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dwiananing.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dwiananing</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dwiananing.wordpress.com/osd.xml" title="dwiananing" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dwiananing.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Trying To Be A Good Fans</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/11/19/trying-to-be-a-good-fans/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/11/19/trying-to-be-a-good-fans/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Nov 2011 03:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Atas pemikiran @V3aprilia &#38; @dwiananing Menjadi seorang fans, sadar atau ngga, adalah sesuatu yang rancu, ambigu. Kenapa bisa kayak gitu? Karena kadang kita ngga bisa nentuin, sejauh mana kita bisa menyebut diri kita sebagai fans? Apa hanya karena City Hunter jadi drama favorit kita, lalu kita bisa menganggap diri kita fans-nya Lee Minho? Apa karena kita suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=216&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Atas pemikiran <a href="https://twitter.com/v3aprilia">@V3aprilia</a> &amp; <a href="https://twitter.com/dwiananing">@dwiananing</a></p>
<p>Menjadi seorang fans, sadar atau ngga, adalah sesuatu yang rancu, ambigu. Kenapa bisa kayak gitu? Karena kadang kita ngga bisa nentuin, sejauh mana kita bisa menyebut diri kita sebagai fans? Apa hanya karena City Hunter jadi drama favorit kita, lalu kita bisa menganggap diri kita fans-nya Lee Minho? Apa karena kita suka ‘ngiler’ ngeliat kegantengan Siwon, lalu kita menganggap diri kita Siwonest, atau malah ELF? Dan setelah kita jadi fans, sejauh mana kita bisa membuktikan kalau kita itu fans yang baik?</p>
<p><span id="more-216"></span></p>
<p><strong>Berat Di Ongkos</strong></p>
<p>Tentu aja semua pasti pengen bisa beli album original, karena itu bisa jadi salah satu bentuk support kita ke idola. Tapi sayangnya, keinginan kadang suka berbanding terbalik dengan kenyataan. Harga album original yang selangit karena ditambahin pajak impor dan pajak ini-itu, bikin fans yang berkantong pas-pasan jadi mikir-mikir buat beli. Ini juga termasuk fans yang membeli album dengan sistem pre-order, yang bikin mahal itu ya ongkos kirimnya. Belum lagi kalau albumnya dirilis dalam berbagai versi. Tiap versi beda lagu beda bonus. Lha masalahnya, beli album satu aja kadang mesti ngirit uang jajan 1-2 minggu, gimana kalau mau beli semua versi? Jual HP pun belum tentu kebeli.</p>
<p>Itu baru masalah album. Belum lagi kalau kita mau beli pernak pernik seperti lightstick, kipas, poster, photobook, dll. Atau kalau idol ngadain konser, mendadak Twitter penuh dengan galaun para KPopers yang ngga punya uang buat beli tiket konser, atau punya uang tapi ngga dapet ijin orangtua, hehehe.</p>
<p>Jadi, terkadang nyesek aja kalau ada yang mengaku udah jadi fans sejati karena dia udah nonton konser, beli album, dan koleksi pernak pernik. Lalu, apakah KPopers yang ngga mampu melakukan semua itu, artinya mereka bukan fans yang baik?</p>
<p>Mungkin aja, suatu saat nanti ada orang yang bikin statement, “Orang miskin dilarang jadi KPopers”.</p>
<p><strong>Cute Mistake</strong></p>
<p>Fans seolah ‘digiring’ untuk mengucapkan kata-kata ini setiap kali idola melakukan kesalahan, baik saat perform di panggung ataupun di acara lain. Kata-kata yang umum kita lihat di Youtube ngga jauh dari, “Ya ampun, dia gerakan dance-nya salah! So cute!”, “Dia jatuh di panggung! Cute beudh!” *<em>oke, beudh itu emang agak alay</em>*.</p>
<p>Pertanyaannya, sejak kapan sih kesalahan dianggap sebagai sesuatu yang imut? Memangnya, saat idol kita salah gerakan dance, atau suara mereka crack (ngga stabil), mereka masih sempet-sempetnya aegyo? Jatuh ya jatuh aja, salah ya salah aja. Susah banget sih kalo mau mengkritik idola.</p>
<p>Tapi daripada ngomel-ngomel ngga jelas, mungkin kita bisa melihat itu dari sisi lain, dari sisi yang lebih positif. Mungkin, orang-orang salah kaprah tentang arti kata cute. Mungkin mereka menganggap cute=imut=lucu. Kesalahan idol yang membuat kita tertawa itu, kita sebut cute. Padahal, ini menurut pendapat pribadi lho ya, cute itu bisa diganti dengan funny. Cute mistake itu bisa diganti dengan funny mistake, lebih masuk akal. No offense.</p>
<p><strong>Dilarang Mengkritik</strong></p>
<p>Idol yang fashionnya lagi ngga banget, atau perform-nya yang mengecewakan, itu hal yang wajar. Idol itu ngga selamanya sempurna. Tapi terkadang fans seolah takut mengakui ‘ketidaksempurnaan’ idolanya. Mereka takut untuk mengkritik, atau malah maksa buat memuji. Ironis juga sih, hanya dengan mengkritik saja, seseorang bisa dianggap anti-fans. Padahal yang namanya kritik kan tujuannya untuk membangun, supaya ke depannya idol bisa lebih baik lagi. Ingat, kritik itu beda dengan menghina. Menghina itu kerjaannya antis, tapi mengkritik itu bisa dilakukan semua orang, bahkan fans berat sekalipun.</p>
<p>Jadi, jangan takut untuk mengkritik. Jangan takut dituduh jadi anti-fans hanya karena kamu mengkritik idolamu. Oke, mungkin emang sulit, tapi kalau kamu takut di-bash orang, lebih baik diem. Atau ungkapkan di forum yang ngebebasin kamu untuk mengkritik, atau sharing dengan temanmu yang memang sepikiran. Yang penting disini adalah, gimana cara kita dalam mengkritik. Ada baiknya kalau kita mengkritiknya dengan bahasa yang lebih sopan. Nah, kalau setelah mengkritik secara sopan itu, ternyata masih aja di-bash, ya lain cerita. Berarti orang itu punya perasaan yang super sensitif.</p>
<p><strong>Right Or Wrong Is My Idol</strong></p>
<p>Banyak yang protes, kenapa seorang fans membela idolanya selalu dari segi fisik. Ini terlihat terutama kalau mereka sedang debat atau bertengkar dengan anti-fans.</p>
<p>“Kenapa sih kalian ngga suka sama (nama artis)? Dia kan cantik/ganteng, bodinya bagus… bla bla bla”. Well, ke laut ajalah komen-komen kayak gini. Penting gitu ngebela fisik? Apa itu artinya mereka suka hanya karena fisik semata?</p>
<p>Belum lagi kalau artis itu kenyataannya memang sedang bermasalah, entah bermasalah dengan sesama artis, bermasalah dengan manner/kepribadian, atau yang lebih ekstrem, bermasalah dengan hukum. Kecewa itu wajar, tapi nyatanya banyak fans yang masih aja ngebelain idolanya, selalu menganggap idolanya yang paling benar, meskipun kenyataannya ngga kayak gitu. Istilahnya ya, right or wrong is my idol.</p>
<p>No offense, tapi ‘right or wrong is my idol’ itu ideology sesat. Idol bukan dewa, idol ngga sempurna, dan percaya atau ngga, idol mungkin membutuhkan kritik untuk bisa membangun dirinya menjadi lebih baik di kemudian hari, daripada dipuja secara membabi buta.</p>
<p>Menunjukkan diri kita sebagai fans yang baik, jujur saja, sulit. Karena fans yang baik itu bisa dilihat dari berbagai sudut, dan itu tergantung pendapat dari masing-masing orang. Jadi, mungkin dari sekarang kita bisa stop memikirkan cara apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan diri sebagai fans yang baik. Menyukai seorang idol adalah masalah perasaan, rasa suka yang hanya bisa dirasakan oleh masing-masing individu, ngga bisa diukur dari mampu engganya mereka beli album, nonton konser, atau mendukung idolanya.</p>
<p>Tulisan ini juga bisa dilihat di <a href="http://v3aprilia.wordpress.com/2011/11/16/trying-to-be-a-good-fans/">KLIK DISINI YA!</a> :)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=216&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/11/19/trying-to-be-a-good-fans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s About Surprise</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/07/03/its-about-surprise/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/07/03/its-about-surprise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jul 2011 12:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2NE1]]></category>
		<category><![CDATA[B1A4]]></category>
		<category><![CDATA[CL]]></category>
		<category><![CDATA[Gongchan]]></category>
		<category><![CDATA[Key]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Sooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Title: It’s About Surprise Author: dwiananing Length: Oneshot Main Cast: Sooyoung SNSD &#38; Kyuhyun Super Junior Minor Cast: Key SHINee, Lee Chaerin (CL) 2NE1, Gongchan B1A4 Genre: Romance, Friendship, Family Rating: PG-13 Author’s POV “Hyung, ini yeojachinguku yang sering aku ceritakan padamu, Choi Sooyoung,” kata Key memperkenalkan Sooyoung pada Kyuhyun, kakaknya. “Oh ini yeoja yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=204&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/07/pagey1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-205" title="pagey" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/07/pagey1.jpg?w=477" alt=""   /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Title: It’s About Surprise</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Author: dwiananing</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Length: Oneshot</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Main Cast: Sooyoung SNSD &amp; Kyuhyun Super Junior</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Minor Cast: Key SHINee, Lee Chaerin (CL) 2NE1, Gongchan B1A4</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Genre: Romance, Friendship, Family</strong></p>
<p><strong></strong><strong>Rating: PG-13</strong></p>
<p><span id="more-204"></span></p>
<p><strong>Author’s POV</strong></p>
<p>“Hyung, ini yeojachinguku yang sering aku ceritakan padamu, Choi Sooyoung,” kata Key memperkenalkan Sooyoung pada Kyuhyun, kakaknya.</p>
<p>“Oh ini yeoja yang sering kau ceritakan itu?” tanya Kyuhyun sambil memperhatikan Sooyoung dari atas sampai bawah. “Kau memang pintar memilih yeoja, Key.”</p>
<p>Kyuhyun menepuk pelan bahu Key lalu tertawa kecil. Kyuhyun memilih melanjutkan berkuliah ke Prancis karena mendapatkan beasiswa disana. Dan setelah empat tahun berkuliah, akhirnya Kyuhyun bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan memutuskan untuk kembali ke Korea dan mencari pekerjaan di Korea.</p>
<p>“Kau bisa saja hyung. Tapi aku memang benar-benar beruntung memilikinya,” kata Key yang langsung melihat ke arah Sooyoung. Key membuat pipi Sooyoung memerah.</p>
<p>“Senang berkenalan denganmu Kyuhyun oppa,” kata Sooyoung membungkuk lalu memperlihatkan senyum manisnya.</p>
<p>“Ah ne, senang berkenalan denganmu juga,” kata Kyuhyun yang membalas senyum Sooyoung tak kalah manisnya.</p>
<p>“Yah hyung, jangan melihat Sooyoung-ku seperti itu,” kata Key mengagetkan Kyuhyun.</p>
<p>“Maafkan aku Key, Sooyoung-mu itu cantik sekali. Benar-benar lebih cantik aslinya daripada foto-foto yang kau kirimkan padaku saat aku masih di Prancis,” kata Kyuhyun sambil tertawa. “Kau memang benar-benar beruntung memilikinya Key.”</p>
<p>Sooyoung yang mendengar pernyataan Kyuhyun hanya bisa tersenyum malu.</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>“Annyeonghaseyo oppa, apa Key ada di rumah?” tanyaku pada Kyuhyun yang membukakan pintu rumahnya.</p>
<p>“Annyeonghaseyo Sooyoung. Key masih tidur. Apa perlu aku bangunkan?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>“Ah tidak usah oppa. Aku tunggu saja sampai dia bangun. Aku tahu betul kalau Key paling tidak suka di bangunkan,” kataku tersenyum.</p>
<p>“Kau sering ke rumah? Kau tahu sekali tentangnya,” kata Kyuhyun lalu menatapku tajam. Yah, kenapa kau melihatku seperti itu dari kemarin?</p>
<p>“Iya setiap pulang sekolah aku ke rumah Key dulu. Main sebentar lalu sorenya Key akan mengantarkanku pulang. Tentu saja aku tahu oppa, Key kan namjachinguku.”</p>
<p>Kyuhyun lalu membawaku ke taman di dekat kolam renang di rumahya. Kami lalu duduk di ayunan yang hanyak cukup untuk dua orang itu.</p>
<p>“Oppa, bagaimana rasanya tinggal di Prancis? Orang tuaku juga sering bolak-balik Korea-Prancis untuk urusan bisnis. Aku ingin kesana tapi mereka selalu saja ke Prancis saat aku sekolah.”</p>
<p>“Enak sih, bisa belajar mandiri. Tapi yang pasti lebih enak tinggal di Korea menurutku,” katanya tertawa kecil. “Lalu sekarang orang tuamu ada dimana?”</p>
<p>“Mereka sekarang ada di Prancis oppa. Baru saja kemarin berangkat.”</p>
<p>“Lalu kau sendirian di rumah?” tanya Kyuhyun bingung.</p>
<p>“Tentu saja tidak oppa. Aku punya dongsaeng namja bernama Gongchan, dia yang menemaniku di rumah,” kataku lalu menghela nafas. “Aku sering merindukan mereka, Gongchan pun begitu. Kalaupun mereka ke Korea itu pun hanya sebentar. Mereka lebih sering tinggal di Prancis. Dan untung saja ada Key yang juga selalu menemaniku. Dia tak jarang mengajakku jalan-jalan saat Gongchan harus pergi ke rumah temannya. Dia tidak pernah membiarkan aku sendirian di rumah, pergi pun juga. Aku sangat beruntung memilikinya oppa.”</p>
<p>“Ya, aku tahu tentang itu. Key selalu menceritakan tentangmu jika kami mengobrol lewat telepon, SMS, maupun chatting. Aku jadi iri pada kalian karena sudah empat tahun ini aku tidak memiliki yeojachingu. Yeojachinguku tidak kuat dengan hubungan jarak jauh, jadi dia memutuskanku saat dia tahu kalau aku memilih untuk berkuliah di Prancis.”</p>
<p>“Jinjja? Kasihan kau oppa. Setelah kembali ke Korea apa oppa tidak berniat untuk mencarinya lagi? Oh ya, memangnya di Prancis oppa tidak memiliki yeojachingu? Tidak ada yeoja yang membuat orang tertarik? Yeoja bule kan cantik-cantik,” tanyaku penasaran sambil tertawa kecil.</p>
<p>“Sepertinya tidak, aku juga sudah melupakannya. Hmmm, tidak ada yang menarik perhatianku. Aku menyukai yeoja lokal, mereka bukan tipeku,” jawabnya tertawa. Ah senyumnya manis sekali, gumamku dalam hati.</p>
<p>“Oppa, senyummu manis sekali, sama persis seperti Key.”</p>
<p>“Tentu saja Sooyoung-ah, dia kan dongsaengku.”</p>
<p>Sooyoung-ah? Bahkan aku baru mengenalnya tapi dia sudah memanggilku seperti itu?</p>
<p>“Ah iya oppa,” kataku tertawa. Tidak tahu kenapa aku mendadak salah tingkah berada di dekatnya. Bahkan kami berdua pun tidak berjarak sama sekali karena lenganku menempel ke lengannya.</p>
<p>Tiba-tiba aku merasa pandanganku gelap, ada sepasang tangan yang menutup mataku. Ah aku tahu, ini pasti Key. Dia memang selalu datang di waktu yang tepat. Perlahan Key melepaskan tangannya dari mataku lalu berdiri di depanku.</p>
<p>“Yah Key, kenapa kau baru bangun sih? Ini sudah jam berapa? Dasar pemalas,” bentakku pada Key.</p>
<p>“Maafkan aku ya istriku,” kata Key lalu mendekat ke arahku dan mencium bibirku kilat.</p>
<p>“Key, apa yang kau lakukan? Malu tahu ada Kyuhyun oppa,” kataku seraya menutupi wajahku yang memerah dengan kedua tanganku.</p>
<p>“Tidak apa-apa Sooyoung, lagipula kalian kan memang berpacaran, itu hal yang wajar,” kata Kyuhyun tersenyum. “Kau juga Key, kenapa baru bangun sih? Nggak malu apa sama Sooyoung?”</p>
<p>“Yah, maafkan aku hyung. Tadi malam aku begadang karena mengerjakan tugas. Sooyoung, apa kau sudah mengerjakan tugas yang sangat susah itu?”</p>
<p>“Astaga, tugas menggambar itu ya? Aku belum buat, aku lupa,” kataku panik. “Buatkan aku ya Key?”</p>
<p>“Tenang saja, pasti akan kubuatkan. Apa sih yang nggak buat kamu,” kata Key menggodaku. “Tapi kau harus menemaniku membuatnya sekarang. Bagaimana?”</p>
<p>“Tentu saja.”</p>
<p>Aku dan Key lalu permisi pada Kyuhyun dan meninggalkannya sendirian di taman.</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>Kenapa dari pertama kali aku melihat Sooyoung di Bandara dua hari yang lalu, aku merasa ada perasaan yang aneh ya? Dan lucunya, kenapa saat Sooyoung dan Key bermesraan tadi aku merasa cemburu? Apa aku menyukainya? Ah, mengapa secepat ini? Dan ini perasaan yang sangat salah, Sooyoung itu yeojachingunya Key, dongsaengku sendiri.</p>
<p>Aku lalu memaksakan diriku untuk tidur. Saat berbaring aku merasa ada yang mengganjal tubuhku. Ternyata handphone milik Key tertinggal saat tadi Key ke kamarku untuk meminjam buku.</p>
<p>Aku lalu iseng membuka handphonenya dan aku melihat begitu banyak foto Sooyoung dan juga foto Key. Sooyoung benar-benar cantik dan memenuhi kriteria yeoja idealku. Dan yang harus aku akui, Sooyoung terlihat sangat cocok dengan Key.</p>
<p>Kenapa perasaan cemburu ini mendadak muncul lagi? Kenapa hanya dalam waktu dua hari aku bisa menjadi seperti ini karena seorang yeoja yang bernama Choi Sooyoung? Senyumannya. Ya, senyum yang mengalihkan duniaku.</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>Kenapa semenjak pulang dari rumah Key tadi yang aku pikirkan selalu Kyuhyun ya? Bahkan aku lebih banyak menghabiskan waktuku seharian dengan Key, bukan dengannya. Yah Choi Sooyoung, kau sudah punya Key. Apa yang kau pikirkan? Dasar babo.</p>
<p>Aku lalu melihat handphoneku dan ternyata ada telepon masuk. Hmmm, nomornya tidak dikenal.</p>
<p>“Yobosaeyo,” sapaku.</p>
<p>“Yobosaeyo,” jawab namja itu. Suara namja itu benar-benar merdu. Tapi kenapa aku merasa suaranya familiar ya?</p>
<p>“Sooyoung-ah, ini Kyuhyun.”</p>
<p>Kyuhyun meneleponku? Astaga, pantas saja aku merasa familiar dengan suaranya, “Ada apa oppa? Apa kau butuh bantuan?”</p>
<p>“Tidak, aku hanya ingin meneleponmu saja. Aku tadi menemukan nomor handphonemu dia handphone Key. Tidak apa-apa kan? Apa aku mengganggumu?”</p>
<p>“Tidak oppa, oppa tidak menggangguku kok, aku kan belum tidur.”</p>
<p>“Syukurlah kalau begitu. Oh ya, apa kau ingin mendengarkan aku bernyanyi?” tanyanya dengan nada antusias.</p>
<p>“Kau suka menyanyi oppa? Tentu saja, aku juga suka menyanyi,” jawabku tak kalah antusias.</p>
<p>“Aku akan bernyanyi sambil bermain gitar. Kau ikut menyanyi ya nanti?”</p>
<p>“Ne oppa.”</p>
<p>Suara petikan gitar perlahan mengalun indah di telingaku. Kyuhyun menyanyikan lagu milik Narsha yang berjudul I’m I’n Love. Ah, ini lagu kesukaanku.</p>
<p>“Oppa,” panggilku pelan.</p>
<p>“Ada apa?” Kyuhyun menghentikan sejenak nyanyiannya dan juga petikan gitarnya.</p>
<p>“Ini lagu kesukaanku.”</p>
<p>“Ini juga lagu kesukaanku Sooyoung-ah.”</p>
<p>“Jinjja? Ah senangnya oppa juga menyukai lagu ini.”</p>
<p>“Ne. Aku menyanyikan lagu ini hanya saat aku sedang jatuh cinta,” katanya lalu melanjutkan nyanyiannya.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Aku benar-benar tidak bisa tidur setelah mendengarkan nyanyian Kyuhyun. Dan ini makin membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya. Apalagi dia mengatakan kalau dia sedang jatuh cinta. Kyuhyun oppa, kau sedang jatuh cinta dengan siapa?</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>Pagi ini aku sengaja bangun lebih cepat karena aku ingin pergi ke toko bunga dan untung saja toko bunga itu sudah buka. Setelah membeli setangkai bunga mawar putih, aku bergegas pergi ke rumah yeoja yang selama beberapa hari ini selalu berada di pikiranku.</p>
<p>“Annyeonghaseyo,” sapaku pada namja yang tingginya sama sepertiku. Ah, ini pasti Gongchan, dongsaeng-nya Sooyoung.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, ada perlu apa?” tanyanya sopan. Namja ini memiliki mata yang lucu dan memiliki senyum yang manis, sama persis seperti Sooyoung.</p>
<p>“Kyuhyun imnida. Kau Gongchan kan? Tolong berikan bunga dan surat ini untuk noona-mu.”</p>
<p>“Kau mengenalku? Ah baiklah nanti akan aku sampaikan, noona masih tidur. Oh ya, kau teman Sooyoung noona kan? Kenapa aku tidak pernah melihatmu?” tanyanya bingung.</p>
<p>“Aku baru saja menyelesaikan kuliahku di Prancis dan baru beberapa hari ini kembali ke Korea. Tolong kau pastikan kalau dia benar-benar menerimanya ya.”</p>
<p>“Tenang saja, akan aku pastikan. Hmmm, apa kau kakak dari Key hyung?” tanyanya hati-hati.</p>
<p>“Benar sekali,” jawabku tersenyum. “Apa Key suka menceritakan tentangku?”</p>
<p>“Tentu saja hyung. Aku dan Key hyung kan sangat dekat. Sooyoung noona juga suka menceritakan tentangmu akhir-akhir ini. Senang berkenalan denganmu hyung.”</p>
<p>“Ah ne, senang berkenalan denganmu juga. Aku permisi dulu ya.”</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>“Noona, ayo bangun. Sudah siang ini, jangan mentang-mentang liburan kau jadi pemalas seperti ini,” kata Gongchan berteriak sambil menarik-narik selimutku. Aku yang merasa terganggu lalu terbangun dan terduduk dengan malas di tempat tidurku.</p>
<p>“Yah Gongchan, jam berapa sekarang? Kenapa kau membangunkanku?”</p>
<p>“Jam sepuluh noona,” jawabnya. “Noona mau tidur sampai jam berapa? Sekalian saja sampai besok pagi.</p>
<p>“Astaga, aku kesiangan,” kataku lalu beranjak dari tempat tidur. Aku berlari kecil menuju dapur dan melihat meja makan sudah penuh dengan makanan kesukaanku. “Gongchan-ah, kau memang tahu yang aku mau. Saranghae.”</p>
<p>Aku lalu dengan lahap memakan semua makanan itu. Gongchan membawakan aku segelas air putih untukku lalu duduk di hadapanku dan melihatku dengan tatapan heran. Aku hanya melihat Gongchan sepintas lalu tertawa kecil.</p>
<p>“Noona, itu ada bunga dan juga surat untukmu,” katanya sambil menunjuk setangkai bunga mawar putih dan amplop surat yang berada di meja ruang tamu. Aku yang sudah selesai makan lalu pergi ke ruang tamu dan mengambil bunga mawar putih itu. Hmmm, bunga ini sangat harum.</p>
<p>“Ah, aku tidak menyangka Key akan seromantis ini,” kataku lalu duduk di kursi ruang tamu dan perlahan membuka amplop itu.</p>
<p>“Noona, ini semua bukan dari Key hyung, tapi namja lain,” kata Gongchan yang sudah duduk di sampingku.</p>
<p>“Lalu siapa?” tanyaku penasaran.</p>
<p>“Noona lihat saja sendiri,” katanya tersenyum. Aku lalu dengan cepat membaca isi surat itu.</p>
<p><strong>Sooyoung-ah, apa kau menyukai bunga yang aku berikan? Aku tahu dari Key kalau kau menyukai bunga mawar putih. Dan aku tahu rumahmu juga darinya. Tenang saja, dia tidak tahu semua yang aku berikan dan lakukan untukmu. Sooyoung-ah, temui aku di Sungai Han malam ini jam tujuh ya. Aku akan menunggumu sampai kau datang.</strong></p>
<p><strong>-Kyuhyun-</strong></p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>Aku tahu kalau apa yang aku lakukan ini sangat gila, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku menyadari kalau aku benar-benar menyukai Sooyoung dan aku benar-benar ingin memilikinya. Malam ini di Sungai Han, aku ingin menyampaikan perasaanku padanya. Dan yang pasti, aku sudah harus bisa menerima konsekuensinya jika dia menolakku.</p>
<p>“Oppa.”</p>
<p>Aku mendengar seorang yeoja memanggilku. Aku menoleh lalu melihat Sooyoung berdiri tidak jauh dariku, “Kau datang.”</p>
<p>“Tentu saja aku datang oppa,” katanya tertawa. “Memangnya ada apa oppa mengajakku kesini? Apa ada suatu hal yang penting? Oh ya, terimakasih ya bunga mawar putihnya. Aku sangat menyukainya.”</p>
<p>Aku hanya menjawab dengan senyuman manis. Aku lalu mengajaknya berjalan menelusuri Sungai Han, “Sooyoung-ah, apa kau cerita pada Key kalau aku mengajakmu kesini?”</p>
<p>“Tidak oppa, kenapa?”</p>
<p>“Ah tidak apa-apa,” kataku lalu menggandeng tanganya. Sooyoung terlihat agak kaget namun akhirnya dia diam saja. “Sooyoung-ah, kau lebih suka orang yang jujur kan?”</p>
<p>“Tentu saja oppa, memangnya kenapa?” tanyanya bingung. Aku lalu berdiri menghadapnya lalu menatap matanya tajam. Aku juga memegang kedua tangannya erat.</p>
<p>“Aku ingin jujur padamu kalau aku sedang menyukai seseorang tapi orang tersebut sudah memiliki namjachingu dan namjachingunya itu adikku sendiri.”</p>
<p>Aku melihat raut wajah Sooyoung berubah. Dia tidak lagi menatapku karena dia memalingkan wajahnya dariku. Dia juga melepaskan tangannya dari genggamanku dan berlari menjauhiku namun aku dengan sigap mengejarnya dan memeluknya dari belakang.</p>
<p>“Sooyoung-ah, jangan pergi. Aku mohon. Aku tahu kalau aku salah tapi aku benar-benar menyukaimu sejak awal kita bertemu. Saat kita di bandara dulu,” kataku lalu menghela nafas sejenak. “Dan aku hanya ingin menyampaikan ini padamu karena aku ingin jujur tentang perasaanku padamu. Aku tidak mau lama-lama membohongi diriku sendiri dan aku tidak ingin terlalu lama menahan cemburu antara kau dan Key.”</p>
<p>“Oppa, maafkan aku,” katanya lirih. Sepertinya Sooyoung sedang menahan tangis. “Oppa, aku….”</p>
<p>“Apa yang ingin kau katakan Sooyoung-ah?” kataku sambil tetap memeluknya erat.</p>
<p>“Aku juga tidak bisa membohongi diriku kalau aku menyukaimu oppa,” katanya lalu berbalik menghadapku dan memelukku erat. Sooyoung menangis dan itu membuatku jadi ingin menangis juga. “Aku tidak mengerti mengapa akhir-akhir ini aku juga selalu memikirkanmu oppa, apalagi semenjak kau menyanyikan lagu untukku lewat telepon beberapa hari yang lalu.”</p>
<p>“Sooyoung-ah, tatap aku. Katakan kalau kau menyukaiku sekarang,” kataku sambil memegang wajahnya.</p>
<p>“Aku menyukaimu oppa.”</p>
<p>Raut wajahnya terlihat sangat serius. Aku lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya lalu mencium bibirnya lembut, “Gomawo Sooyoung-ah. Saranghae.”</p>
<p align="center">***</p>
<p>“Oppa, bagaimana dengan Key? Aku merasa sangat jahat padanya,” kata Sooyoung saat kami berada di mobil, saat aku mengantarkannya pulang ke rumahnya.</p>
<p>“Aku juga Sooyoung-ah, tapi mau bagaimana lagi?” tanyaku bingung. “Dan tunggu, apa kau benar-benar sudah tidak menyukai Key lagi?”</p>
<p>“Sepertinya begitu oppa. Lagipula Key sangat sibuk latihan untuk debut bandnya beberapa hari ini. Kau tahu sendiri kan oppa? Dia juga tidak pernah menghubungiku, ya kecuali aku duluan yang menghubunginya.”</p>
<p>“Iya, dia bahkan selalu pulang larut malam akhir-akhir ini.”</p>
<p>“Oppa, aku kira perasaanku padamu hanya perasaan sesaat dan mungkin hanya bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata semua ini terjadi di luar dugaanku,” katanya tersenyum padaku.</p>
<p>“Aku juga begitu Sooyoung-ah. Aku bahkan yakin kalau kau akan menolakku karena kau memiliki Key.”</p>
<p>“Oppa, aku rasa kita harus jujur pada Key, aku takut kalau aku akan membuat Key sakit hati. Padahal aku sudah berjanji padanya kalau aku tidak akan pernah selingkuh,” kata Sooyoung menundukkan wajahnya. “Tapi aku juga menyukaimu oppa. Ah, aku benar-benar bingung.”</p>
<p>“Tenang saja, kalau kita memang jodoh pasti semua akan berjalan lancar Sooyoung-ah. Dan soal Key, bagaimana jika minggu depan kita bertemu denganya? Aku yakin minggu ini dia akan selalu pulang larut malam. Aku ingin dia mengetahui hal ini dengan cepat karena aku tidak mau menyembunyikan lama-lama soal hubungan kita.”</p>
<p>Sooyoung lalu mengangguk dan tersenyum manis padaku.</p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>Setelah seminggu berpacaran diam-diam dengan Kyuhyun, akhirnya aku dan Kyuhyun memutuskan untuk mengakui hal ini pada Key. Aku membuat janji pada Key untuk bertemu di café yang biasanya aku dan dia kunjungi saat berpacaran. Aku benar-benar gugup saat ini, sedangkan Kyuhyun yang berada di sampingku terlihat sangat santai membaca majalah.</p>
<p>“Oppa, kenapa kau santai sekali sih? Apa kau sudah tahu apa yang akan kau katakan nanti? Aku yakin aku tidak bisa bicara apa-apa nanti.”</p>
<p>“Kau tenang saja Sooyoung-ah, jangan gugup seperti itu,” katanya lalu memegang tanganku erat.</p>
<p>Key lalu tiba di café dan melambaikan tangannya ke arahku. Tapi dia tidak sendirian, dia bersama dengan Chaerin. Aku tahu persis kalau Chaerin adalah sahabat dekat Key sekaligus pemain drum di bandnya.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, maaf membuatmu menunggu lama Sooyoung-ah,” katanya lalu duduk di depanku. Key tersenyum ke arahku sedangkan Chaerin duduk di sebelah Key dan hanya diam tanpa kata. “Eh tunggu dulu, kenapa ada Kyuhyun hyung disini?”</p>
<p>“Hmmm sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu Key dan hal ini sangat penting,” kataku terbata-bata.</p>
<p>“Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu dan ini juga hal yang sangat penting,” kata Key yang tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin. Aku rasa yang akan dikatakan Key jauh lebih penting daripada apa yang akan aku katakan, dia terlihat sangat gugup.</p>
<p>“Kau katakan saja duluan,” kataku tersenyum.</p>
<p>“Baiklah, tapi aku mohon kau jangan marah dulu padaku, kau harus mendengarkan baik-baik,” aku lalu menggangguk. “Sebenarnya, aku selingkuh darimu.”</p>
<p>Aku benar-benar shock mendengar pernyataan Key. Aku menoleh ke arah Kyuhyun yang tampaknya juga sangat shock.</p>
<p>“Aku tahu kalau aku salah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku pada Chaerin,” katanya lalu menoleh ke arah Chaerin yang daritadi hanya menundukkan kepalanya. “Semenjak aku sering menghabiskan waktuku dengan bandku, aku merasa kalau aku makin suka padanya dari hari ke hari. Kita sudah jarang bertemu dan berkomunikasi Sooyoung-ah. Kau sibuk dengan urusanmu, begitupun aku. Aku baru seminggu ini berpacaran dengannya. Maaf kalau aku menyakitimu, tapi aku hanya tidak ingin menyembunyikan lama-lama hal ini darimu. Dan tentu saja aku tidak mau membuatmu lebih terluka.”</p>
<p>Aku hanya bisa memandang Key dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Key menggenggam tanganku erat. Sangat erat, “Maafkan aku Sooyoung-ah.”</p>
<p>“Iya, maafkan aku juga Sooyoung. Aku tidak berniat menusukmu dari belakang atau apapun, aku hanya tidak bisa menyembunyikan perasaan sukaku pada Key,” kata Chaerin yang juga memegang tanganku erat. “Maafkan aku. Kalaupun kau tidak mau memaafkanku, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa karena aku tahu aku yang salah. Apa perlu aku memutuskan Key sekarang juga?”</p>
<p>“Jangan, jangan kau putuskan Key,” kataku menatap mata Chaerin tajam. “Maafkan aku juga.”</p>
<p>“Kau kenapa Sooyoung-ah? Apa yang ingin kau katakan?”</p>
<p>Sebelum menjawab pertanyaan Key, Kyuhyun sudah berbicara duluan, “Maafkan kami. Key. Sebenarnya aku dan Sooyoung juga sudah berpacaran. Tepat seminggu, sama sepertimu.”</p>
<p>Key kali ini yang memandangku dengan tatapan shock, Chaerin pun juga begitu.</p>
<p>“Berarti benar dugaanku,” kata Key pelan. “Aku sudah tahu kalau hyung menyukai Sooyoung sejak bertemu dengannya di bandara. Aku tahu tatapan hyung itu hanya hyung berikan saat kau tertarik dengan yeoja.”</p>
<p>“Maafkan aku Key,” kataku lirih. “Aku juga tidak bisa membohongi perasaanku, sama sepertimu. Semenjak bertemu dengannya di Bandara aku selalu memikirkannya. Apalagi Kyuhyun oppa sempat menyanyikan lagu untukku dan memberikanku bunga mawar putih. Hubungan kita sampai disini Key.”</p>
<p>“Benarkah itu hyung?” tanya Key penasaran.</p>
<p>Kyuhyun hanya menggangguk pelan. “Jadi hyung menanyakan hal itu karena ingin memberikannya ya? Kau romantis sekali hyung, tidak sepertiku,” kata Key tertawa. “Baiklah kita putus Sooyoung-ah. Tapi kita bisa bersahabat baik kan? Sekarang kita impas.”</p>
<p>“Tentu saja. Ne, kita impas Key,” jawabku tertawa sekaligus malu.</p>
<p>“Kapan kita bisa double date nih?” tanya Kyuhyun antusias.</p>
<p>“Sekarang saja bagaimana?” usulku. Semua akhirnya setuju dan pergi meninggalkan café itu.</p>
<p>Aku bergandengan tangan dengan Kyuhyun, sedangkan di sampingku aku melihat Key memeluk Chaerin erat. Aku benar-benar tidak menyangka kalau akhir dari semua ini bisa terjadi sangat indah.</p>
<p align="center"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=204&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/07/03/its-about-surprise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/07/pagey1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pagey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[3 of ?] WHEN I&#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/26/3-of-when-i/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/26/3-of-when-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 06:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2PM]]></category>
		<category><![CDATA[4Minute]]></category>
		<category><![CDATA[After School]]></category>
		<category><![CDATA[B2ST]]></category>
		<category><![CDATA[Changmin]]></category>
		<category><![CDATA[Eli]]></category>
		<category><![CDATA[Eunjung]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Gikwang]]></category>
		<category><![CDATA[Hyosung]]></category>
		<category><![CDATA[Infinite]]></category>
		<category><![CDATA[Jaekyung]]></category>
		<category><![CDATA[Jiyoon]]></category>
		<category><![CDATA[L]]></category>
		<category><![CDATA[Min]]></category>
		<category><![CDATA[Miss A]]></category>
		<category><![CDATA[Nana]]></category>
		<category><![CDATA[Nari]]></category>
		<category><![CDATA[Rainbow]]></category>
		<category><![CDATA[Secret]]></category>
		<category><![CDATA[Shindong]]></category>
		<category><![CDATA[Sunggyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sungyeol]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[T-Ara]]></category>
		<category><![CDATA[Taecyeon]]></category>
		<category><![CDATA[TVXQ]]></category>
		<category><![CDATA[U-Kiss]]></category>
		<category><![CDATA[Victoria]]></category>
		<category><![CDATA[Woori]]></category>
		<category><![CDATA[Yoo In Na]]></category>
		<category><![CDATA[Yunho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Title: (3 of ?) WHEN I…….. Author: dwiananing Length: Drabbles, Series Main Cast: Shindong/Nari, Gikwang/Hyosung, Yunho/Yoo In Na, Jiyoon/Sunggyu, L/Woori, Jaekyung/Eli, Taecyeon/Eunjung, Changmin/Nana Minor Cast: Min Miss A, Victoria f(x), Sungyeol Infinite Genre: Romance, Friendship Rating: PG A/N: Ini semua pairing yang aku suka banget. Jadi bisa dibilang aku shipper mereka semua. Kalau kalian gak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=197&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j-3-vert.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-198" title="wallpaper_white_1600x1280j (3)-vert" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j-3-vert.jpg?w=477&#038;h=563" alt="" width="477" height="563" /></a></p>
<p>Title: (3 of ?) WHEN I……..</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Drabbles, Series</p>
<p>Main Cast: Shindong/Nari, Gikwang/Hyosung, Yunho/Yoo In Na, Jiyoon/Sunggyu, L/Woori, Jaekyung/Eli, Taecyeon/Eunjung, Changmin/Nana</p>
<p>Minor Cast: Min Miss A, Victoria f(x), Sungyeol Infinite</p>
<p>Genre: Romance, Friendship</p>
<p>Rating: PG</p>
<p>A/N: Ini semua pairing yang aku suka banget. Jadi bisa dibilang aku shipper mereka semua. Kalau kalian gak suka sama pairingnya yang nggak usah baca aja hehe. Oh ya, lanjutan part ini nanti bakalan jadi kumpulan drabble juga, tapi beda cast, siapa aja mereka? Ditunggu aja deh, oke? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PART 1 &gt;&gt; <a href="http://dwiananing.wordpress.com/2011/04/28/1-of-when-i/">KLIK DISINI YA!</a></p>
<p>PART 2 &gt;&gt; <a href="http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/12/2-of-when-i/">KLIK DISINI YA!</a></p>
<p><span id="more-197"></span></p>
<p><strong>Shindong &amp; Nari – When I Want Recognition</strong></p>
<p>“Oppa, sampai kapan aku harus menyembunyikan wajahku? Selalu saja kalau aku berfoto denganmu aku tidak bisa memperlihatkan wajahku,” keluh Nari pada Shindong yang berada di sebelahnya.</p>
<p>“Aku tidak mau nanti kau akan dicari-cari para netizen Nari-ah. Nanti kehidupanmu akan terganggu. Apa kau mau seperti itu? Tentu saja tidak kan? Jadi aku harap kau mau mengerti. Aku yakin suatu hari nanti aku akan dapat mengenalkanmu ke publik tanpa menutupi apapun darimu. Tapi mungkin belum dalam waktu dekat ini. Kau mengerti kan?”</p>
<p>“Ne oppa. Maafkan aku ya yang selalu mengeluh karena hal ini,” kata Nari seraya memeluk Shindong.</p>
<p>“Tidak apa-apa Nari-ah. Aku mengerti perasaanmu. Maafkan aku juga ya. Saranghae.”</p>
<p>“Nado saranghae oppa.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Gikwang &amp; Hyosung – When I See Your Smile</strong></p>
<p>“Oppa, apa kau serius denganku? Aku takut kalau kau hanya menyukaiku sesaat. Aku kan tahu kalau kau pernah memuji Min dan Victoria onnie, seperti halnya kau juga memujiku.”</p>
<p>“Kau tidak percaya padaku ? Caraku memujimu dan memuji mereka jelas berbeda. Aku serius padamu. Kumohon percayalah padaku Hyosung-ah. Aku serius padamu,” kata Gikwang memegang erat tangan Hyosung lalu tersenyum sangat manis yang membuat matanya membentuk eye smile.</p>
<p>“Yah oppa, kenapa kau manis sekali sih?” Tanya Hyosung yang langsung memeluk Gikwang. “Maafkan aku ya oppa. Mulai sekarang aku tidak akan pernah meragukan cintamu padaku lagi. Aku benar-benar percaya padamu oppa. Tapi ingat, setelah aku jangan ada lagi yeoja yang oppa puji-puji. Ingat itu oppa,” kata Hyosung lalu menatap tajam mata Gikwang.</p>
<p>“Kau cemburu ya? Tenang saja, aku tidak akan melakukannya lagi,” kata Gikwang lalu tersenyum manis untuk yang kedua kalinya dan membuat pipi Hyosung memerah.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Yunho &amp; Yoo In Na – When I Propose You</strong></p>
<p>“Noona, maukah kau menikah denganku?” tanya Yunho tiba-tiba yang membuat In Na yang sedang minum teh jadi tersedak.</p>
<p>“Yah Yunho, apa ini tidak terlalu cepat? Apa kau tidak memikirkan karirmu? Kau harus memikirkan hal itu juga. Jangan karena egomu sesaat nanti kau akan mendapatkan dampak yang sangat tidak menyenangkan,” kata In Na yang langsung duduk di sebelah Yunho.</p>
<p>“Tapi Noona, aku serius. Aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilangan Noona. Noona juga memiliki perasaan yang sama denganku kan?”</p>
<p>“Tentu saja Yunho-ah. Tapi aku juga harus memikirkan karirku dan tentu saja karirmu. Aku yakin fans yeojamu di luar sana pasti banyak yang tidak menyetujui kita berpacaran, apalagi sampai menikah. Aku rasa bukan sekarang waktu yang tepat untuk semua ini. Apa kau mengerti? Pikirkan lagi hal ini baik-baik. Jika kita memang berjodoh, aku yakin pasti kita akan menikah dan tidak ada masalah yang menghalangi,” kata In Na lalu memeluk Yunho manja.</p>
<p>“Baiklah Noona, kita harus menunggu waktu yang tepat untuk semua ini. Saranghae,” kata Yunho lalu mencium kening In Na lembut.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Jiyoon &amp; Sunggyu – When I Duet With You</strong></p>
<p>“Oppa, aku tidak menyangka kita akan diberi kesempatan untuk berduet seperti ini,” kata Jiyoon yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.</p>
<p>“Aku juga Jiyoon-ah, kau ingin kita menyanyikan lagu apa? Can U Smile bagaimana?” tanya Sunggyu lalu tersenyum ke arah Jiyoon.</p>
<p>“Boleh juga oppa, aku suka lagu itu. Lagipula kalian baru saja membawakan lagu itu di acara musik kan? Pasti mereka masih sangat familiar dengan lagu ini,” kata Jiyoon lalu membalas senyum Sunggyu.</p>
<p>“Baiklah. Kita harus menampilkan yang terbaik Jiyoon-ah. Kau hafal lagunya kan?”</p>
<p>“Tentu saja oppa. Tapi oppa jangan menunjukkan yang aneh-aneh di panggung nanti ya? Jangan sampai ketahuan publik kalau kita berpacaran. Arasseo?” tanya Jiyoon yang dijawab anggukan oleh Sunggyu. “Gomawo oppa. Saranghae.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>L &amp; Woori – When I Running With You</strong></p>
<p>“Yah Noona, kenapa kau lamban sekali saat berlari? Kita sudah ketinggalan jauh. Aku juga tidak tahu jalan, cepatlah Noona,” kata L yang menunggu Woori di bawah pohon. “Noona, ayolah cepat. Apa kau mau aku tinggal?”</p>
<p>“Yah kenapa kau jahat sekali padaku? Aku capek sekali kemarin habis latihan dance untuk persiapan comeback. Aku mohon kau mau mengerti,” kata Woori berteriak karena jaraknya yang cukup jauh dengan L.</p>
<p>“Ya sudah Noona, aku akan menunggumu,” kata L balas berteriak.<br />
Woori makin memelankan jalannya dan tidak berlari sama sekali. L sudah benar-benar kehilangan kesabaran sampai akhirnya dia berbalik dan berlari ke arah Woori.</p>
<p>“Naiklah ke punggungku Noona,” kata L yang langsung jongkok dan menghadapkan punggunya ke arah Woori. “Noona cepatlah naik. Apa yang kau tunggu lagi?”</p>
<p>“Baiklah.”</p>
<p>Woori lalu naik ke punggung L dan L lalu berdiri. L memilih berjalan pelan dibanding berlari. “Kenapa kau tidak berlari? Bukankah kau ingin kita cepat sampai?” tanya Woori bingung.</p>
<p>“Noona, apa sebenarnya kau memang menginginkanku untuk menggendongmu makanya kau tadi berlari lamban? Setelah aku menggendongmu aku rasa aku ingin menghabiskan waktuku lebih lama denganmu,” kata L yang sepintas menoleh ke arah Woori sambil tersenyum manis. Woori benar-benar malu di buatnya.</p>
<p>Woori tidak menjawab pertanyaan L. Woori hanya makin memperat pelukannya di leher L. Woori berharap L tahu sendiri jawabannya dengan tindakannya barusan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Jaekyung &amp; Eli – When I Jealous With Us Friend</strong></p>
<p>“Noona, kenapa kau dekat sekali dengan Sungyeol?” tanya Eli saat mereka sedang berdua di pantai.</p>
<p>“Aku dekat dengannya kan karena saat itu dia menjadi partner danceku. Aku juga sudah menganggapnya seperti dongsaengku sendiri,” kata Jaekyung yang mencoba memberi pengertian pada Eli. “Lagipula aku kan sudah punya kau. Dan bukankah kau dan Sungyeol juga berteman baik?”</p>
<p>“Jangan coba menggodaku Noona,” kata Eli yang malah memandangnya kesal. “Iya aku memang berteman baik dengannya. Tapi namja mana sih yang tidak cemburu kalau yeojachingunya dekat dengan temannya sendiri? Apalagi besok Infinte dan Rainbow akan bertemu dalam satu acara. Aku takut kalau Noona akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan Sungyeol.”</p>
<p>“Yah Eli, sejak kapan kau jadi possessive seperti ini? Aku kan sudah bilang berkali-kali kalau aku dan Sungyeol hanya berteman baik. Arraseo?”</p>
<p>“Selama ini aku menutupinya Noona. Sebenarnya aku sangat cemburu. Apa kau tidak pernah memperhatikannya?”</p>
<p>Eli perlahan menitikkan air mata dan itu membuat Jaekyung sangat sedih melihatnya, “Eli-ah, maafkan aku,” kata Jaekyung lalu menghapus air mata Eli. “Maafkan aku yang tidak memahami perasaanmu. Maafkan aku.”</p>
<p>Eli hanya mengangguk pelan lalu memeluk Jaekyung dengan erat. Jaekyung pun lalu membalas pelukan itu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Taecyeon &amp; Eunjung – When I Put Her Hands Up</strong></p>
<p>“Eunjung-ah, kenapa kau merengut seperti ini? Apa aku membuat salah lagi?” tanya Taecyeon yang bingung dengan ulah yeojachingunya yang daritadi sama sekali tidak bersemangat.</p>
<p>“Aniyo Taecyeon-ah. Aku hanya benar-benar sedang tidak mood,” kata Eunjung lalu memilih untuk tiduran di sofa besar yang berada di ruang karaoke.</p>
<p>Taecyeon bisa memahami perasaan Eunjung kalau dia sedang bad mood. Dia hanya bisa mendiamkannya hingga moodnya kembali mem baik dengan sendirinya. Taecyeon lalu memilih untuk menghibur dirinya dengan menyanyi sendiri dengan hebohnya. Perlahan dia lalu mencari lagu milik 2PM yang ternyata sangat lengkap di karaoke itu, bahkan lagu di album baru mereka sudah lengkap disana. Taecyeon lalu memilih lagu Hands Up dan bernyanyi dengan sangat keras dan bersemangat.</p>
<p>Eunjung yang daritadi hanya tertidur tiba-tiba terbangun dan dia langsung mengambil mic dari tangan Taecyeon dan bernyanyi dengan keras. Eunjung juga menirukan bagian dance dari lagu Hands Up yang mengangkat-angkat tangan mengikuti irama musik. Taecyeon yang melihat tingkah laku aneh dari Eunjung hanya bisa tertawa. Eunjung, yeojachingunya ini memang unik dan itu yang membuatnya sangat tertarik pada Eunjung, “Eunjung-ah, aku memang tidak salah memilih lagu Hands Up.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Changmin &amp; Nana – When I Kiss Your Cheek</strong></p>
<p>“Oppa, kenapa kau akhir-akhir ini tidak romantis sih?” tanya Nana saat mereka sedang berada di kafe langganan mereka.</p>
<p>“Apa aku harus selalu romantis? Aku rasa tidak,” jawab Changmin ketus.</p>
<p>“Yah oppa, kenapa kau jadi seperti ini sekarang? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?”</p>
<p>“Yah Nana, apa yang kau katakan hah? Jangan sembarang kalau bicara. Kau harus berhati-hati dengan ucapanmu,” kata Changmin lalu berdiri dan meninggalkan Nana sendirian di kafe. Namun Nana tidak diam saja, dia langsung berdiri dan berlari mengejar Changmin. Changmin ternyata berhenti di sebuah toko bunga dan membeli sebuket bunga mawar merah, bunga favoritnya.</p>
<p>Changmin yang melihat Nana langsung menghampirinya dan memberikan Nana sebuket bunga mawar merah itu.</p>
<p>“Nana, maafkan aku tadi. Aku benar-benar kesal karena kau meragukan cintaku. Kau tahu betul kalau aku sangat mencintaimu kan?” Changmin lalu memeluk Nana sangat erat dan mencium lembut pipi Nana. “Saranghae. Jeongmal saranghae.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>NB: Kalian paling suka pairing yang mana nih? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=197&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/26/3-of-when-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j-3-vert.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wallpaper_white_1600x1280j (3)-vert</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Confession</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/24/confession/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/24/confession/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 04:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Sooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Title: Confession Author: dwiananing Length: Oneshot Cast: Sooyoung SNSD &#38; Kyuhyun Super Junior Genre: Romance Rating: PG-13 Sooyoung’s POV Hari sabtu besok akan menjadi hari yang sangat menegangkan bagiku. Aku yang berprofesi sebagai presenter mendapat tugas untuk mewawancarai Cho Kyuhyun, penyanyi Korea yang sangat terkenal tidak hanya di Korea, tapi juga di dunia musik Internasional. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=192&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/bn.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-193" title="bn" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/bn.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p>Title: Confession</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Oneshot</p>
<p>Cast: Sooyoung SNSD &amp; Kyuhyun Super Junior</p>
<p>Genre: Romance</p>
<p>Rating: PG-13</p>
<p><span id="more-192"></span></p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>Hari sabtu besok akan menjadi hari yang sangat menegangkan bagiku. Aku yang berprofesi sebagai presenter mendapat tugas untuk mewawancarai Cho Kyuhyun, penyanyi Korea yang sangat terkenal tidak hanya di Korea, tapi juga di dunia musik Internasional.</p>
<p>Tentu saja ini merupakan tugas yang sangat berat untukku. Bukan karena aku akan mewawancarai secara eksklusif penyanyi tampan yang digilai para yeoja ini, tapi karena Cho Kyuhyun adalah namjachinguku. Ya, kenyataan yang sampai sekarang masih seperti mimpi bagiku.</p>
<p>Aku mengenalnya saat bertemu di salah satu acara music terkenal, dimana aku disana menjadi presenternya dan dia menjadi bintang tamunya. Kami mulai saling bertukar nomor handphone setelahnya. Dia selalu mengajakku bertemu dan akhirnya kami pun saling jatuh cinta kemudian berpacaran. Sudah dua tahun ini aku lalui bersamanya dan selama dua tahun pula aku dan dia menjalani hubungan <em>backstreet</em>.</p>
<p>“Kyuhyun oppa, ada berita buruk untukku,” kataku saat meneleponnya.</p>
<p>“Waeyo Sooyoung-ah?”</p>
<p>“Aku mendapatkan tugas untuk mewawancaraimu besok,” kataku malas.</p>
<p>“Jinjja? Wah untuk kedua kalinya kau mewawancaraiku Sooyoung-ah,” katanya tertawa. “Dan bukankah kau harusnya senang karena kau akan bertemu denganku? Sebulan belakangan ini kita kan tidak sempat bertemu karena sibuk dengan kerjaan masing-masing. Ini seharusnya menjadi berita baik untuk kita.”</p>
<p>“Seharusnya memang begitu oppa. Tapi aku yakin besok aku akan sangat gugup. Wawancara dua tahun lalu kan kita belum berpacaran seperti sekarang. Aku takut aku malah akan terlihat aneh di hadapanmu dan mungkin di hadapan semua penonton. Ini siaran langsung lho oppa. Ah, apa aku minta temanku untuk menggantikanku besok ya?” tanyaku meminta saran padanya.</p>
<p>“Yah Sooyoung-ah, jangan kau lakukan hal itu. Kalau bukan kau yang mewawancaraiku besok, aku tidak akan mau datang ke acara itu,” katanya dengan nada mengancam.</p>
<p>“Yah oppa, kenapa kau egois begitu? Ya sudah aku akan tetap meawancaraimu besok. Tapi ingat, kau harus menjaga sikap dan perkataanmu. Aku tidak ingin besok terjadi hal yang aku dan mungkin juga oppa tidak inginkan,” kataku sedikit ketus.</p>
<p>“Baiklah Sooyoung-ah. Kau jangan marah seperti ini dong. Kalau kau suka marah-marah nanti jelek lho,” katanya menggodaku. “Ah, aku tidak sabar untuk bertemu denganmu besok. Apa kau merindukanku Sooyoung-ah?”</p>
<p>“Tentu saja aku merindukanmu oppa,” kataku yang langsung membuat pipiku memerah.</p>
<p>“Ah anak pintar,” katanya tertawa. “Oh ya besok tema wawancaranya apa?”</p>
<p>“Tentang kehidupan oppa yang sekarang setelah sangat sukses menjadi penyanyi terkenal.”</p>
<p>“Tema yang menarik. Ya sudah, kau tidur sana. Besok kau harus datang pagi ke kantor kan?”</p>
<p>“Ne oppa. Selamat malam.”</p>
<p>“Malam juga Sooyoung-ah. Mimpikan aku ya,” katanya tertawa kecil.</p>
<p>“Tentu saja oppa. Aku pasti akan memimpikanmu,” kataku balas menggodanya. Tiba-tiba suasana menjadi hening. Aku hanya bisa mendengar deruan nafasnya.</p>
<p>“Sooyoung-ah?”</p>
<p>“Waeyo oppa?”</p>
<p>“Aku juga merindukanmu. Saranghae.”</p>
<p>Aku tersenyum mendengarnya, “Nado saranghae Kyuhyun oppa.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari sabtu yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Aku bergegas pergi ke kantor untuk menjalankan tugas pentingku, bertemu dengan namjachinguku dan mewawancarainya. Entah mengapa perasaan gugup atau takut yang aku rasakan semalam mendadak sirna. Aku yakin aku bisa melewati hari ini dengan baik.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>“Annyeonghaseyo, Choi Sooyoung imnida. Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat spesial. Dia adalah penyanyi yang tidak hanya terkenal seantero Korea namun juga Internasional. Beri tepuk tangan yang meriah untuk Cho Kyuhyun-ssi,” kata Sooyoung memperkenalkan diriku pada penonton yang ada di studio. Aku membungkuk lalu tersenyum ke arah penonton dan tentu saja ke arah Sooyoung.</p>
<p>Aku memandang Sooyoung cukup lama. Sooyoung terlihat sangat cantik hari ini. Rambut panjangnya yang ikal terurai rapi. Dia memakai dress selutut berwarna biru tua, hadiah dariku saat ulang tahunnya dulu. Ah, semoga saja tidak ada yang merekam apa yang aku lakukan tadi, gumamku dalam hati.</p>
<p>Sooyoung lalu melihat ke arahku dan membalas senyumanku dengan senyum manisnya. Senyum malaikat yang sangat aku rindukan. Jika bisa, ingin sekali aku memeluknya dan menciumnya saat ini juga. Ya, aku terlalu merindukannya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Acara interview hari ini berjalan sangat lancar dan menyenangkan hingga akhirnya sampai di topik terakhir, yaitu mengenai kisah cintaku.</p>
<p>“Kyuhyun-ssi, bagaimanakah kisah cintamu sekarang ini? Apa kau memiliki yeojachingu?” tanya Sooyoung tiba-tiba dan membuatku tertohok. Yah, apa yang harus aku jawab? Aku harus jujur atau berbohong?</p>
<p>Penonton di studio sudah sangat heboh menunggu jawabanku sedangkan aku disini bingung harus menjawab apa.</p>
<p>“Sepertinya aku harus jujur,” kataku lalu menghela nafas. “Aku sudah memiliki yeojachingu dan sudah dua tahun ini aku berpacaran dengannya.”</p>
<p>Aku melihat raut wajah Sooyoung yang tadinya antusias mendadak kaget. Tidak hanya Sooyoung tentu saja, semua penonton yang ada di studio juga sangat kaget. Aku melihat tanggapan penonton yang beragam. Mulai dari saling berbisik, memandangku sinis, mengeluarkan kata-kata yang mengartikan mereka kecewa hingga menangis. Ya, aku harus bisa bertanggung jawab atas pernyataanku barusan.</p>
<p>“Aku sangat mencintainya. Dia yang selalu ada di sampingku. Dia yang selalu menjagaku, menyemangatiku dan membuatku kembali bangkit saat aku terjatuh. Dia yang aku yakini akan menjadi istriku kelak. Dan untuk para fansku, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mengecewakan kalian. Aku benar-benar tidak bisa meninggalkannya karena itu sama saja menyakiti diriku sendiri. Kalian tidak ingin melihatku terluka kan? Aku ingin kalian mau mendukung hubunganku dengannya dan kalian tetap menjadi fansku. Aku berjanji aku tidak akan pernah melupakan kalian karena kalian juga sangat berarti bagiku.”</p>
<p>Aku melihat ke arah Sooyoung yang sepertinya sedang menahan tangis, “Aku tidak menyangka Kyuhyun-ssi akan menceritakan hal ini ke publik. Apa kau tidak takut akan dampaknya terhadap karirmu?” tanyanya sambil terus menatapku.</p>
<p>“Tentu saja aku memikirkan hal ini terus sebelumnya. Namun aku juga tidak ingin kehilangan kebahagiaanku. Aku menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya saat aku bersamanya. Dan soal fans, aku yakin jika mereka benar-benar fans sejatiku, mereka akan selalu mendukungku apapun yang terjadi,” jawabku mantap sambil tersenyum ke arah Sooyoung.</p>
<p>Aku mendengar suara tepuk tangan yang membahana dari studio. Aku sudah tidak mendengar kali ungkapan kekecewaan dari para fansku dan itu membuatku jadi ingin menangis karena terharu.</p>
<p>“Apakah yeojachingu Kyuhyun-ssi juga seorang artis?”</p>
<p>“Tidak Sooyoung-ssi. Dia adalah seorang yeoja cantik yang berprofesi sebagai presenter di salah satu stasiun TV terkenal. Dia adalah gadis sederhana yang memiliki hati yang luar biasa. Aku benar-benar mengaguminya,” kataku yang membuat seisi studio berkata. “Awww.”</p>
<p>Aku melihat lagi ke arah Sooyoung yang tampaknya sudah menitikkan air mata.<br />
“Kyuhyun-ssi, ceritamu benar-benar membuatku terharu. Maaf aku sampai menangis begini. Aku yakin yeojachingumu sangat beruntung memilikimu.”</p>
<p>Sooyoung lalu menghapus air matanya dengan cepat, “Tidak apa-apa Sooyoung-ssi. Maafkan aku juga sudah membuatmu menangis seperti ini. Dan tentu saja, aku juga sangat beruntung memilikinya.”</p>
<p>Aku lalu memegang tangan Sooyoung erat dan menepuk-nepuk bahunya pelan.</p>
<p>“Ah ne Kyuhyun-ssi,” katanya tersenyum ke arahku. “Sekarang kita sampai di pertanyaan terakhir. Menurut Kyuhyun-ssi, apa arti dari cinta?”</p>
<p>“Apa aku harus menjawabnya?”</p>
<p>“Tentu saja Kyuhyun-ssi. Semua penonton disini sangat penasaran, termasuk diriku.”</p>
<p>“Love is…. Choi Sooyoung.”</p>
<p>Aku bangun dari kursiku dan langsung memeluk Sooyoung. Sooyoung juga bangun dari kursinya dan balas memelukku. Aku melihatnya menangis lagi.</p>
<p>“Sooyoung-ah, maaf aku harus jujur tentang hal ini. Maafkan aku.”</p>
<p>Aku hanya melihatnya mengangguk sebentar lalu kembali memelukku erat.</p>
<p>“Sudah jangan menangis lagi Sooyoung-ah,” aku lalu menghapus air matanya pelan. “Saranghae.”</p>
<p>“Nado saranghae oppa,” jawabnya lirih.</p>
<p>Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya lalu dengan lembut aku mencium bibirnya. Aku bisa mendengar kehebohan di studio karena hal yang sedang aku lakukan saat ini. Suara tepuk tangan dan semangat untukku dan juga Sooyoung membuatku sangat bahagia.</p>
<p>Aku melepaskan ciumanku lalu membungkuk ke arah penonton, “Kansahamnida Sparkyu. Saranghae.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Setelah acara interview kemarin, semua situs internet heboh membicarakan hubunganku dengan Sooyoung.</p>
<p>“Sooyoung-ah, coba kau lihat ini. Mereka memanggil kita <strong>KyuYoung</strong> couple dan <strong>Knight</strong> untuk mereka yang mendukung hubungan kita. Dan apa kau tahu? Mereka juga sudah membuat fansite untuk kita. Aku senang sekali Sooyoung-ah.”</p>
<p>“Aku juga oppa,” kata Sooyoung lalu memelukku. Aku mempererat pelukannya dan mencium keningnya lembut.</p>
<p>“Sekarang tidak ada yang perlu kita sembunyikan lagi Sooyoung-ah. Aku dan kau bisa menjalani hubungan pacaran layaknya pasangan normal lainnya.”</p>
<p>Aku melihat Sooyoung mengangguk-angguk tanda setuju. Dan di hari minggu yang indah ini, aku ingin menghabiskan waktu liburku hanya berdua dengannya.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=192&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/24/confession/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/bn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romantic</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/19/romantic/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/19/romantic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 07:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2NE1]]></category>
		<category><![CDATA[2PM]]></category>
		<category><![CDATA[B2ST]]></category>
		<category><![CDATA[Boyfriend]]></category>
		<category><![CDATA[Dara]]></category>
		<category><![CDATA[FT Island]]></category>
		<category><![CDATA[Jeongmin]]></category>
		<category><![CDATA[Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Minwoo]]></category>
		<category><![CDATA[Miss A]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[Suzy]]></category>
		<category><![CDATA[Taecyeon]]></category>
		<category><![CDATA[Taemin]]></category>
		<category><![CDATA[Wooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Yoseob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Title: Romantic Author: dwiananing Length: Oneshot Main Cast: Suzy Miss A &#38; Minho SHINee Minor Cast: Wooyoung 2PM, Dara 2NE1, Taemin SHINee, Minwoo &#38; Jeongmin Boyfriend, Taecyeon 2PM, Yoseob B2ST, FT Island Genre: Romance, Friendship A/N: Ini FF spesial buat saeng @putri127 :* Rating: PG Suzy’s POV Tiba-tiba seorang namja menabrakku dari arah belakang, &#8220;Maaf,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=188&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/no.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-189" title="no" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/no.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p>Title: Romantic</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Oneshot</p>
<p>Main Cast: Suzy Miss A &amp; Minho SHINee</p>
<p>Minor Cast: Wooyoung 2PM, Dara 2NE1, Taemin SHINee, Minwoo &amp; Jeongmin Boyfriend, Taecyeon 2PM, Yoseob B2ST, FT Island</p>
<p>Genre: Romance, Friendship</p>
<p>A/N: Ini FF spesial buat saeng <a href="http://twitter.com/putri127">@putri127</a> :*</p>
<p>Rating: PG</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p><strong>Suzy’s POV</strong></p>
<p>Tiba-tiba seorang namja menabrakku dari arah belakang, &#8220;Maaf,&#8221; ucapnya sambil membungkuk.<br />
&#8220;Ah ne, tidak apa-apa,&#8221; jawabku pelan. Yah setidaknya untung saja aku tidak sampai terjatuh.<br />
&#8220;Kau tidak apa-apa?&#8221; tanya namja itu memastikan.<br />
&#8220;Ne, aku tidak apa-apa kok.&#8221;<br />
&#8220;Sekali lagi maafkan aku ya. Aku benar-benar tidak sengaja.&#8221;<br />
&#8220;Iya tidak apa-apa kok,&#8221; jawabku kembali. Namja itu kemudian pamit padaku dan berlari dengan cepat.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari ini aku mengambil les tambahan jadi aku harus pulang lebih lama. Hmm ini yang tidak aku suka kalau aku datang lebih pagi. Sekolah masih sepi, seperti tidak ada kehidupan. Namun tiba-tiba seorang namja memanggilku.<br />
&#8220;Suzy, apa kau bisa membantuku sebentar?&#8221; tanya Wooyoung oppa, kakak kelasku.<br />
&#8220;Yah oppa, kau mengagetkanku. Iya bisa. Apa yang bisa aku bantu oppa?&#8221;<br />
&#8220;Aku ingin kau membantuku untuk mengirimkan brosur mengenai ulang tahun sekolah kita ke sekolah lain. Tenang saja aku juga ikut jadi kau tidak sendirian.&#8221;<br />
&#8220;Oke oppa, jam berapa kita bisa pergi?&#8221;<br />
&#8220;Setelah pulang sekolah nanti. Apa kau bisa?&#8221;<br />
&#8220;Ne, aku bisa oppa.&#8221;<br />
&#8220;Oke, jangan lupa ya Suzy. Aku akan menunggumu di kantin. Gomawo,&#8221; Aku pun langsung berlari menuju kelas. Bel sebentar lagi akan segera berbunyi.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sekolah hari ini selesai dan untung saja tidak ada tugas. Lega sekali rasanya. Wooyoung oppa ternyata juga sudah selesai sekolah dan menungguku di kantin.<br />
&#8220;Suzy, ayo kita berangkat.&#8221;<br />
&#8220;Ne oppa.&#8221;<br />
Aku dan Wooyoung oppa pun berjalan ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sekolah.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku dan Wooyoung oppa mengunjungi Seoul Art and Music School. Seoul Art and Music School letaknya paling dekat dengan sekolahku, Seoul High School.<br />
&#8220;Oppa, semua melihatmu,&#8221; seruku sambil tertawa.<br />
&#8220;Haha kau bisa saja. Sudah kita harus cepat-cepat memberikan brosur ini. Kau tahu kan sekolah di sekitar sini sangat banyak?&#8221;<br />
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ruang OSIS sekolah Seoul Art and Music School, “Annyeonghaseyo. Kami dari dari Seoul High School ingin memberikan brosur mengenai ulang tahun sekolah kami. Kami akan mengadakan lomba antar sekolah. Aku harap kalian bisa bergabung,&#8221; Wooyoung oppa menjelaskan secara detail dan aku hanya diam di belakangnya.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo. Gomawo ajakannya. Nanti aku akan menghubungi teman-teman yang lain,&#8221; ujar namja yang ternyata ketua OSIS itu. Namja itu sangat perfect menurutku. Namja itu secara fisik benar-benar memenuhi kriteria namja idamanku. “Ngomong-ngomong aku belum mengetahui namamu,&#8221; kata namja itu.<br />
&#8220;Oh ya maaf aku belum mengenalkan diri. Jang Wooyoung imnida, aku ketua OSIS di Seoul High School,&#8221; Wooyoung oppa mengenalkan dirinya.<br />
&#8220;Choi Minho imnida, ketua OSIS di sekolah ini. Oh ya, yeoja di belakangmu siapa?&#8221; tanya Minho penasaran. Ya ternyata Minho seumuran dengan Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo, Bae Sueji imnida. Kau bisa memanggilku Suzy,” kataku lalu tersenyum manis ke arah Minho<br />
&#8220;Ne. Salam kenal Wooyoung dan Suzy. Senang berkenalan dengan kalian,&#8221; katanya sambil tersenyum ke arahku. Ah senyum itu manis sekali.<br />
&#8220;Kami juga. Oke maaf sepertinya aku harus mengunjungi sekolah lain. Kami permisi dulu. Gomawo sudah menerima kedatangan kami dengan senang hati,&#8221; Wooyoung oppa lalu menjabat tangan Minho.<br />
&#8220;Iya sama-sama,&#8221; ucap Minho lalu dia tersenyum lagi. Omona, senyum itu senyum dewa. Dia benar-benar ganteng.<br />
Akhirnya aku dan Wooyoung oppa pun pulang. Namun sebelum itu aku membalikkan badanku untuk melihat Minho lagi. Dan yang tak kusangka, Minho juga melihatku. Dia tersenyum padaku dan aku pun membalas senyum itu dengan hati senang.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Oppa, aku lapar,&#8221; kataku dengan tampang yang sangat menderita.<br />
&#8220;Kau mau makan dimana?&#8221;<br />
&#8220;Aku mau mi ramen. Bagaimana oppa?&#8221;<br />
&#8220;Oke. Aku tau tempat mi ramen yang enak. Kau pasti akan suka.&#8221;<br />
&#8220;Asik. Gomawo Wooyoung oppa.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Wah, mi ramen ini benar-benar enak oppa. Apa aku boleh tambah seporsi?&#8221;<br />
&#8220;Jinjja? Kau kuat sekali makan Suzy-ah.&#8221;<br />
&#8220;Habis enak sih. Boleh kan oppa?&#8221;<br />
&#8220;Iya, tapi kau harus tetap membantuku ya, masih banyak yang belum aku kunjungi.&#8221;<br />
&#8220;Oke boss,&#8221; seruku dengan telapak tangan yang kuletakkan di pinggir kepala sebelah kanan. Sebagai rasa hormat. Tiba-tiba handphone Wooyoung oppa berbunyi.<br />
&#8220;Annyeong Dara, ada apa?&#8221; tanya Wooyoung oppa lembut.<br />
Dara onnie itu yeojachingunya Wooyoung oppa. Dara onnie seumuran dengan Wooyoung oppa. Menurutku mereka sangat cocok.<br />
“Aku sedang makan mi ramen di tempat biasa dengan Suzy. Apa kau mau kesini? Ne. Hati-hati di jalan ya,&#8221; Wooyoung oppa mengakhiri teleponnya.<br />
&#8220;Oppa, aku iri denganmu dan Dara onnie,&#8221; ujarku.<br />
&#8220;Waeyo?&#8221;<br />
&#8221; Oppa itu perfect. Dan Dara onnie, dia juga perfect. Sama seperti oppa. Aku ingin jika suatu hari aku punya pacar, aku ingin kisahnya seperti oppa dan Dara onnie. So sweet,&#8221; kataku sambil tersenyum malu-malu.<br />
&#8220;Gomawo Suzy. Doakan aku langgeng dengannya ya. Aku yakin suatu saat kau akan mendapatkan yang terbaik.&#8221;<br />
&#8220;Gomawo oppa.&#8221;<br />
&#8220;Iya, kau harus semangat. Fighting.&#8221;<br />
&#8220;Ne. Fighting Wooyoung oppa. Fighting Dara onnie,&#8221; ucapku bersemangat.<br />
&#8220;Yah kalian. Ada apa ini? Kenapa kau menyebutkan namaku Suzy?&#8221; tiba-tiba Dara onnie sudah muncul di sampingku dan juga Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Ah tidak ada apa-apa kok onnie,&#8221; ucapku berbohong.<br />
&#8220;Apa kau yakin? Aku tau kau pasti berbohong. Iya kan?&#8221; Dara onnie menggelitik pinggangku.<br />
&#8220;Onnie hentikan. Yah, onnie hentikan.&#8221;<br />
Saking gelinya, aku tertawa sampai mengeluarkan air mata. Aku dan Dara onnie memang sangat dekat. Akulah mak comblang antara Wooyoung oppa dan Dara onnie.<br />
&#8220;Haha iya-iya. Maafkan aku Suzy. Oh ya, sedang apa kalian disini? Apa kalian selingkuh di belakangku?&#8221;<br />
&#8220;Yah onnie, kau lucu sekali sih. Selalu saja seperti itu jika melihatku dan Wooyoung oppa berduaan. Aku membantu Wooyoung oppa untuk memberikan brosur ulang tahun sekolahku ke sekolah lain.&#8221;<br />
&#8220;Oh tentang lomba itu?&#8221; tanya Dara onnie.<br />
&#8220;Ne. Oh ya onnie, kenapa kau selalu terlihat cantik sih? Tidak sepertiku,&#8221; kataku memanyunkan bibirku.<br />
“Kau itu cantik sekali Suzy. Bahkan aku rasa kau lebih cantik dariku. Kenapa kau rendah diri sekali? Tidak baik itu,” kata Dara onnie yang berhasil membuat pipiku memerah.<br />
“Jinjja? Gomawo onnie.”<br />
&#8220;Kau lucu sekali Suzy. Aku senang sekali bisa mengenalmu dan mempunyai dongsaeng sepertimu,” Dara onnie lalu memelukku.<br />
&#8220;Kalain berdua, kenapa asik sekali mengobrolnya? Apa kalian tidak menganggapku ada?&#8221; tiba-tiba Wooyoung oppa berbicara.<br />
&#8220;Omo, maafkan aku sayang,&#8221; Dara onnie pun berpindah tempat ke samping Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Kau biasa begitu.&#8221;<br />
&#8220;Yah baru gitu aja udah ngambek. Liat Suzy, tingkah laku Wooyoung seperti anak kecil. Apa kau bisa membelikan balon untuknya?&#8221;<br />
&#8220;Onnie, onnie. Kau berbakat jadi pelawak. Sudah daftar saja, kan sekarang lagi banyak audisi pelawak,&#8221; ucap Suzy sambil tertawa terbahak-bahak.<br />
&#8220;Aku sudah daftar. Tenang saja,” kata Dara onnie sambil tertawa. “Oh ya Wooyoung, mana brosur untuk sekolahku? Biar aku yang memberikannya pada ketua OSIS-ku.”<br />
Yah, Dara onnie memang beda sekolah denganku dan juga Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Ini. Tolong usahakan agar sekolahmu mau ikut lomba pada acara ulang tahun sekolahku ya. Daftar lombanya ada di brosur ini kok,&#8221; Wooyoung oppa lalu memberikan brosur itu pada Dara onnie.<br />
&#8220;Ne. Tenang saja sayang.&#8221;<br />
&#8220;Gomawo Dara, saranghae.&#8221;<br />
&#8220;Nado Saranghae Wooyoung. Oh ya kalian sudah selesai makan kan? Ayo kita lanjutkan perjalanan. Masih banyak sekolah lain yang belum kalian kunjungi kan?&#8221; tanya Dara onnie.<br />
&#8220;Iya. Ayo kita berangkat. Wooyoung oppa yang bayar semua ini kan?” tanyaku sambil tersenyum manja pada Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Tenang saja.&#8221;<br />
&#8220;Gomawo oppa.&#8221;<br />
&#8220;Ne.&#8221;<br />
Setelah membayar mi ramen, aku, Wooyoung oppa dan Dara onnie melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah-sekolah lainnya. Ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan sekaligus menyenangkan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kegiatan lomba dalam rangka ulang tahun sekolahku hari ini dimulai. Untungnya semua sekolah mau mengikuti lomba ini. Aku dan teman-teman yang lain sangat gembira menyambut hari ulang tahun sekolahku yang tiap tahunnya selalu seru dan menyenangkan. Lomba pertama yan diadakan yaitu lomba menyanyi. Peserta pertama yaitu Minho oppa. Yah saat di backstage dia memintaku untuk memanggilnya “oppa”. Dan apa kalian tahu? Ternyata namja yang pernah menabrakku dulu itu adalah Minho oppa. Dunia memang sempit sekali bukan?<br />
&#8220;Annyeong haseyo, Choi Minho imnida. Aku akan membawakan lagu milik SHINee yang berjudul Romantic.&#8221;<br />
Alunan musik pun mulai terdengar. Lagu itu benar-benar romantis. Minho oppa bernyanyi sambil bermain gitar.<br />
<em>“No animyon, andwaeneun gol, ijeya araborin naega nomu bimchamhae, sajik sogen ajikdo naega noye, sarangi got gateunde. Noye cheon noye olgul, ajikdo nae pum ane, neukyojigo ineun gol, still I have romantic in my heart, doragago sipeungol.”</em><br />
Saat Minho oppa menyanyikan lagu Romantic di bagian reffnya, aku mendadak meneteskan air mata. Lagu ini benar-benar menyentuh. Kenangan masa laluku pun teringat kembali.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><em><strong>Flashback</strong></em></p>
<p>&#8220;Aku janji aku akan selalu bersamamu Suzy-ah,&#8221; ucap Taemin oppa dengan senyum yang sangat tulus.<br />
&#8220;Ne. Aku juga janji akan selalu bersamamu oppa. Ayo kita janji kelingking oppa?&#8221;<br />
&#8220;Janji kelingking? Kau ini Suzy, baiklah,” kata Taemin oppa lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingkingku. Aku yakin kalau aku akan selalu bersamanya. Selamanya.<br />
&#8220;Sekarang tutup matamu Suzy-ah.&#8221;<br />
&#8220;Hmm oke oppa,&#8221; akupun menutup mataku dengan hati yang deg-degan. Apa yang akan dia lakukan?<br />
&#8220;Sekarang buka matamu pelan-pelan,&#8221; kata Taemin oppa lalu aku melihat kalung cantik yang sudah terpasang di leherku.<br />
&#8220;Omona. Kalung ini cantik sekali oppa. Gomawo,&#8221; kataku lalu memeluknya erat.<br />
&#8220;Iya sama-sama. Aku senang kau menyukainya. Oh ya aku juga ada ini,&#8221; kata Taemin oppa lalu memperlihatkan seikat bunga mawar putih dari balik tubuhnya.<br />
&#8220;Oppa, Gomawo,&#8221; seruku senang dan memeluk Taemin oppa lagi. Aku benar-benar beruntung bisa memilikinya.<br />
&#8220;Ne. Ini masih belum seberapa jika dibandingkan dengan rasa cintaku padamu, Suzy-ah.”<br />
&#8220;Yah oppa gombal,” kataku mengejeknya.<br />
“Gombal? Kau tahu kan kalau aku bukan tipe namja yang suka gombal Suzy-ah,” kata Taemin oppa menyentil dahiku.<br />
“Aw, sakit oppa,” kataku sambil mengusap-usap dahiku. “Aku kan tadi Cuma bercanda. Aku tahu kok kalau kau benar-benar mencintaiku. Oh ya oppa, aku tidak akan pernah melupakan hari spesial ini.&#8221;<br />
&#8220;Aku juga. Oh ya ada lagi, tunggu sebentar ya,” Taemin oppa lalu mengambil sebuah gitar dari dalam mobilnya.<br />
&#8220;Aku ingin menyanyikan sebuah lagu spesial untukmu. Aku tau kau sangat menyukai lagu ini.&#8221;<br />
Alunan gitar pun mulai terdengar dan aku bisa menebak lagu ini. Lagu milik SHINee yang berjudul Romantic.<br />
<em>“No animyon, andwaeneun gol, ijeya araborin naega nomu bimchamhae, sajik sogen ajikdo naega noye, sarangi got gateunde. Noye cheon noye olgul, ajikdo nae pum ane, neukyojigo ineun gol, still I have romantic in my heart, doragago sipeungol.”</em><br />
&#8220;Ayo kau juga menyanyi Suzy-ah.&#8221;<br />
&#8220;Ne oppa.&#8221;<br />
Akupun bernyanyi dengan Taemin oppa sampai larut malam. Tiba-tiba Taemin oppa menghentikan petikan gitarnya.<br />
&#8220;Suzy?&#8221;<br />
&#8220;Ada apa oppa?&#8221;<br />
&#8220;Saranghaeyo Bae Sueji. Yeongwonhi.&#8221;<br />
&#8220;Nado sarangaheyo Taemin oppa. Yeongwonhi&#8221;<br />
Taemin oppa lalu mencium keningku lembut. Hari ini tepat tanggal 14 Februari. Hari valentine sekaligus hari jadianku dengan Taemin oppa yang sudah berjalan selama 1 tahun. Di bukit bintang ini Taemin oppa ‘menembakku’. Di bukit bintang ini pula aku dan dia akhirnya terikat dalam hubungan yang lebih serius, bukan hanya sekadar teman. Saranghaeyo Taemin oppa. Aku akan selalu mencintaimu. Aku tidak akan pernah mau kehilangan oppa.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kring..kring… Telepon rumahku berbunyi. Siapa yang menelepon pagi-pagi seperti ini. Ini baru jam 04.00 pagi, keluhku dalam hati.<br />
&#8220;Yobosaeyo,&#8221; sapaku pelan karena tentu saja aku masih sangat mengantuk.<br />
&#8220;Apa ini Suzy noona?&#8221;<br />
&#8220;Ne. Ini siapa ya?&#8221; tanyaku bingung. Aku merasa tidak asing dengan suara namja ini.<br />
&#8220;Minwoo imnida, Suzy noona.&#8221;<br />
&#8220;Minwoo dongsaengnya Taemin oppa?&#8221; tanyaku memastikan.<br />
&#8220;Ne noona. Taemin hyung mengalami kecelakaan mobil parah noona. Dia sudah dibawa ke rumah sakit sekarang tapi keadaannya kritis noona. Kau bisa kan sekarang pergi ke rumah sakit Seoul Hospital?&#8221;<br />
Deg… Dadaku berdegup kencang. Ini pasti mimpi. Yah, ini pasti benar-benar mimpi.<br />
&#8220;Suzy noona? Apa kau mendengarku? Noona?&#8221;<br />
&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Maaf, jiwanya tidak bisa tertolong lagi,&#8221; ucap Dokter yang bertugas mengoperasi Taemin oppa.<br />
Taemin oppa mengalami kecelakaan hebat saat dia berada di jalan tol. Menurut saksi mata, dari arah belakang muncul truk besar yang melaju sangat kencang dan dia tidak menyadari kalau di depannya ada mobil. Masih banyak lagi ceritanya tapi aku tidak mau mendengarnya lagi. Itu sudah cukup. Terlalu cepat Taemin oppa meninggalkanku, meninggalkan semua kenangan yang pernah aku dan Taemin oppa alami bersama. Apalagi kejadian kemarin malam masih sangat nyata terasa bagiku. Sekarang, namja yang kucinta telah pergi untuk selama-selamanya.<br />
Badanku lemas. Aku sudah tidak ada tenaga lagi. Aku pun hanya bisa berjalan lemah dan sesekali terjatuh. Aku masih merasa ini semua hanya mimpi. Aku mencintai Taemin oppa melebihi apapun di dunia ini. Aku sangat mencintainya. Aku tidak pernah ingin kehilangan dia.<br />
&#8220;Suzy noona, aku harap noona bisa bersabar ya. Taemin hyung selalu menceritakan nooa tiap malam. Aku tahu betul kalau Taemin hyung sangat mencintaimu noona,” kata Minwoo lalu menghapus air mataku. “Noona harus kuat tanpa Taemin hyung. Kalau noona terus-terusan bersedih, Taemin hyung juga pasti akan merasa sedih disana. Jadi aku mohon noona bisa menerima semuanya dengan lapang dada dan menjalani hidup noona seperti biasa dan bisa merasa bahagia walau tanpa Taemin hyung. Tenang saja aku juga akan menjaga noona seperti Taemin hyung menjaga noona selama ini.”<br />
Entah mengapa saat mendengar kata-kata Minwoo tadi dadaku makin sesak. Aku makin merasa sakit. Namun aku sadar, aku memang harus bisa menerima kenyataan dan menjadikannya sebagai satu pengalaman hidup yang akan membuatku lebih tegar menghadapi hidup ke depannya. Aku harus bisa menjalani kehidupan baruku tanpa Taemin oppa yang biasanya selalu ada disisiku. Menemaniku dan menyemangatiku tiap waktu.<br />
“Taemin oppa, semoga kau mendapatkan tempat terbaik disana. Saranghaeyo Taemin oppa. Yeongweonhi,” kataku lirih.<br />
Air mataku pun tak henti-hentinya mengalir. Dan aku makin histeris saat Taemin oppa dimakamkan.<br />
“Saranghaeyo Taemin oppa. Yeongwonhi. Yeongwonhi. Yeongwonhi. Yeong..wonhi..”</p>
<p><em><strong>Flashback end</strong></em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku menangis sejadi-sejadinya. Aku meninggalkan segala hingar bingar di lomba itu. Aku menuju taman yang tidak jauh dari tempat lomba diadakan.<br />
&#8220;Kenapa harus lagu itu. Kenapa?&#8221; tanyaku lirih. Tiba-tiba di depanku sudah muncul Minho oppa sambil menawarkan sapu tangannya.<br />
&#8220;Kau kenapa?&#8221; tanya Minho oppa.<br />
&#8220;Tidak apa-apa. Aku hanya kelilipan. Gomawo sapu tangannya oppa,&#8221; aku pun mengelap mataku dengan sapu tangan itu.<br />
&#8220;Aku yakin kau bohong. Matamu saja sampai bengkak begitu Suzy-ah.”<br />
Yah, aku rasa aku sudah tidak bisa berkelit lagi di depan Minho oppa.<br />
&#8220;Lagu yang tadi oppa bawakan mengingatkanku pada masa laluku yang bagiku sangat menyakitkan.&#8221;<br />
&#8220;Tentang apa? Siapa?&#8221; tanya Minho oppa ingin tahu.<br />
&#8220;Masa laluku dengan namjachinguku yang sekarang sudah pergi meninggalkanku.&#8221;<br />
&#8220;Maafkan aku Suzy. Aku tidak tahu kalau seperti itu ceritanya. Apa dia selingkuh?&#8221;<br />
&#8220;Tidak oppa, dia sudah meninggal karena kecelakaan. Ya tidak apa-apa oppa, Jangan merasa bersalah begitu, ini hanya sebuah kebetulan,” kataku tersenyum getir.<br />
&#8220;Oke. Sekarang apa kau masih ingin menangis? Apa aku bisa menghiburmu?&#8221;<br />
&#8220;Tidak usah oppa, aku sudah merasa baikan kok.&#8221;<br />
&#8220;Ya sudah, bagaimana kalau kita kembali ke depan panggung? Sebentar lagi pengumuman pemenang akan diumumkan.&#8221;<br />
&#8220;Ne. Kau pasti menang oppa.&#8221;<br />
&#8220;Aku tidak yakin, semua peserta memiliki kelebihan masing-masing. Jika dibandingkan denganku tentu saja aku akan kalah.&#8221;<br />
&#8220;Oppa harus optimis, harus yakin. Jangan pesimis seprti itu. Bagaimana kalau kita taruhan? Oppa harus menuruti apa saja yang aku inginkan kalau oppa kalah. Bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Baiklah.&#8221;<br />
Minho oppa lalu memegang tanganku saat berjalan ke arah depan panggung. Ah, kenapa bayangan Taemin oppa tiba-tiba muncul. Saat Taemin oppa selalu memegang erat tanganku dan tidak pernah melepasnya saat kami bersama. Aku benar-benar merindukan Taemin oppa.<br />
Aku dan Minho oppa sampai di depan panggung dan pengumuman pemenang pun mulai dibacakan. Pemenang ketiga diraih oleh Minho oppa, pemenang kedua diraih oleh Taecyeon oppa dan juara pertama diraih oleh&#8230;&#8230;..Yoseob oppa, “Asik Minho oppa kalah. Aku akan memintanya menemaniku ke Jeju Island. Pasti akan seru,” tawaku dalam hati</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Dering hapeku berbunyi, tanda ada SMS masuk. Ternyata dari Minho oppa. Aku dan dia sempat bertukar nomor hape sehabis acara selesai.</p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Aku kalah</strong></em><br />
<em><strong> Apa yang harus kuturuti? T.T</strong></em></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Aku mau kau menemaniku ke Jeju Island. Bagaimana oppa? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Jinjja?</strong></em></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Ne. Apa oppa tidak bisa mengabulkannya? Aku benci padamu. Kau berbohong <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Haha kau cepat sekali marah Suzy. Kapan kau ingin kesana?</strong></em></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Besok oppa. Setuju?</strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Ne. Sekarang sudah malam. Istirahatlah. Jangan lupa sikat gigi, cuci kaki trus minum air putih ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Oppa sudah seperti Ommaku saja haha</strong></em><br />
<em><strong> Gomawo oppa. Selamat malam. Mimpikan aku ya oppa :p</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Pasti. Mimpikan aku juga ya Suzy :p</strong></em><br />
<em><strong> Selamat malam</strong></em></p>
<p>Aku tersenyum melihat SMS terakhir dari Minho oppa. Aku lalu menutup aplikasi SMS dan mulai memasangkan headset ke telingaku. Aku mendengarkan lagu baru milik Miss A yang berjudul Love Alone.<br />
<em>&#8220;I don’t wanna be in love alone……”</em></p>
<p style="text-align:center;"><em></em>***</p>
<p>Hari ini akan jadi hari yang spesial pastinya. Aku dan Minho oppa akan berjalan-jalan ke Jeju Island.<br />
&#8220;Apa kau sudah siap, Suzy?&#8221; tanya Minho oppa mengagetkanku.<br />
&#8220;Oppa kau mengagetkanku saja.&#8221;<br />
&#8220;Maafkan aku Suzy,” kata Minho oppa lalu memeletkan lidahnya. “Ya sudah, ayo kita berangkat sekarang.&#8221;<br />
&#8220;Ne oppa. Omma, Appa, aku berangkat dulu ya,&#8221; pamitku pada kedua orang tuaku.<br />
&#8220;Hati-hati di jalan ya,&#8221; seru Omma padaku lalu Omma menatap Minho oppa. “Minho-ssi, jaga putriku baik-baik ya,&#8221; titip Omma pada Minho oppa.<br />
&#8220;Ne,” jawab Minho oppa sambil mengacungkan jempolnya. Aku dan Minho oppa pun berangkat menuju Jeju Island.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam. Akhirnya kami sampai juga. Kami memilih untuk sarapan terlebih dahulu di sebuah warung kecil.<br />
&#8220;Oppa, aku mau mi ramen ya.&#8221;<br />
&#8220;Iya, pesan saja. Aku juga mau itu.&#8221;<br />
Aku pun mulai memanggil pelayan dan memesan makananan serta minuman. Selang 15 menit, makanan dan minuman pun datang. Kami pun memakan dengan lahap.<br />
&#8220;Suzy, bukankah itu Wooyoung?&#8221; tanya Minho oppa sambil menunjuk segerombolan namja yang berada di pojok warung kecil ini.<br />
&#8220;Ah iya. Kebetulan sekali,&#8221; jawabku. &#8220;Bagaimana kalau kita gabung dengan mereka ?&#8221;<br />
&#8220;Tentu saja,&#8221; sahut Minho oppa.<br />
Kami pun berjalan menuju tempat Wooyoung oppa dan teman-temannya.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo Wooyoung oppa,&#8221; sapaku lalu tersenyum manis ke arahnya.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo. Wue? Suzy?&#8221;<br />
&#8220;Iya oppa, aku Suzy. Oppa kaget ya? Aku kesini dengan Minho oppa.&#8221;<br />
&#8220;Annyeonghaseyo Wooyoung,&#8221; sapa Minho oppa.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo Minho. Bagaimana kalian bisa ada disini? Apakah kalian sedang kencan? Ah tak kusangka secepat ini,&#8221; kata Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Tidak oppa, kami hanya jalan-jalan disini.<br />
Astaga pipiku memerah. Aku malu setengah mati. Awas saja Wooyoung oppa, tunggu pembalasanku.<br />
&#8220;Ya sudah, duduk saja disini.&#8221;<br />
&#8220;Ne.&#8221; jawabku dan Minho oppa berbarengan. Aku duduk di sebelah seorang namja yang sangat tampan.<br />
&#8220;Hei, mengapa kau melihatiku seperti itu,&#8221; tiba-tiba namja itu menanyaiku.<br />
&#8220;Maaf, kau tampan sih,” kataku polos. Namja itu tertawa lalu yang lainnya juga ikut tertawa. “Yah kalian kenapa? Aku kan hanya bercanda.”<br />
&#8220;Hahahaha kau lucu sekali. Oh iya perkenalkan, Choi Minhwan imnida.<br />
&#8220;Oh ya aku lucu? Gomawo,” kataku terkekeh. “Bae Sueji imnida. Kalian bisa memanggilku Suzy, senang berkenalan dengan kalian. Oh ya Wooyoung oppa, mana Dara onnie?&#8221;<br />
&#8220;Dia sedang sibuk, sayang sekali dia tidak bisa datang,&#8221; jawab Wooyoung oppa.<br />
Aku lalu merasa ada sesuatu yang aneh. Ada yang daritadi memperhatikanku. Ya, namja di depanku. Orang itu tampak serius melihatku. Aku pun mengalihkan pandanganku.<br />
&#8220;Oh ya, aku belum mengenalkan teman-temanku yang tergabung dalam satu band bernama FT Island. Yang di pinggir sebelah kanan itu Jonghun, dia pintar bermain gitar. Di sebelah kananku ada Hongki, dia pintar bernyayi dan suka melucu.&#8221;<br />
&#8220;Ah kau ini, biasa saja lah,&#8221; timpal Hongki oppa lalu tersenyum malu-malu.<br />
&#8220;Lalu yang di pinggir sebelah kiri itu Seunghyun, dia juga sangat pintar bernyanyi dan bermain gitar,&#8221; lanjut Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Ya, aku tau dia, aku pernah melihatnya tampil di event kampus,&#8221; seru Minho oppa.<br />
&#8220;Ya benar sekali. Aku juga pernah melihatmu Minho,&#8221; kata Seunghyun oppa.<br />
&#8220;Dan yang terakhir, di samping kiriku namanya Jaejin.&#8221;<br />
&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; sapa Jaejin oppa. Oh ini toh namja yang daritadi melihatku. Orangnya tinggi dan badannya tegap. Kulitnya juga sangat putih. Rambutnya blonde.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; jawabku dan Minho oppa berbarengan.<br />
&#8220;Wooyoung oppa, aku dan Minho oppa harus pergi sekarang.&#8221;<br />
&#8220;Iya Wooyoung, aku rasa kalau pergi terlalu siang nanti akan panas,&#8221; Minho oppa menambahi.<br />
&#8220;Oke. Have a nice day ya,&#8221; ujar Wooyoung oppa.<br />
&#8220;Ne. Kami permisi dulu semuanya.&#8221;<br />
Aku dan Minho oppa pun akan memulai perjalanan yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku dan Minho oppa berhenti di tempat yang sangat indah. Bunga berwarna kuning terhampar luas disana.<br />
Kami pun banyak menghabiskan waktu dengan mengobrol tentang masa lalu kami. Saat ini aku merasa sangat dekat Minho oppa. Aku seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Dia memiliki dongsaeng namja bernama Jeongmin yang ternyata seumuran denganku. Tiba-tiba ada SMS masuk.</p>
<p>From: ……<br />
To: Suzy</p>
<p><strong>Annyeonghaseyo Suzy <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>From: Suzy<br />
To: ……..</p>
<p><em><strong>Annyeonghaseyo</strong></em><br />
<em><strong> Maaf, ini siapa ya?</strong></em></p>
<p>From: …..<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Jaejin imnida. Kau mengingatku kan?</strong></em></p>
<p>Ah iya aku ingat. Dia namja yang daritadi melihatku. Pasti dia tau nomorku dari Wooyoung oppa, gumamku. Aku lalu menyimpan nomornya.</p>
<p>From: Suzy<br />
To: Jaejin oppa</p>
<p><em><strong>Ada apa oppa?</strong></em></p>
<p>From: Jaejin oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><strong><em>Kau sedang apa Suzy? Kau dimana?</em></strong></p>
<p>From:Suzy<br />
To: Jaejin oppa</p>
<p><em><strong>Aku sedang bersama dengan Minho oppa di taman bunga.</strong></em></p>
<p>Setelah itu Jaejin oppa tidak membalasnya. Aku pun juga tidak terlalu memikirkannya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Minho’s POV</strong></p>
<p>&#8220;SMS dari siapa?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Jaejin oppa, temennya Wooyoung oppa tadi,&#8221; jawabnya.<br />
&#8220;Oh&#8230;&#8230;,&#8221; setelah itu aku dan Suzy malah sibuk sendiri. Aku lalu berinisiatif untuk mengajaknya mengobrol kembali.<br />
&#8220;Hmm Suzy, coba kau berdiri disana. Aku akan memotretmu.&#8221;<br />
&#8220;Asik. Oke oppa. Mulai ya.&#8221;<br />
Aku pun mulai memotret berbagai pose dirinya. Suzy benar-benar cantik. Aku benar-benar beruntung bisa mengenalnya dan tentu saja dekta dengannya.<br />
&#8220;Selesai.&#8221;<br />
&#8220;Yah, kenapa cuma sedikit oppa?&#8221;<br />
&#8220;Kau sedang terlihat jelek Suzy-ah.&#8221;<br />
&#8220;Yah oppa, kau sedang ingin cari masalah denganku hah?&#8221;<br />
Suzy lalu mulai mengejarku yang tentu saja berlari dengan sangat cepat untuk menghindarinya. Suzy tidak menyadari bahwa sebelumnya aku sudah banyak memotretnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari sudah larut malam, aku lalu mengantarkan Suzy pulang ke rumahnya.<br />
&#8220;Gomawo oppa. Aku senang hari ini. Apa kau juga senang?&#8221; tanyanya tersenyum manis padaku.<br />
&#8220;Pastinya. Salam untuk orangtuamu ya.&#8221;<br />
&#8220;Ne oppa. Hati-hati di jalan.&#8221;<br />
&#8220;Ne.&#8221;<br />
Aku lalu berbalik menuju mobilnya namun tiba-tiba aku berbalik lagu ke arah Suzy dan perlahan mencium keningnya lembut.<br />
&#8220;Selamat malam Suzy. Tidur yang nyenyak. Mimpi indah.&#8221;<br />
&#8220;Ne oppa.&#8221;<br />
Suzy-ah, apa kau tahu? Aku rasa aku benar-benar jatuh cinta padamu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Suzy’s POV</strong></p>
<p>Hari ini aku libur sekolah jadi aku bebas hari ini. Aku memutuskan untuk pergi ke toko buku.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo Suzy,&#8221; seseorang menepuk pundakku dari arah belakang.<br />
Aku pun menoleh ke belakang dan ternyata berdiriliah Jaejin oppa sambil tersenyum manis padaku.<br />
&#8220;Annyeonghaseyo Jaejin oppa,&#8221; sapaku tersenyum.<br />
&#8220;Kau sedang mencari buku apa?&#8221;<br />
&#8220;Aku mencari novel. Sudah lama sekali aku tidak membacanya. Oppa sendiri bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Aku mencari buku tentang politik. Namun buku yang aku cari tidak ada.&#8221;<br />
&#8220;Wah oppa, aku mana pernah membaca buku seperti itu.&#8221;<br />
&#8220;Oh ya? Aku suka membacanya. Menarik.&#8221;<br />
&#8220;Oppa pintar, tidak sepertiku. Aku kan babo,&#8221;kataku terkekeh.<br />
&#8220;Haha kau ini lucu ya,&#8221; Jaejin oppa mengetok kepalaku dengan telapak tangannya.<br />
&#8220;Oppa, aku ingin mencari novel di pojok sana. Apa kau mau ikut?&#8221;<br />
&#8220;Ne.&#8221;<br />
Aku pun mencari-cari novel yang aku cari dan untungnya ketemu. Aku lalu menghampiri Jaejin oppa yang berdiri tidak jauh dariku.<br />
&#8220;Bagaimana, kau sudah menemukannya?&#8221;<br />
&#8220;Ne. Ayo kita ke kasir oppa.&#8221;<br />
Setelah membayar novelnya, aku dan Jaejin oppa mampir di Restoran Kimchi.<br />
&#8220;Suzy,&#8221; panggil Jaeji oppa.<br />
&#8220;Ada apa oppa?&#8221;<br />
&#8220;Apakah kau mau pergi nanti malam denganku?&#8221;<br />
&#8220;Hah? Kemana oppa?&#8221;<br />
&#8220;Aku mau manggung di cafe &#8220;Coffee Taste&#8221;.<br />
&#8220;Wah dengan teman-teman oppa yang tadi? FT Island? Wah tentu saja aku mau oppa. SMS saja jika kau ingin menjemputku.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Prok..prok.. Semua orang bertepuk tangan. FT Island, band Jaejin oppa menampilkan perform yang sangat bagus.<br />
&#8220;Oppa, kau keren sekali.&#8221;<br />
&#8220;Gomawo Suzy. Apa kau mau memesan makanan?&#8221;<br />
&#8220;Aku ingin steak ayam. Oppa bagaimana?&#8221;<br />
&#8220;Aku sama saja denganmu.&#8221;<br />
&#8220;Oke.&#8221;<br />
Aku pun memesan 2 steak ayam dan orange juice. Handphoneku berbunyi. Ada SMS masuk.</p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><strong>Kau dimana?</strong></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Aku sedang bersama Jaejin oppa dan teman bandnya, FT Island di Café Coffee Taste. Kenapa oppa? Apa oppa tidak berniat kesini?</strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Hmm tidak apa-apa Suzy. Wah maaf aku juga masih ada urusan jadi aku tidak bisa kesana. Have fun ya, salam untuk semua disana</strong></em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Gomawo oppa, pasti akan aku sampaikan salamnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Author’s POV</strong></p>
<p>Di seberang sana. Yang Suzy tidak tahu. Minho sangat merasa cemburu dan sakit hati.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Suzy’s POV</strong></p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Suzy, apa kau menjadi yeojachinguku?&#8221; tanya Jaejin oppa tiba-tiba sesampainya di depan rumah.<br />
&#8220;Wue? Oppa apa-apaan? Tidak lucu bercandanya.&#8221;<br />
&#8220;Bercanda? Aku tidak bercanda.&#8221;<br />
&#8220;Kita baru kenal oppa. Tidak mungkin kalau kau menyukaiku.&#8221;<br />
&#8220;Aku benar-benar menyukaimu. Apa kau tidak memperhatikannya?”<br />
&#8220;Oppa, maaf.&#8221;<br />
&#8220;Kenapa? Apa kau tidak bisa? Kumohon Suzy,&#8221; pinta Jaejin oppa.<br />
&#8220;Maaf oppa aku tidak bisa. Aku menyukai orang lain.&#8221;<br />
Aku langsung turun dari mobil dan pamit sekenanya pada Jaejin oppa. Aku tidak menyangka ini terjadi.<br />
Aku dengan cepat meng-SMS Minho oppa. Aku harus menceritakan hal ini kepadanya</p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Oppa, tadi Jaejin oppa ‘menembakku’</strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Wue? Apa kau serius? Lalu kau jawab apa</strong></em> ?</p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Aku tidak menyukainya oppa. Jadi aku tidak menerimanya. Aku menyukai orang lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Siapa yang kau suka Suzy? Kenapa kau tidak bercerita padaku? Kau sekarang main rahasia-rahasiaan ya?</strong></em></p>
<p>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Kalau soal ini aku masih tidak bisa memberitahumu oppa. Maaf. Aku sudah ngantuk nih oppa. Besok saja kita lanjut SMS-annya ya?</strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Ne. Besok malam aku ingin bertemu denganmu di pantai. Apa kau bisa?</strong></em></p>
<p><em><strong></strong></em>From: Suzy<br />
To: Minho oppa</p>
<p><em><strong>Oke. SMS aku saja besok oppa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Minho oppa<br />
To: Suzy</p>
<p><em><strong>Tenang saja. Selamat malam Suzy. Mimpi indah ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>“Andai saja kau tau orang yang aku suka itu kau, Minho oppa,” kataku lirih dalam hati.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Author’s POV</strong></p>
<p>Sedangkan Minho di seberang sana berseru, &#8220;Syukurlah kau tidak menerimanya. Jika kau menerimanya aku bisa gila. Berarti aku masih ada kesempatan untuk memilikimu. Suzy-ah, apakah aku orang yang kau sukai itu?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Suzy’s POV</strong></p>
<p>Aku menunggu Minho oppa dan duduk di pasir pantai. Dia telat 15 menit dari janjinya. Tumben sekali. Selama ini jika janjian dengannya dia selalu tepat waktu.<br />
&#8220;Dor,&#8221; tiba-tiba Minho oppa mengagetkanku.<br />
&#8220;Yah oppa. Kenapa kau telat?&#8221;<br />
&#8220;Maaf Suzy, tadi aku ada urusan mendadak.&#8221;<br />
&#8220;Oke tidak apa-apa oppa,” kataku tersenyum.<br />
“Oh ya, aku ada ini untukmu,” Minho oppa memberikanku setangkai mawar putih. Entah mengapa tiba-tiba aku mengingat Taemin oppa.<br />
&#8220;Kau kenapa? Apa kau tidak suka?&#8221;<br />
&#8220;Wah tidak, aku suka sekali. Gomawo oppa. Kenapa kau bisa tahu kalau mawar putih adalah bunga favoritku? Sejauh ini yang tahu kalau aku menyukai mawar putih hanya Taemin oppa. Jadi aku mendadak teringat lagi padanya,” kataku lirih.<br />
&#8220;Maaf Suzy. Aku tidak bermaksud seperti itu,&#8221; Minho oppa tampak menyesal.<br />
&#8220;Tidak apa-apa oppa. Sudah lupakan saja.&#8221;<br />
&#8220;Oh ya Suzy, kau tunggu disini sebentar ya. Jangan kemana-mana. Oke?&#8221;<br />
&#8220;Ne.&#8221;<br />
Minho oppa mulai menulis sesuatu di pasir dengan sebatang kayu. Panjang sekali, pikirku. Apa yang dia buat?<br />
&#8220;Suzy-ah,” panggil Minho oppa sambil berteriak.<br />
&#8220;Ada apa oppa ?&#8221;<br />
&#8220;Coba kau kesini. Cepat.&#8221;<br />
Aku pun berlari menuju tempat itu lalu aku perlahan membaca dengan kaget apa yang Minho oppa tulis di pasir dengan huruf kapital.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>SUZY, AKU INGIN KAU MENJADI YEOJACHINGUKU. MAUKAH KAU MENERIMAKU? AKU MENCINTAIMU.</strong></p>
<p>Wue? Mimpi apalagi ini? Aku pun menepuk pipiku dan mencubitnya dan ternyata ini memang nyata, bukan mimpi belaka.<br />
&#8220;Kau kenapa Suzy-ah?&#8221;<br />
&#8220;Tidak oppa. Aku tidak apa-apa.&#8221;<br />
&#8220;Apa kau kaget? Aku cemburu saat tau kalau kau ditembak oleh Jaejin. Apa kau tau aku sakit hati? Untung saja kau tidak menerimanya.&#8221;<br />
&#8220;Oppa, apa yang kau bicarakan?&#8221;<br />
&#8220;Aku bicara fakta, Suzy. Aku mencintaimu. Apakah kau menjadi yeojachinguku? Mungkin ini hal bodoh karena kau telah menyukai orang lain dan aku masih melakukan hal ini. Tapi aku ingin kau tau isi hatiku, apa yang selama ini aku rasakan padamu.”<br />
&#8220;Oppa, apa kau tau siapa yang aku sukai? Itu kau oppa.&#8221;<br />
Minho oppa memandangku kaget. Aku yakin dia shock dengan hal yang baru saja aku katakan. Yah, aku juga harus jujur soal ini tentunya.<br />
&#8220;Jadi, apa kau menerimaku?&#8221;<br />
&#8220;Iya oppa,&#8221; aku lalu tersenyu manis padanya. Hari ini aku senang sekali. Cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Minho oppa pun ternyata juga mencintaiku.<br />
Samar-samar aku mendengar lagu Romantic. Dan seperti biasa, aku selalu menangis jika mendengar lagu ini. Minho oppa lalu menghampiriku dan duduk di sampingku.<br />
&#8220;Gomawo Suzy. Apa kau tau yang aku rasakan saat ini? Aku sangat bahagia. Belum pernah aku sebahagia ini Suzy. Aku janji aku akan selalu melindungimu, menjagamu, menyayangimu, dan mencintaimu sepenuh hatiku. Aku akan berusaha untuk tidak pernah mengecewakanmu dan menyakitimu. Jadi aku mohon, kau jangan lagi suka menangis seperti ini. Aku tau ini pasti berat untukmu tapi aku yakin kau bisa kuat menghadapi semuanya. Aku akan jadi yang terbaik untukmu Suzy-ah. Aku janji.&#8221;<br />
Aku pun menghapus air mataku. Taemin oppa, tidak apa-apa kan kalau aku berpacaran dengan Minho oppa? Kau merestui hubunganku dengannya kan? Aku yakin dia yang terbaik untukku saat ini. Aku yakin sia bisa menjagaku sepertimu menjagaku dulu. Kau bahagia kan disana? Aku yakin disana kau sangat bahagia dan sedang tersenyum melihatku disini.<br />
Aku janji bagaimanapun juga aku tidak akan pernah melupakanmu. Kau akan selalu ada di hatiku, Lee Taemin oppa. Air mataku pun tumpah, aku tidak bisa menahannya. Minho oppa lalu memelukku.<br />
&#8220;Gomawo Minho oppa.&#8221;<br />
Kembang api terlihat di langit yang gelap itu dan sangat indah. Kembang api itu berbentuk hati.<br />
&#8220;Saranghaeyo Suzy. Ingat semua janjiku padamu ya,&#8221; Minho oppa menatapku tajam.<br />
&#8220;Ne. Aku akan selalu mengingat janjimu oppa. Nado saranghae Minho oppa.&#8221;<br />
Kehidupan baruku pun dimulai lagi. Semoga awal yang indah ini nantinya akan berakhir indah juga.</p>
<p style="text-align:center;">THE END</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=188&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/19/romantic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/no.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">no</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teardrops In The Rain</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/10/teardrops-in-the-rain/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/10/teardrops-in-the-rain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 15:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hyorin]]></category>
		<category><![CDATA[Key]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[SISTAR]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Sooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Title: Teardrops In The Rain Author: dwiananing Length: Oneshot Main Cast: Sooyoung SNSD &#38; Kyuhyun Super Junior Minor Cast: Key SHINee, Hyorin SISTAR Genre: Angst, Romance, Friendship Rating: G Author’s POV &#8220;Oppa, kau mau kemana?&#8221; tanya Sooyoung pada Kyuhyun. &#8220;Aku mau ke rumah Key sebentar. Kau mau ikut Soo?&#8221; &#8220;Hmm aniyo. Aku di rumah saja. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=178&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/pageh.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-179" title="pageh" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/pageh.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p>Title: Teardrops In The Rain</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Oneshot</p>
<p>Main Cast: Sooyoung SNSD &amp; Kyuhyun Super Junior</p>
<p>Minor Cast: Key SHINee, Hyorin SISTAR</p>
<p>Genre: Angst, Romance, Friendship</p>
<p>Rating: G</p>
<p><span id="more-178"></span></p>
<p><strong>Author’s POV</strong></p>
<p>&#8220;Oppa, kau mau kemana?&#8221; tanya Sooyoung pada Kyuhyun.</p>
<p>&#8220;Aku mau ke rumah Key sebentar. Kau mau ikut Soo?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm aniyo. Aku di rumah saja. Aku harus menjaga Omma yang sedang sakit,&#8221; kata Sooyoung tersenyum kecil, wajahnya terlihat pucat.</p>
<p>&#8220;Kau sepertinya juga sakit?&#8221; Kyuhyun memperhatikan wajah Sooyoung yang lain dari biasanya.</p>
<p>&#8220;Aniyo. Sudah kau pergi saja oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm oke. Jangan lupa jaga kesehatanmu juga ya Soo. Salam buat Omma ya, semoga cepat sembuh.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>Kyuhyun pun berlari meninggalkan Sooyoung ke arah mobilnya yang terparkir rapi di depan pintu rumah Sooyoung. Kyuhyun perlahan masuk ke mobil dan mengemudikannya dengan sangat cepat. Aku menghela nafas panjang.</p>
<p>&#8220;Sampai kapan kau akan membohongiku oppa? Sampai kapan?&#8221; Sooyoung pun tak dapat menahan tangisnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p><em><strong>Flashback</strong></em></p>
<p>Aku melihat Kyuhyun oppa dengan seorang yeoja. Ya yeoja itu memang sangat cantik. Jika dibandingkan denganku, tentu saja aku tidak ada apa-apanya.</p>
<p>&#8220;Oppa, apa aku terlihat cantik dengan bando ini?&#8221; tanya yeoja itu manja pada Kyuhyun oppa.</p>
<p>&#8220;Cantik. Apa kau mau itu?&#8221; Kyuhyun oppa menawarkan.</p>
<p>&#8220;Ne. Kalau tidak merepotkan oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aniyo. Kau hanya mau yang warna biru? Tidak mau memilih warna yang lain juga?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mau warna hijau juga oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah, ayo ke kasir,&#8221; Kyuhyun oppa menggenggam erat tangan gadis itu.</p>
<p>Mereka tampak serasi. Aku tetap membuntuti mereka kemanapun mereka pergi dan setelah berjalan cukup jauh, mereka berhenti di sebuah cafe. Aku lalu dengan cepat mencari tempat duduk di dekat mereka. Untung saja aku membawa kacamata dan juga topi. Jadi kedokku tidak akan terbongkar. Aku lalu melihat mereka yang sedang mengobrol serius.</p>
<p>&#8220;Oppa, kenapa kau putus dengan Sooyoung onnie? Dia kan orangnya sangat baik,&#8221; tanya yeoja itu penasaran.</p>
<p>Jantungku berdebar kencang. Apa yang yeoja itu tanyakan? Aku? Putus? Aku dan Kyuhyun oppa belum putus. Bahkan sejauh ini hubungan kami baik-baik saja, yah walaupun akhir-akhir ini aku melihat gelagat aneh dari Kyuhyun oppa.</p>
<p>&#8220;Aku dan dia sudah tidak cocok lagi. Sudahlah lupakan hal itu. Berapa kali kau bertanya hal itu padaku? Aku kan sudah punya kau, Hyorin,&#8221; Kyuhyun oppa mencium kening yeoja itu.</p>
<p>&#8220;Gomawo oppa.&#8221;</p>
<p>Aku yang mendengar semuanya langsung pergi dari café itu dengan hati yang teramat sakit.</p>
<p><em><strong>Flashback end</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong></strong></em>***</p>
<p>Andai saja kalau Kyuhyun oppa tahu, aku juga memang sedang sakit. Dan jika dibandingkan dengan Ommaku, penyakitnya tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan penyakitku. Omma hanya sakit kepala biasa sedangkan aku divonis mengidap penyakit Tumor Otak, penyakit yang dulu pernah diderita oleh Kakekku dan merenggut nyawanya 10 tahun lalu. Tentu saja ini penyakit yang sangat menyeramkan bagiku.</p>
<p>Aku tidak ingin menceritakan hal ini pada Kyuhyun oppa. Karena tentu saja aku takut kalau dia malah akan menjauhiku karena penyakit ini.</p>
<p>Makin hari penyakitku makin parah saja. Hari ini setelah tadi Kyuhyun oppa menemuiku, aku muntah darah, lagi dan lagi. Aku dengan cepat meminum semua obat yang diberikan oleh Dokter.</p>
<p>Setelah meminum obat, aku iseng menelepon Key untuk memastikan apa benar kalau Kyuhyun oppa ada di rumahnya.</p>
<p>“Yobosaeyo,” sapaku</p>
<p>“Yobosaeyo,” jawab Key.</p>
<p>“Key, apa Kyuhyun oppa sedang ada di rumahmu sekarang?”</p>
<p>“Hah? Kyuhyun hyung? Dia tidak ada disini noona. Aku bahkan baru saja datang dari latihan untuk comebackku,” jawabnya yang membuatku hanya bisa geleng kepala.</p>
<p>“Oh ya sudah, gomawo Key,” kataku lalu menutup teleponnya.</p>
<p>Benar sekali feelingku bahwa dia hari ini akan pergi dengan yeoja itu lagi. Yang aku tahu, ternyata yeoja itu adalah adik kelas Kyuhyun oppa saat SMA dulu dan mereka akhir-akhir ini memang sangat dekat.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari demi hari berlalu begitu saja. Hari ini aku cek-up ke Rumah Sakit karena kondisiku yang makin parah. Omma yang selama ini selalu mengantarkanku ke Rumah Sakit karena Appaku sedang bertugas di Indonesia. Appa sudah bekerja disana selama 2 tahun dan pulang hanya saat hari libur akhir tahun. Tentu saja Appa tahu penyakitku, Appa juga tahu hari ini aku akan ke Rumah Sakit dan Appa selalu mendoakan yang terbaik untukku dan berkata suatu hari aku akan bisa sembuh. Semoga saja Appa.</p>
<p>Setelah beberapa jam cek-up, Omma dan Dokter berbincang sejenak, aku tidak diperbolehkan untuk ikut ke dalam ruangan itu. Aku hanya menunggu di luar ruangan yang sangat sepi ini.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s Omma POV</strong></p>
<p>“Dok, bagaimana keadaan anak saya?” tanyaku pada Dokter yang duduk di depanku.</p>
<p>“Keadaan Sooyoung makin buruk saja. Apa dia sedang ada masalah dan sering memikirkan masalah itu? Aku mohon ingatkan padanya, jangan terlalu suka memikirkan banyak hal yang akan membuatnya tambah sakit. Aku bisa melihat dari sorot matanya, terlihat adanya tekanan batin di dalam dirinya,” kata Dokter.</p>
<p>“Dia memang sedang ada masalah dengan namjachingunya. Namjachingunya sepertinya sedang selingkuh. Tentu saja dia memikirkan hal itu terus. Aku sudah mengingatkannya tapi tetap saja Sooyoung seperti itu. Akhir-akhir ini namjachingunya juga tidak pernah menghubunginya, bahkan menemuinya pun tidak. Setiap malam dia selalu menangis, aku tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya,” aku menangis di hadapan Dokter. Dokter itu lalu menenangkanku.</p>
<p>“Hidup Sooyoung tidak lama lagi, Bu. Aku mohon buatlah Sooyoung bahagia di sisa hidupnya. Tumor Otak yang dia derita sudah semakin ganas saja. Tumor itu sudah menggerogoti hampir sebagian dari tubuhnya. Lama-kelamaan anggota tubuhnya bisa saja lumpuh,” kata Dokter itu yang membuatku tangisanku makin keras.</p>
<p>“Dokter, tidak adakah harapan sembuh untuk Sooyoung? Aku mohon Dokter, dia anakku satu-satunya. Aku hanya punya dia. Anak yang sangat aku cintai,” aku memegang tangan Dokter itu, berharap bahwa jawaban “ada” adalah jawabannya.</p>
<p>“Maaf Bu, penyakit Sooyoung sudah sangat parah. Bahkan bukan saya saja, semua Dokter sudah turun tangan, namun tentu saja aku dan tim Dokter lainnya akan berusaha sebaik mungkin. Seminggu lagi operasi tahap awal akan dimulai, bagaimana Bu?” tanya Dokter memastikan.</p>
<p>“Baiklah, semua demi kesembuhan anakku,” kataku sambil menghapus air mata lalu bersalaman dengan Dokter itu, aku keluar ruangan dan melihat Sooyoung yang tertidur di kursi tunggu.</p>
<p>“Soo, ayo bangun. Omma sudah selesai berbicara dengan Dokter,” kataku sambil menepuk bahunya perlahan.</p>
<p>“Oh ne Omma, maaf aku tadi ketiduran. Aku capek sekali,” kata Sooyoung sambil mengucek-ngucek matanya. Aku melihat wajah cantiknya yang sangat pucat.</p>
<p>“Ya sudah tidak apa-apa. Apa kau lapar Soo? Bagaimana kalau kita makan sup ikan kesukaanmu dulu?” tanyaku sambil tersenyum kepadanya.</p>
<p>“Tentu saja aku mau Omma,” katanya sambil tertawa kecil, “Tumben Omma mau mentraktirku? Biasanya saat awal bulan saja kau akan mengajakku makan diluar.”</p>
<p>“Kali ini Omma dapat tambahan uang Soo, ayolah nanti keburu malam,” aku menarik tangan anak kesayanganku ini, aku mengenggam tangannya erat. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan dia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>“Soo, bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?” tanyaku hati-hati. Raut wajahnya yang tadinya ceria mendadak murung. Aku jadi menyesal menanyakan hal ini padanya.</p>
<p>“Masih seperti kemarin-kemarin Omma. Kyuhyun oppa tidak pernah menghubungiku, terakhir dia menghubungiku seminggu yang lalu. Menemuiku pun yang terakhir saat dia berkunjung ke rumah. Aku tanya teman-temannya, kata mereka Kyuhyun oppa memang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Sudahlah Omma, nanti juga dia akan menghubungiku, atau bahkan menemuiku,” kata Sooyoung tersenyum getir. Aku ingin menangis melihatnya yang masih bisa bersabar dengan Kyuhyun, namja sialan yang berani-beraninya menyakiti hati anakku.</p>
<p>“Kenapa kau tidak menghubunginya langsung Soo? Kenapa mesti lewat teman-temannya?” tanyaku lagi.</p>
<p>“Handphonenya tidak bisa dihubungi Omma. Teman-temannya juga tidak tahu mengapa, mungkin handphone Kyuhyun oppa sedang rusak, jadi otomatis dia juga tidak bisa menghubungiku,” lagi-lagi aku melihat Sooyoung tersenyum getir.</p>
<p>“Dan soal yeoja selingkuhannya, sampai kapan kau akan tahan Soo?”</p>
<p>“Omma. Kumohon jangan bahas itu. Yeoja itu memang dekat dengan Kyuhyun oppa, tapi hanya sebatas sahabat. Mengertilah Omma,” katanya sambil menunduk.</p>
<p>“Soo, jangan bohongi dirimu seperti itu. Ada hubungan khusus kan Kyuhyun dengan yeoja itu? Sudahlah, putuskan saja dia. Masih banyak namja yang jauh lebih baik dari dia Soo, yang lebih menyayangimu dan tak akan menyia-nyiakan kau seperti ini. Apa kau tahu apa yang Omma rasakan? Hati Omma sakit, melihatmu yang sudah sakit seperti ini, kau juga harus berurusan dengan namja yang kurang ajar seperti Kyuhyun. Umurmu tidak lama lagi Soo, Omma tidak ingin kau pergi dari dunia ini,” kataku yang sudah tidak dapat menahan tangisku.</p>
<p>Aku melihat Sooyoung yang menatapku bingung. Aku rasa aku sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak aku ungkapkan padanya.</p>
<p>“Apa kata Omma tadi? Umurku tidak akan lama lagi? Apa aku tidak akan sembuh? Jawab Omma, jawab aku,” Sooyoung menguncang-guncangku tubuhku. Aku tidak bisa berkata apa-apa.</p>
<p>“Soo, aku sepertinya memang harus mengatakan hal ini padamu. Kata Dokter tadi, umurmu tidak akan lama lagi. Maka dari itu aku ingin kau menghabiskan sisa hidupmu dengan berbagai hal yang membuatmu bahagia, bukan tertekan seperti ini Soo, Omma mohon lupakan namja sialan itu. Omma mohon,” aku lalu memeluknya erat. Sooyoung menangis sangat kencang di pelukanku. Semua orang yang ada di kedai sup ini sudah memperhatikan kami namun aku tidak peduli.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Sooyoung’s POV</strong></p>
<p>Aku sudah sampai di rumah dan masih memikirkan kata-kata Omma tadi yang membuatku menangis sangat kencang.</p>
<p><em><strong>Umurmu tidak lama lagi Soo, Omma tidak ingin kau pergi dari dunia ini.</strong></em></p>
<p>Umurku. Tidak. Akan. Lama. Lagi.</p>
<p>Ya, 5 kata itu membuatku benar-benar tidak bisa tidur. Aku memang merasa penyakitku ini makin parah. Tiada hari tanpa sakit kepala yang kuderita, tiada hari tanpa muntah darah yang aku keluarkan. Namun dari hati kecilku aku masih berharap kalau aku bisa sembuh. Aku bisa menjalani hidup normal seperti remaja lainnya.</p>
<p>Dan Kyuhyun oppa, ternyata tidak menghubungiku juga malam ini. Aku berinisiatif untuk menghubunginya dan ternyata handphone aktif, aku masih menunggu nada sambung dan teleponku pun diangkatnya, namun yang kudengar kali ini adalah suara seorang yeoja.</p>
<p>“Yobosaeyo,” sapa yeoja itu.</p>
<p>“Yobosaeyo,” jawabku.</p>
<p>“Hmm nugu?” tanyanya.</p>
<p>“Aku yeojachingu Kyuhyun oppa,” jawabku mantap.</p>
<p>“Eh maaf? Apa aku tak salah dengar? Aku ini yeojachingunya tahu. Dasar yeoja tidak tahu diri. Oppa, ini ada yang menelepon, dia berkata bahwa dia yeojachingumu,” kata yeoja itu berteriak. Namun sebelum Kyuhyun oppa menjawab teleponku. Aku dengan cepat memutuskan sambungan telepon itu. Aku rasa apa yang dikatakan Ommaku benar adanya, aku harus memutuskan Kyuhyun oppa secepatnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Seminggu berlalu, entah mengapa aku masih susah untuk memutuskan Kyuhyun oppa. Aku terlalu mencintainya. Lagipula aku dan dia sudah berpacaran 4 tahun lamanya. Aku bisa mengerti mungkin ada rasa bosan yang melanda dirinya, namun mengapa selama ini pelampiasannya?</p>
<p>Aku dan Ommaku menyiapkan segala yang aku butuhkan nanti di rumah sakit. Ya hari ini operasiku akan dilakukan. Untuk mengangkat tumor di otakku tentunya. Aku juga sudah tahu tentang para Dokter yang sudah banyak turun tangan menanganiku. Namun aku tidak menyerah, semangatku untuk tetap hidup sangat besar.</p>
<p>Aku mengecek handphoneku, Kyuhyun oppa sama sekali tidak menghubungiku semenjak kejadian minggu lalu untuk sekadar minta maaf saja. Aku lalu bergegas berangkat ke Rumah Sakit bersama Ommaku. Appaku juga akan datang hari ini, tentu saja aku sangat senang. Keluargaku akan menemaniku di hari yang menyeramkan ini.</p>
<p>Sesampainya di Rumah Sakit, aku langsung menuju ruang UGD, aku mengganti pakaianku tentu saja, aku lalu berbaring di tempat tidur yang sebenarnya sangat nyaman itu, namun bisa saja akan menjadi tempat terakhirku nanti. Selang mulai terpasang dimana-mana. Aku pun mendapatkan suntikan bius agar aku tidak akan merasa sakit nantinya. Bius total. Dimana selama itu aku seperti orang mati.</p>
<p>Operasi berjalan lancar dan memakan waktu 12 jam. Waktu yang sangat lama bukan. Dan syukurlah, aku masih hidup. Walaupun aku masih bisa merasakan sakit yang amat sangat. Aku memilih beristirahat sejenak.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku terbangun di tengah malam. Kepalaku terasa sakit lagi. Lebih sakit dari yang sebelumnya. Ada apa sebenarnya? Bukankah operasiku lancar? Bukankah aku sudah sembuh?</p>
<p>Aku melepas infusku secara paksa. Sakit pasti namun aku tidak peduli. Aku lalu bangun dari tempat tidur. Omma dan Appa ternyata sedang tidur. Aku merasa beruntung karena tentu saja aku ingin pergi sebentar dari tempat ini, ya hanya sebentar saja. Entah mengapa saat ini juga, detik ini juga, aku ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa. Aku merasa ada yang aneh pada diriku. Aku rasa umurku memang tidak akan lama lagi.</p>
<p>Aku bergegas berganti baju, tentu saja aku tidak bisa keluar dengan baju pasien seperti yang tadi aku pakai. Bisa ketahuan nanti oleh satpam yang menjaga.<br />
Aku sama sekali tidak memakai jaket. Ya aku hanya memakai pakaian seadanya, t-shirt dan juga celana panjang. Aku memakai bedak dan lipbalm agar tidak kentara sekali mukaku yang pucat ini. Selanjutnya aku pelan-pelan membuka pintu dan berjalan pelan di lorong rumah sakit. Akhirnya aku sampai di gerbang Rumah Sakit dan ternyata sang satpam sedang tidak ada. Sekali lagi, aku merasa beruntung. Aku cepat-cepat lari darisana.</p>
<p>Ditengah jalan, aku merasa kepalaku sakit lagi. Aku berjalan terseok sambil memegangi kepalaku. Aku pukul-pukul kepalaku karena tak tahan dengan sakitnya.</p>
<p>Sial, hujan turus dengan sangat deras. Tidak ada tempat berteduh di dekat sini. Aku hanya bisa berdiam diri dibawah pohon yang pastinya tidak bisa benar-benar melindungi diriku. Tubuhku menggigil. Aku juga sendirian sendiri. Aku takut</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>“Annyeonghaseyo hyung,” sapa Key.</p>
<p>“Annyeonghaseyo. Ayo masuk, kenapa hujan-hujan begini kau kesini?” tanyaku bingung.</p>
<p>“Apa hyung tidak tahu soal Sooyoung noona?”</p>
<p>“Sooyoung? Dia baik-baik saja kan?” tanyaku. Tapi aku merasa bahwa ada hal yang buruk sudah terjadi.</p>
<p>“Sooyoung noona hari ini operasi Tumor Otak hyung. Aku tadi sudah mengunjunginya. Tapi kenapa hyung sama sekali tidak datang?”</p>
<p>Aku tertohok. Sooyoung punya penyakit Tumor Otak? Kenapa aku bisa tidak tahu hal sepenting ini? Betapa bodohnya aku. Aku memang namja bodoh.</p>
<p>“Aku… ,”</p>
<p>“Kenapa tidak menjawab hyung? Apa hyung selama ini masih berhubungan dengan Hyorin? Jadi selama ini hyung tidak pernah memperhatikan Sooyoung noona? Hyung selingkuh dari Sooyoung noona? Sebenarnya hyung manusia apa bukan?” aku melihat raut wajah Key yang tampak emosi. Dia mendekat padaku dan sebuah pukulan mendarat di pipiku. Pukulan itu terlalu keras bagiku. Rasanya sangat sakit.</p>
<p>“Maafkan aku,” kataku pelan sambil masih menahan sakit.</p>
<p>“Kenapa kau minta maaf padaku hyung? Harusnya hyung minta maaf pada Sooyoung noona. Sooyoung noona itu yeoja yang sangat baik. Dia juga pintar. Kenapa kau menyia-nyiakannya hyung? Kalau saja aku bisa memutar waktu, aku akan menjaganya hyung. Tidak akan kubiarkan Sooyoung noona berpacaran dengan namja bajingan sepertimu,” kata Key menatapku tajam. Aku melihat matanya berkaca-kaca. Baru pertama kali aku melihat Key menangis seperti ini.</p>
<p>“Kau… menyukai Sooyoung?” tanyaku dengan tatapan tidak percaya.</p>
<p>“Ne. Aku menyukainya hyung. Bahkan mencintainya. Aku menahan diri selama ini karena aku masih memandangmu hyung. Tapi hyung malah seperti ini. Aku menyesal. Apa hyung tahu? Sooyoung noona sudah mengidap penyakit ini dari kecil. Apa kau benar-benar tidak pernah memperhatikannya? Aku tahu dia tidak akan menceritakan hal ini pada hyung karena Sooyoung noona takut kau akan meninggalkannya. Dia sangat mencintaimu hyung. Dan soal Hyorin, hyung tahu kan kalau dia itu playgirl? Lihat saja, dia akan memutuskan hyung secepatnya. Mungkin malam ini. Selamat malam hyung, aku permisi dulu,” Key lalu pergi dari hadapanku. Aku masih tidak percaya dengan semua yang Key ceritakan padaku. Aku merasa sangat jahat pada Sooyoung.</p>
<p>Aku selingkuh, tentu saja karena aku bosan. 4 tahun berpcaran dengannya, ada rasa ingin memiliki yang lain dan aku menemukan Hyorin, yeoja cantik dan juga berbody sexy. Dia adik kelasku saat SMA dulu dan aku bertemu dengannya saat aku sedang berada di bar.</p>
<p>Namun memang akhir-akhir ini tingkahnya aneh. Jangan-jangan yang Key katakan akan benar terjadi. Ah Kyu pabo, kenapa kau masih sempat-sempatnya memikirkan Hyorin? Kenapa kau tidak memikirkan keadaan Sooyoung saat ini?<br />
Aku lalu iseng membuka handphone dan melihat panggilan masuk dan alangkah kagetnya ternyata Sooyoung ada menghubungiku dan aku yakin kalau tadi yang mengangkat adalah Hyorin. Ah kenapa yeoja itu tidak menceritakan padaku? Aku lalu membuka SMS, ada 1 pesan yang belum terbuka, dan itu pesan tadi pagi, aku membukanya perlahan.</p>
<p><strong><em>From: Sooyoungie</em></strong><br />
<strong><em> To: Kyuhyun oppa~</em></strong></p>
<p><strong><em>Oppa, maaf sebelumnya aku tidak pernah menceritakan tentang hal ini. Aku sudah mengidap penyakit Tumor Otak, sejak aku kecil. Ini penyakit turunan dari Kakekku. Aku takut jika aku menceritakan hal ini padamu, kau akan menjauhiku dan memutuskankku. Aku tidak mau oppa. Aku terlalu mencintaimu.</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku akan menjalankan operasi pengangkatan Tumor hari ini. Aku harap oppa mau datang ya. Aku ada di KyuYoung hospital. Aku akan sangat senang jika kau datang. Oppa, saranghae :*</em></strong></p>
<p>Tanpa terasa air mataku sudah turun. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku memukul tembok degan tanganku. Aku lalu dengan cepat mengambil jaketku dan berlari ke arah Rumah Sakit yang tidak begitu jauh dari rumahku. Aku terlalu bodoh untuk menyadari semua ini.</p>
<p>Aku tetap berlari dengan kencang walaupun hujan turun dengan derasnya. Air mataku sudah menyatu dengan air hujan. Aku berhenti berlari saat aku melihat seorang yeoja sedang terduduk di bawah pohon, sepertinya dia sedang berteduh. Aku menghampirinya dan betapa kagetnya aku karena yeoja itu adalah Sooyoung dan dia terlihat kedinginan, badannya menggigil. Wajahnya pucat, sangat pucat.</p>
<p>“Soo?” panggilku.</p>
<p>“Oppa? Kyuhyun oppa?”</p>
<p>“Ne. Kau sedang apa disini Soo?” tanyaku bingung.</p>
<p>“Aku maunya mencarimu oppa. Aku….,”</p>
<p>“Kenapa Soo?”</p>
<p>“Aku benci padamu oppa. Aku benci. Aku ingin putus darimu. Aku sudah tidak tahan dengan apa yang sudah kau lakukan akhir-akhir ini padaku. Apa kau tidak memikirkan diriku sama sekali? Aku lemah oppa, aku tidak bisa bebas seperti yeoja lain. Aku memang tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan yang Hyorin. Aku ingin putus oppa,” Sooyoung memukul diriku. Aku diam saja. Aku tahu kesalahanku sudah sangat fatal.</p>
<p>“Maafkan aku Soo,” aku tertunduk.</p>
<p>“Kenapa kau gampang sekali berkata maaf oppa? Kenapa?” lagi-lagi Sooyoung memukulku. Dia juga menangis dan tangisan itu bercampur air hujan. Seperti diriku. Aku lalu melepas jaketku dan memasangkan pada tubuhnya yang menggigil hebat itu.</p>
<p>“Sejak kapan kau disini?”</p>
<p>“Baru saja oppa,” katanya pelan. Aku lalu memeluk dirinya. Hujan turun sangat deras. Seolah mengerti tentang apa yang sedang terjadi padaku dan Sooyoung.</p>
<p>“Oppa, apa kau bisa mengantarku ke Rumah Sakit? Badanku sakit semua. Kepalaku sakit sekali oppa,” katanya. Saat dia ingin berdiri, kakinya terlalu lemah. Aku lalu menggendongnya di belakang. Dia bersandar di badanku. Aku bisa merasa tubuhnya yang sangat lemah dan juga dingin. Aku berlari dengan cepat agar Sooyoung bisa cepat sampai di Rumah Sakit.</p>
<p>Sesampainya di Rumah Sakit aku langsung membawanya ke kamar dan langsung menidurkannya. Aku melihat Omma dan Appa Sooyoung yang terlihat sangat panik.</p>
<p>“Anak sialan, kau bawa kemana anakku? Kenapa dia basah kuyup seperti itu?” tanya Omma Sooyoung yang menatapku dengan tatapan seperti ingin membunuhku.</p>
<p>“Tadi aku bertemu dengannya di jalan,” kataku pelan.</p>
<p>“Apa katamu? Sekarang kau cepat pergi dari tempat ini. Aku tidak ingin melihatmu lagi,” kata Omma Sooyoung lagi. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku langsung keluar dari kamar Sooyoung.</p>
<p>Aku memilih duduk diluar dan tiba-tiba saja hapeku bergetar. Ada SMS dari Hyorin. Ah kenapa yeoja ini muncul di saat yang sangat tidak tepat?</p>
<p><em><strong>From: Hyorin</strong></em><br />
<em><strong> To: Kyuhyun oppa</strong></em></p>
<p><em><strong>Oppa, aku sudah bosan denganmu. Kita putus saja ya :p</strong></em></p>
<p>Aku membaca kedua kalimat itu dengan nada terbelalak. Kenapa kata-kata Key tadi benar adanya? Namun tentu saja aku bersyukur karena aku akhirnya bisa putus dengannya. Aku tidak kaget lagi. Lagian aku selama ini dengannya hanya mencari kesenangan sesaat. Yah kesenangan sesaat yang akhirnya membuatku sengsara seumur hidupku. Aku merasa kalau karma berlaku saat ini padaku.</p>
<p>Aku memasukkan hapeku dan tiba-tiba keadaan menjadi genting. Aku melihat Dokter cepat-cepat masuk ke dalam kamar Sooyoung dan Suster-Suster yang tentunya juga panik. Aku memanggil salah satu suster.</p>
<p>“Suster, apa yang terjadi?”</p>
<p>“Sooyoung-ssi tidak sadarkan diri,” katanya lalu bergegas masuk ke dalam kamar Sooyoung.</p>
<p>Aku mohon, Sooyoung akan baik-baik saja. Aku akan menjaganya seperti dulu. Mungkin kalian kira aku tidak mencintai Sooyoung, namun itu sama sekali tidak benar. Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Yah, kebosanan yang melanda diriku membuatku buta akan segalanya. Dan aku mohon Tuhan, berikan aku satu kesempatan lagi, untuk menebus kesalahanku padanya. Tapi sepertinya semua tidak berjalan seperti rencana karena aku selanjutnya mendengar teriakan keras dari Omma dan Appa Sooyoung.</p>
<p>“Sooyoung. Bangun nak, bangun. Kenapa kau secepat ini meninggalkan Omma dan Appa? Kau anak kesayangan kami. Anak satu-satunya. Kenapa kau pergi Soo?” aku bisa mendengar dengan jelas setiap kata-kata dari Omma Sooyoung.</p>
<p>Aku berjalan ke kamar Sooyoung dengan linglung. Pikiranku sangat kacau. Saat aku masuk ke kamarnya. Aku melihat tubuh Sooyoung sudah ditutupi dengan selimut putih. Aku menangis sejadinya dan berteriak kencang.</p>
<p>“Sooyoung. Jangan tinggalkan aku. Maafkan aku.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari ini hari pemakaman Sooyoung. Aku melihat banyak sahabat dan juga teman-temannya datang. Aku juga melihat Key yang sedang berjalan ke arahku.</p>
<p>“Bagaimana hyung? Inikan keinginanmu?” tanyanya sinis.</p>
<p>“Key, aku tahu aku salah tapi tentu saja ini bukan keinginanku. Aku tahu kalau selama ini aku bodoh karena menyia-nyiakannya. Bahkan aku tidak bisa membuatnya bahagia di sisa hidupnya,” kataku.</p>
<p>“Penyesalan memang selalu datang belakangan hyung. Saat kita kehilangan orang itu, baru kita akan merasa menyesal,” kata-kata Key tadi sangat menohok diriku. Tentu saja ini yang sedang aku alami.</p>
<p>“Padahal jika Sooyoung noona sembuh, aku akan mengungkapkan perasaanku hyung. Aku akan melindunginya, menjaganya dan mencintainya sepenuh hati. Tidak sepertimu,” katanya. Aku hanya bisa menelan ludah, “Oh ya, ini ada surat dari Sooyoung noona. Surat ini dibuatnya dulu, saat 2nd anniversary hyung dan Sooyoung noona dulu. Maaf aku menyimpannya sekian lama. Sebenarnya dia menitipkan ini untuk diberikan untukmu hyung, tapi aku terlalu cemburu dan lebih memilih untuk menyimpannya. Tapi tentu saja tidak mungkin aku simpan terus,” katanya lalu menyerahkan amplop biru, warna kesukaanku yang sudah lecek itu. Dia lalu pergi meninggalkanku sendirian di bukit ini. Aku membuka perlahan surat itu dan membaca isinya.</p>
<p><em><strong>Oppa, tidak terasa aku dan kau sudah 2 tahun. Ini rekor pacaran terlamaku loh oppa. Semoga bisa terus sampai 3 tahun dan juga 4 tahun, hmmm dan seterusnya deh.</strong></em></p>
<p><em><strong>Yang pasti aku sangat beruntung memilikimu oppa. Kau itu sosok namja idamanku. Semua ada di dirimu. Dan yang paling penting kita seiman oppa, dan juga oppa orang yang setia. Aku kadang sedih melihat teman-temanku yang di selingkuhi namjachingunya. Dan untungnya kau tidak seperti namjachingu mereka yang jahat itu oppa. Kau janji tidak akan selingkuh kan oppa? Aku tahu itu, kau kan sangat mencintaiku hehe :p</strong></em></p>
<p><em><strong>Hmm oppa juga beruntung memilikiku bukan? Tenang saja aku tidak akan selingkuh oppa. Aku terlalu mencintaimu hehe</strong></em></p>
<p><em><strong>Sekali lagi, happy 2nd anniversary oppa, saranghae :*</strong></em></p>
<p>Aku menangis lagi, ya aku merasa bahwa aku sebenarnya yang harus pergi dari dunia ini, bukan Sooyoung. Sooyoung masih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Aku yang harusnya menderita, bukan dia. Aku lalu meremas surat itu dan berjalan tidak tentu arah. Aku lalu berjalan perlahan di trotoar, aku hendak menyebrang namun saat ingin menyebrang, aku melihat sinar terang yang menyorot wajahku.</p>
<p>Aku lalu merasa badanku sangat ringan. Aku melihat orang mengerumuni diriku. Apa yang sebenarnya terjadi? Yang pasti setelah itu, pandanganku kabur dan lama-lama menjadi gelap. Sepertinya aku menyusul Sooyoung. Wah terjadi sangat cepat. Aku ingin segera meminta maaf padanya. Namun, apakah bisa? Aku rasa aku akan masuk neraka dan Sooyoung masuk surga. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=178&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/10/teardrops-in-the-rain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/pageh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pageh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[2 of 2] Love Like A Fairy Tale</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/02/2-of-2-love-like-a-fairy-tale/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/02/2-of-2-love-like-a-fairy-tale/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 15:42:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[4Minute]]></category>
		<category><![CDATA[Boyfriend]]></category>
		<category><![CDATA[Changmin]]></category>
		<category><![CDATA[Donghyun]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Hyuna]]></category>
		<category><![CDATA[Jessica]]></category>
		<category><![CDATA[Kangin]]></category>
		<category><![CDATA[Krystal]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Joon]]></category>
		<category><![CDATA[MBLAQ]]></category>
		<category><![CDATA[Park Min Young]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Sooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[TVXQ]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Title: Love Like A Fairy Tale Author: dwiananing Length: Drabbles, Series Main Cast: Sooyoung SNSD &#38; Kyuhyun Super Junior Minor Cast: Park Min Young, Krystal f(x), Yuri &#38; Jessica SNSD, Hyuna 4Minute, Kangin Super Junior, Lee Joon MBLAQ, Donghyun Boyfriend, Changmin TVXQ, Genre: Romance, Friendship, Family Rating: PG-13 A/N: FF ini memang terinspirasi dari cerita-cerita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=172&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-173" title="wallpaper_white_1600x1280j" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j.jpg?w=477&#038;h=283" alt="" width="477" height="283" /></a></p>
<p>Title: Love Like A Fairy Tale</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Drabbles, Series</p>
<p>Main Cast: Sooyoung SNSD &amp; Kyuhyun Super Junior</p>
<p>Minor Cast: Park Min Young, Krystal f(x), Yuri &amp; Jessica SNSD, Hyuna 4Minute, Kangin Super Junior, Lee Joon MBLAQ, Donghyun Boyfriend, Changmin TVXQ,</p>
<p>Genre: Romance, Friendship, Family</p>
<p>Rating: PG-13</p>
<p>A/N: FF ini memang terinspirasi dari cerita-cerita di negeri dongeng <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Part 1 <a href="http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/1-of-2-love-like-a-fairy-tale/">KLIK DISINI YA!</a></p>
<p><span id="more-172"></span></p>
<p><strong>CINDERELLA</strong></p>
<p>“Pangeran sudah datang, ayo cepat kalian berdandannya,” seru Park Min Young, Eomma dari Jessica Jung dan Krystal Jung.</p>
<p>“Eomma, kami sudah kelihatan cantik kan?” tanya Jung Sister berbarengan.</p>
<p>“Tentu saja. Kalian selalu terlihat cantik anak-anakku. Ayo cepat turun.”<br />
Park Min Young dan Jung Sister lalu menemui Cho Kyuhyun, sang Pangeran yang ditemani oleh asistennya, Lee Sungmin, di ruang tamu.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.”</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Jessica Jung imnida,” sapa yeoja kecil yang mengenakan dress berwarna merah menyala.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Krystal Jung imnida,” kini gantian yeoja yang berperawakan cukup tinggi dan mengenakan dress warna putih yang mengenalkan diri.</p>
<p>“Baiklah. Kami tidak ingin membuang waktu sia-sia. Kalian sudah tahu kan kalau Pangeran Kyuhyun sedang mencari pemilik sepatu kaca ini?” tanya Sungmin lalu mengeluarkan salah satu pasang sepatu kaca dari kotak putih yang berukuran sedang.</p>
<p>“Tentu saja. Pasti salah satu anakku akan ada yang cocok kakinya dengan sepatu kaca itu,” kata Park Min Young bangga. Jung Sister hanya tertawa cecikikian di belakang Eommanya.</p>
<p>“Ayo, siapa yang ingin mencobanya duluan?” tanya Sungmin.</p>
<p>“Aku,” kedua kakak-adik itu sama-sama mengangkat tangan dan saling berebutan untuk memakai sepatu kaca itu.</p>
<p>“Eh aku duluan,” seru sang kakak, Jessica.</p>
<p>“Aku duluan Jessica onnie. Kakiku yang paling pas untuk memakai sepatu kaca itu. Telapak kakimu kan kecil dan pendek onnie, sedangkan sepatu kaca itu ukurannya lumayan panjang,” teriak Krystal.</p>
<p>“Oh ya? Kenapa kau pede sekali? Aku yang pas mengenakan sepatu kaca itu. Dasar dongsaeng tidak tahu malu,” kata Jessica berapi-api.</p>
<p>“Kau juga tidak tahu malu onnie,” kata Krystal lalu menatap onnienya sangar.</p>
<p>“Yah yah hentikan. Kenapa kalian berdua malah berantem seperti anak kecil?” kali ini Kyuhyun yang berbicara. “Coba Jessica-ssi yang mencoba duluan.”</p>
<p>“Ne. Gomawo Kyuhyun-ssi,” kata Jessica malu-malu lalu duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Sungmin lalu memasangkan sebelah sepatu kaca yang tertinggal itu pada telapak kaki sebelah kiri Jessica. Namun ternyata sepatu kaca itu terlalu besar untuknya.</p>
<p>“Tuh kan bukan kau onnie,” kata Krystal lalu memerong-kan lidahnya.</p>
<p>“Iya bukan Jessica-ssi pemilik sepatu kaca ini,” kata Sungmin. “Coba sekarang Krystal-ssi yang mencoba sepatu kaca ini.”</p>
<p>Krystal lalu duduk di kursi dan mulai memakaikan sepatu kaca itu pada kaki kirinya. Namun lagi-lagi, sepatu kaca itu masih longgar di kaki Krystal.</p>
<p>“Maaf, ternyata bukan kalian berdua pemilik sepatu kaca ini,” kata Sungmin lalu mulai memasukkan sepatu kacanya itu kembali ke kotaknya.</p>
<p>“Eh tidak mungkin, Anakku Krystal tadi pas memakai sepatu kaca itu,” bantah Park Min Young</p>
<p>“Maaf Min Young-ssi, tadi sepatu kaca itu masih agak longgar dipakai di kaki Krystal-ssi,” kata Sungmin.</p>
<p>Sungmin tiba-tiba melihat sesosok yeoja cantik yang sedang mengepel lantai di dekatnya. Namun Jung Sister langsung berjalan ke arah yeoja itu dan terlihat sengaja menutup-nutupi yeoja itu.</p>
<p>“Mengapa kalian menutup-nutupi dia? Memangnya dia siapa?” tanya Sungmin sambil menunjuk-nunjuk yeoja yang berada di balik Jung Sister itu.</p>
<p>“Dia hanya pembantu di rumah ini,” kata Jessica sambil tetap menutupi yeoja itu.</p>
<p>“Iya. Dia bukan siapa-siapa. Dia tidak mungkin datang ke pesta itu. Dia kan sibuk membersihkan rumah malam itu,” Krystal menimpali.</p>
<p>Namun sang Pangeran tampaknya tidak peduli dengan kata-kata dari Jung Sister. Kyuhyun malah menyuruh yeoja itu untuk berdiri, bahkan Kyuhyun memegang tangan sang yeoja untuk membantunya berdiri. Jung Sister lalu dengan cepat berjalan kea rah Eomma mereka.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.”</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Choi Sooyoung imnida,” jawab sang yeoja yang terus menunduk tanpa memandang sang Pangeran.</p>
<p>“Bolehkah aku memakaikan sepatu kaca ini di kakimu?” tanya Kyuhyun lalu meminta Sungmin untuk membuka kembali kotak yang berisi sepatu kaca tersebut dan memberikannya pada Kyuhyun.</p>
<p>“Maaf Kyuhyun-ssi, tapi aku tidak datang ke pesta itu. Jadi aku tidak mungkin cocok dengan sepatu kaca itu,” kata Sooyoung sambil menunjuk sepatu kaca yang ada di tangan Kyuhyun.</p>
<p>“Tidak ada salahnya untuk mencoba kan?”</p>
<p>Kyuhyun lalu memakaikan sepatu kaca sebelah kiri itu pada telapak kaki Sooyoung yang panjang. Dan ternyata, sepatu kaca itu sangat pas di kaki Sooyoung. Kyuhyun tersenyum melihat Sooyoung sedangkan Sooyoung hanya bisa tetap tertunduk.</p>
<p>“Kau…..,” teriak Park Min Young marah, bagaimana bisa kau ke pesta itu hah? Pangeran, aku yakin bukan dia, mungkin hanya kebetulan sepatu kaca ini seukuran dengan kaki Sooyoung. Jung Sister juga terlihat meyakinkan Kyuhyun dan juga Sungmin kalau bukan Sooyoung pemilik sepatu kaca itu. Namun lagi-lagi, Kyuhyun tetap tidak memedulikan apa kata Park Min Young dan juga Jung Sister itu.</p>
<p>“Sooyoung, bisakah aku melihat pasangan dari sepatu kaca ini?” tanya Kyuhyun yang dijawab anggukan oleh Sooyoung. Sooyoung lalu mengeluarkan sepatu kaca sebelah kanan itu dari kantong celemeknya.</p>
<p>“Ini Kyuhyun-ssi,” kata Sooyoung lalu akhirnya berani menatap Kyuhyun.</p>
<p>Kyuhyun tidak mengambil sepatu kaca dari tangan Sooyoung, namun dia langsung memeluk yeoja yang ada di depannya ini.</p>
<p>“Akhirnya, setelah beberapa hari ini aku dan Sungmin berkenala mencari tahu siapa pemilik sepatu kaca ini, aku menemukanmu juga. Apa kau mau menikah denganku?” tanya Kyuhyun sambil melepas pelukannya dan menatap Sooyoung tajam. Sooyoung langsung terdiam dan sangat kaget dengan perkataan Kyuhyun.</p>
<p>“Apa maksud Pangeran?”</p>
<p>“Jadi, setelah menemukan siapa pemilik sepatu ini, aku akan menikahinya. Kau mau kan?” tanya Kyuhyun lalu memegang tangan Sooyoung erat dan menciumnya.</p>
<p>“Ya, aku mau Kyuhyun-ssi,” jawab Sooyoung yang diikuti suara tepuk tangan dari Sungmin. Kyuhyun langsung memeluk Sooyoung lagi. Sedangkan Park Min Young, ibu tiri Sooyoung, dan kedua anaknya, hanya bisa memandang miris pemandangan romantis di depan mereka.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>ALADDIN</strong></p>
<p>Sooyoung merupakan putri dari Sultan kaya, Kangin. Kangin ingin agar putri semata wayangnya menikah dengan Pangeran Changmin, Pangeran yang sombong dan egois.</p>
<p>“Appa, aku tidak mau menikah dengan Changmin-ssi. Kau tahu kan kalau dia namja yang tidak baik? Apa Appa rela namja sepertinya menikahiku? Appa benar-benar tega,” kata Sooyoung lalu perlahan berlari keluar istana dan berjalan tak tentu arah.</p>
<p>Sesampainya di pasar, Sooyoung melihat seorang anak kecil yang terus memegangi perutnya dan terus menatap Sooyoung. Sooyoung yakin kalau anaj kecil itu kelaparan. Sooyoung lalu mengambil anak kecil di depannya.</p>
<p>“Ini makanlah, aku yakin kau kelaparan.”</p>
<p>“Kansahamnida noona.”</p>
<p>Anak kecil itu lari dan perlahan menghilang dari pandangan Sooyoung. Sooyoung melanjutkan perjalanannya menelusuri pasar namun seseorang mencolek bahunya.</p>
<p>“Nona, kau belum membayar apel yang tadi kau ambil,” kata namja separuh baya itu pada Sooyoung. Ya dialah pedagang yang tadi Sooyoung ambil apelnya.</p>
<p>“Maafkan aku. Aku tidak membawa uang,” kata Sooyoung merasa bersalah.</p>
<p>“Lalu kenapa kau mengambil apel itu? Kau benar-benar cari masalah denganku. Aku akan menghukummu dan mengamputasi tanganmu,” seru sang pedagang yang sangat marah lalu kembali ke kedainya dan mengambil sebilah pisau. Sooyoung menangis. Dia benar-benar ketakutan sekarang. Namun dari arah berlawanan datang seorang anak jalanan bernama Kyuhyun. Dengan langkah cepat dia berdiri di samping Sooyoung dan menenangkannya.</p>
<p>“Maafkan aku ahjussi, dia dongsaengku dan dia punya penyakit cacat mental. Jadi aku mohon jangan lakukan hal itu padanya,” kata Kyuhyun memohon pada pedagang. “Aku mohon. Aku yang akan membayarnya.”</p>
<p>“Ya sudah. Jaga baik-baik dongsaengmu. Jangan sampai dia melakukan hal ini lagi,” kata pedagang lalu kembali ke kedainya. Kyuhyun lalu membawa Sooyoung pergi ke rumahnya.</p>
<p>“Kau siapa?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>“Choi Sooyoung imnida,” jawab Sooyoung sesenggukan. Dia masih trauma dengan kejadian barusan.</p>
<p>“Cho Kyuhyum imnida. Dan ini kenalkan, monyet kesayanganku.”</p>
<p>Monyet itu turun dari bahu Kyuhyun dan menuju ke arah Sooyoung. Sooyoung sedikit ketakutan saat melihat monyet mendekatinya, “Tenang saja, dia sangat jinak.”</p>
<p>Sooyoung dan Kyuhyun menghabiskan waktu untuk mengobrol tentang banyak hal dan membuat mereka menjadi dekat satu sama lain.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kyuhyun menemukan lampu ajaib dan meminta karpet ajaib. Kyuhyun mengajak Sooyoung menaiki karpet ajaib dan membawa Sooyoung mengelilingi Korea. Sooyoung lama-kelamaan jatuh cinta pada Kyuhyun yang sangat baik dan perhatian padanya. Sooyoung ingin Kyuhyun yang menjadi suaminya kelak, bukan Changmin. Dan tanpa sepengetahuan Sooyoung juga, Kyuhyun jatuh cinta padanya.</p>
<p>“Sooyoung maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun sambil menatap Sooyoung.</p>
<p>“Kau bercanda oppa?”</p>
<p>“Tentu saja aku serius,” kata Kyuhyun lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada Sooyoung dan mencium bibirnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Namun, setelah Sooyoung mengumumkan keputusannya untuk menikah dengan Kyuhyun. Changmin langsung mendekat ke arah Kyuhyun dan memukul wajahnya dengan keras.</p>
<p>“Yah Changmin-ssi, apa yang kau lakukan?” Sooyoung lalu menampar wajah Changmin dengan keras.</p>
<p>“Dia tidak pantas denganmu. Dia hanya namja miskin,” kata Changmin keras.</p>
<p>“Kau tidak mengenalnya. Jadi jangan asal berbicara Shim Changmin.”</p>
<p>Tiba-tiba Kangin datang lalu menghentikan Sooyoung dan juga Changmin, “Apa yang sedang kalian lakukan? Dan kau siapa?” tanya Kangin sambil menunjuk namja yang terkapar lemah di pojok ruangan.</p>
<p>“Dia Cho Kyuhyun, Appa. Namja yang aku cintai. Aku tidak mau menikah dengan bajingan seperti dia,” kata Sooyoung sambil menunjuk-nunjuk Changmin.</p>
<p>“Yah Kangin-ssi. Ingat dengan janjimu kalau kau akan menikahkanku dengan Sooyoung-ssi,” kata Changmin menatap marah pada Kangin.</p>
<p>“Maafkan aku Changmin-ssi, sepertinya aku akan lebih menuruti keinginan anakku. Maafkan aku,” kata Kangin yang membuat Changmin geram.</p>
<p>“Bagaimana bisa kau tidak menetapi janjimu? Kau..”</p>
<p>Changmin sudah ingin memukul Kangin namun Kyuhyun menahan tangan Changmin, “Hadapi aku dulu, Changmin-ssi,” Kyuhyun dengan cepat memelintir tangan Changmin dan memukul perutnya dengan keras. Kyuhyun juga memukul wajah Changmin sangat keras. “Kau pantas mendapatkannya.”</p>
<p>Setelah pertarungan yang alot itu, Changmin akhirnya tumbang dan tubuhnya babak belur. Darah segar keluar dari hidungnya. Sooyoung, Kyuhyun dan Kangin tidak memedulikan Changmin lalu berjalan keluar ke arah taman istana.</p>
<p>“Sooyoung, maafkan Appa yang selama ini egois.”</p>
<p>“Tidak apa-apa. Maafkan aku juga Appa,” kata Sooyoung lalu menangis di pelukan Appanya. “Gomawo Appa. Oh ya oppa, kenalkan ini Appaku. Appa, ini Cho Kyuhyun.”</p>
<p>“Annyeonghaseo Kangin-ssi,” sapa Kyuhyun lalu membungkuk sedikit.</p>
<p>“Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi. Sepertinya kau memang namja yang pantas bersanding dengan anak semata wayangku. Jaga dia baik-baik. Aku percaya padamu,” kata Kangin sambil menepuk bahu Kyuhyun pelan.</p>
<p>“Ne Kangin-ssi. Aku pasti akan menjaganya,” jawab Kyuhyun tersenyum ke arah Sooyoung lalu mengenggam tangan Sooyoung erat.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>THE PRINCESS AND THE FROG</strong></p>
<p>Dua orang yeoja cantik bernama Choi Sooyoung dan Kim Hyuna merupakan sahabat baik. Mereka memiliki perbedaan strata yang cukup mencolok. Hyuna yang hidup bergelimangan harta, terbiasa mendengarkan dongeng sebelum tidur tentang seorang Pangeran tampan yang dikutuk menjadi kodok dan kutukan itu hanya dapat dipatahkan oleh ciuman seorang Putri. Hyuna tumbuh dewasa dengan kepercayaan bahwa suatu saat nanti akan ada seorang Pangeran, ataupun seorang kodok, yang datang ke kehidupannya dan membawanya ke dalam dunia dongeng yang lebih indah lagi.</p>
<p>Sooyoung tumbuh di keluarga yang sederhana. Sooyoung terbiasa untuk mendapatkan segala yang dia inginkan dengan usaha sendiri.</p>
<p>”Sooyoung, apa yang kau lakukan? Apa kau sedang berdoa agar impianmu terkabul?” tanya Kangin lalu duduk di samping Sooyoung.</p>
<p>”Ne Appa,” jawab Sooyoung lalu tersenyum ke arah Appanya dan kembali menatap langit.</p>
<p>”Sooyoung, mimpi kita akan terwujud kalau kita mau berusaha. Bukan hanya berdoa pada langit mimpi kita akan terwujud,” kata Kangin lalu mencium kening anak kesayangannya itu. Sooyoung lalu mengangguk dan memeluk Appanya.</p>
<p>Sooyoung merupakan kebalikan dari Hyuna. Jika Hyuna menyukai dongeng dan mempercayai legendanya, Sooyoung malah sama sekali tidak percaya dengan segala cerita dongeng yang ada.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung berjuang banting tulang bekerja siang dan malam demi mewujudkan impiannya dan juga Appanya untuk memiliki sebuah restoran. Namun saat Sooyoung sudah dewasa, Appanya meninggal dan mereka tetap tidak punya restaurant. Sooyoung tetap bekerja keras sekali seperti ayahnya agar cita-cita mereka tercapai. Hingga datanglah Pangeran Kyuhyun dari Seoul.</p>
<p>Pangeran Kyuhyun bukanlah pangeran yang kaya raya. Kyuhyun hanyalah seorang Pangeran manja yang hanya tahu bersenang-senang dan menghambur-hamburkan duit orang tuanya. Kyuhyun dihukum dengan cara tidak diberikan uang kecuali jika dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri, dengan cara bekerja yang halal tentunya.</p>
<p>”Bagaimana kalau aku pergi ke Busan dan menikahi Putri Hyuna, Putri dari keluarga paling kaya disitu? Pasti dia akan terpesona oleh wajah tampanku,” kata Kyuhyun lalu memperlihatkan evil smirknya. ”Dengan cara ini juga keinginanku pasti bisa tercapai tanpa perlu bekerja keras.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kyuhyun lalu datang ke pesta dansa untuk bertemu Hyuna. Hyuna sendiri sangat senang melihat Pangeran Kyuhyun yang sangat tampan. Tentu saja dia tidak akan pernah menyia-nyiakan moment berharga ini.</p>
<p>”Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida,” kata Kyuhyun seraya tersenyum ke arah Hyuna.</p>
<p>”Annyeonghaseyo, Kim Hyuna imnida,” kata Hyuna malu-malu.</p>
<p>”Kau cantik sekali ternyata.”</p>
<p>Kyuhyun berhasil membuat muka Hyuna memerah. Kyuhyun lalu memegang tangan Hyuna dan menciumnya lembut. Hyuna yang malu-malu langsung pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian di ballroom pesta.</p>
<p>Kedatangan Pangeran Kyuhyun ternyata juga ditunggu-tunggu oleh Dr. Joon, seorang dukun Voodoo yang berambisi menguasai Seoul. Dengan taktik licik yang dia punya, Joon berhasil memperdaya Pangeran Kyuhyun dan Donghyun, pelayannya.</p>
<p>Sooyoung yang merupakan sahabat Hyuna dimintai tolong untuk memasak masakan paling enak untuk hidangan pesta agar sang Pangeran Kyuhyun bisa jatuh cinta pada Hyuna. Tiba-tiba masakan Sooyoung jatuh berantakan dan Sooyoung juga ikut berantakan dan bajunya kotor terkena masakan</p>
<p>”Hyuna, maafkan aku. Aku mengacaukan masakan ini,” kata Sooyoung.</p>
<p>”Tidak apa-apa Sooyoung. Kau kan tidak sengaja melakukannya. Bajumu kotor sekali. Tunggu sebentar ya, aku akan ke kamar untuk mengambilkan gaun untukmu,” kata Hyuna berbalik ke kamarnya. Namun belum sampai masuk ke kamarnya, Sooyoung menahan tangan Hyuna.</p>
<p>”Tidak usah Hyuna. Aku benar-benar merepotkanmu.”</p>
<p>”Tidak Sooyoung. Kau tidak merepotkanku. Aku malah yang merepotkanmu,” kata Hyuna lalu masuk ke kamarnya dan meminta Sooyoung untuk mengganti bajunya dengan gaun cantik milik Hyuna. Sooyoung tampak seperti seorang Putri.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung yang kebetulan telah selesai memasak masakannya lalu menuju taman dan memohon pada bintang agar dia bisa membayar uang muka restorannya yang terancam gagal, tidak sengaja bertemu dengan seekor kodok. Tak disangka, kodok tersebut adalah pangeran Kyuhyun yang telah diubah menjadi kodok oleh Dr. Joon saat mereka mengobrol di taman. Sedangkan Pangeran yang berdansa dengan Hyuna sebenarnya adalah Donghyun, si pelayan.</p>
<p>”Apakah kau seorang Putri? Aku ingin kau menciumku,” kata sang kodok. Sooyoung bingung karena baru pertama kali dia melihat seekor kodok bisa berbicara.</p>
<p>”Yah. Kau siapa tiba-tiba memintaku untuk menciummu? Apa aku sudah gila hingga aku mau mencium kodok sepertimu?” kata Sooyoung ketus.</p>
<p>”Aku mohon, aku dikutuk oleh Dr. Joon, dia adalah musuh dari orang tuaku dan ingin menguasai kerajaanku. Aku mohon, hanya kau yang bisa menghapus kutukan ini. Aku mohon. Aku ingin menjadi manusia kembali.”</p>
<p>Sooyoung terdiam sejenak lalu memandang lama sang kodok. Sooyoung yang selama ini tidak percaya pada legenda sang kodok mau tidak mau harus menerima kenyataan yang ada. Sooyoung merasa iba pada sang kodok lalu Sooyoung perlahan mendekatkan wajahnya ke kodok itu. Sooyoung menghela nafas sebentar lalu mencium kodok itu. Setelah mencium sang kodok, Sooyoung merasa ada yang aneh dari dirinya dan ternyata dia juga menjadi kodok.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kyuhyun dan Sooyoung berusaha mencari cara untuk menjadi manusia lagi. Perjuangan mereka tidaklah mudah. Banyak halangan yang harus mereka hadapi sampai akhirnya mereka sampai di tempat Nenek Yuri, seorang dukun baik agar bisa diubah jadi manusia kembali.</p>
<p>“Apa kau yakin ini tempatnya?”</p>
<p>“Tentu saja Sooyoung. Aku yakin ini tempatnya. Coba saja kita masuk,”</p>
<p>Sooyoung lalu mengetuk perlahan pintu itu dan melihat seorang nenek tua membuka pintu. Nenek itu lalu membawa Kyuhyun dan Sooyoung dengan kedua tangannya dan perlahan meletakkan keduanya di meja bundar di depannya.</p>
<p>“Kalian siapa? Apa kalian butuh pertolongan?” tanya sang Nenek.</p>
<p>“Ne. Kami kena kutukan menjadi kodok,” kata Kyuhyun. “Aku mohon ubah kami kembali menjadi manusia,”</p>
<p>“Baiklah. Tutup mata kalian.”</p>
<p>Tiba-tiba sinar muncul lalu munculah seorang namja tampan dan juga yeoja cantik terduduk di meja.</p>
<p>“Kansahamnida Nenek,” kata Sooyoung seraya memeluk Nenek itu. Kyuhyun lalu juga memeluk Nenek itu.</p>
<p>“Sama-sama. Kalian pantas mendapatkannya karena aku yakin kalian berdua anak baik-baik. Oh ya, kalian jodoh lho. Aku yakin sepulang darisini kalian akan saling jatuh cinta lalu menikah,” kata Nenek itu sambil tersenyum manis ke arah Kyuhyun dan Sooyoung. “Kalian sangat serasi.”</p>
<p>Kyuhyun lalu memandang ke arah Sooyoung lalu tersenyum manis, “Kansahamnida, Nek. Pulang darisini aku akan langsung menikah dengan Sooyoung kok.”</p>
<p>Sooyoung hanya menatap Kyuhyun malu-malu lalu memeluk Kyuhyun yang ada di sebelahnya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=172&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/06/02/2-of-2-love-like-a-fairy-tale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/06/wallpaper_white_1600x1280j.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wallpaper_white_1600x1280j</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Happy Together</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/22/happy-together/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/22/happy-together/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 12:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[B2ST]]></category>
		<category><![CDATA[Boram]]></category>
		<category><![CDATA[Eunhyuk]]></category>
		<category><![CDATA[Eunjung]]></category>
		<category><![CDATA[Kibum]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Soohyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Rainbow]]></category>
		<category><![CDATA[Seunga]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Ha Sun]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[T-Ara]]></category>
		<category><![CDATA[Yoseob]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Title: Happy Together Author: dwiananing Length: Oneshot Main Cast: Shin Ha Sun &#38; Yoseob B2ST Minor Cast: Kyuhyun, Eunhyuk &#38; Kibum Super Junior, Kim Soohyun, Seunga Rainbow, Eunjung &#38; Boram T-Ara Genre: Humor, Romance, Friendship, Family Rating: G A/N: Ini FF spesial buat @olachic :* Ha Sun’s POV &#8220;Oppa, aku lapar,&#8221; seruku pada dua namja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=165&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/pagen.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-166" title="pagen" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/pagen.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p>Title: Happy Together</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Oneshot</p>
<p>Main Cast: Shin Ha Sun &amp; Yoseob B2ST</p>
<p>Minor Cast: Kyuhyun, Eunhyuk &amp; Kibum Super Junior, Kim Soohyun, Seunga Rainbow, Eunjung &amp; Boram T-Ara</p>
<p>Genre: Humor, Romance, Friendship, Family</p>
<p>Rating: G</p>
<p>A/N: Ini FF spesial buat <a href="http://twitter.com/olachic">@olachic</a> :*</p>
<p><span id="more-165"></span></p>
<p><strong>Ha Sun’s POV</strong></p>
<p>&#8220;Oppa, aku lapar,&#8221; seruku pada dua namja di hadapanku, oppa-oppa yang paling kusayang, Eunhyuk oppa dan Kibum oppa. Eunhyuk oppa dan Kibum oppa sudah berkuliah di Seoul of Music University.</p>
<p>&#8220;Ah kau manja sekali, buat sendiri kan bisa,&#8221; kata Kibum oppa sambil lalu dan menuju kamarnya. Aku hanya bisa menghela nafas lalu beralih pada Eunhyuk oppa yang masih ada dihadapanku.</p>
<p>&#8220;Sudah jam 06:30 oppa, aku kan belum mandi. Tolong oppa, aku harus makan karena aku nanti ada pelajaran tambahan,&#8221; kataku sambil mengeluarkan jurus andalanku, puppy eyes pada Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Ya sudah, kau mau makan apa?&#8221; tanya Eunhyuk oppa. Eunhyuk oppa sepertinya luluh dengan puppy eyesku. Eunhyuk oppa juga sangat pintar memasak. Beda sekali dengan Kibum oppa yang sama sekali tidak bisa memasak dan terkesan cuek.</p>
<p>&#8220;Aku ingin mi goreng dengan telur mata sapi. Gomawo oppaku sayang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne, tunggu saja Ha Sun,&#8221; kata Eunhyuk oppa lalu tersenyum ke arahku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Jujur hari ini aku sangat malas sekolah. Mana nanti pulang sore. Ah aku benci hari ini. Tapi tiba-tiba mataku tertuju pada satu namja yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Namja itu benar-benar ganteng dan dia merupakan lead dancer di sekolahku. Dia juga kakak kelasku yang sekarang duduk di kelas XII dan aku masih kelas X.</p>
<p>TENG..TENG..</p>
<p>Bel masuk sekolah berbunyi. Namja itu sudah memasuki kelasnya. Aku pun berjalan perlahan dengan malas melalui lorong yang langsung terhubung ke kelasku. Ya bagaimanapun juga hari ini aku harus memulai sekolah hari ini dengan senyuman. Namun sebelum masuk kelas, seseorang memanggilku.</p>
<p>&#8220;Ha Sun,&#8221; panggil Eunjung onnie, dia adalah sahabat baikku sejak kecil.</p>
<p>&#8220;Ada apa onnie?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku ingin kau menemaniku shopping habis pulang sekolah. Apa kau bisa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mianhae Eunjung onnie. Aku tidak bisa. Moodku sedang tidak bagus. Nanti kan juga ada pelajaran tambahan. Bagaimana jika besok saja?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Aku pegang janjimu ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke tenang saja.&#8221;</p>
<p>Sepulang sekolah aku memikirkan ide gila. Bagaimana jika aku membuat bekal makanan untuk Kyuhyun sunbaenim? Iya, namja yang aku lihat tadi.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Oppa, ajarkan aku memasak ya?&#8221; aku menggelendot manja di lengan Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Wue? Mimpi apa kau semalam? Jangan bercanda Ha Sun,&#8221; Eunhyuk oppa tertawa.</p>
<p>&#8220;Aku serius oppa. Aku ingin memasak untuk seseorang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah. Apa kau sudah punya pacar? Kenapa kau tidak cerita? Pantas saja saat aku dan Kibum ingin mengenalimu pada teman-teman kami kau tidak mau.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan begitu oppa. Aku hanya suka dengannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia siapa? Teman sekolahmu? Sekelas?&#8221; Eunhyuk oppa menyelidiki.</p>
<p>&#8220;Dia teman sekolah tapi tidak sekelas. Dia jago dance oppa. Suaranya juga bagus. Aku punya fotonya. Apa oppa ingin melihatnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Boleh.&#8221;</p>
<p>Akupun memperlihatkan foto Kyuhyun sunbaenim yang aku dapat dari twitternya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana menurutmu oppa? Ganteng kan? Keren kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Haha kau ini. Ya bolehlah. Tapi apakah dia juga menyukaimu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tau oppa. Aku belum pernah mengobrol dengannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jinjja? Untuk apa kau membuatkan bekal untuknya? Jangan terlalu begitu pada namja yang belum kau kenal. Dia bisa keegeran dan bisa saja mempermainkanmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oppa apa-apaan sih. Oppa tidak tahu dia siapa. Jangan sembarangan menilai dia seperti itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau juga kenapa membelanya seperti itu padahal kenal saja tidak dengannya. Aku hanya tidak ingin kau merasa sakit hati nantinya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oppa jahat. Aku benci oppa.&#8221;</p>
<p>Akupun berlari menuju kamarku dan membanting pintu dengan keras.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari ini aku bertekad untuk memberikan bekal makanan pada Kyuhyun sunbaenim. Ya walaupun dengan kemampuan masakku yang masih sangat rendah. Aku hanya bisa berharap bahwa dia mau menerimanya. Tiba-tiba dia lewat di depanku dan….</p>
<p>&#8220;Kyuhyun sunbaenim, aku membuatkan bekal makanan untukmu,&#8221; teriakku sedikit yang membuatnya langsung menoleh ke arahku</p>
<p>&#8220;Gomawo. Tapi maaf aku tidak bisa menerima makanan dari sembarang orang.”<br />
Dia mengucapkan kalimat itu lalu pergi meninggalkanku. Sembarang orang? Apa maksudnya?</p>
<p>&#8220;Sunbaenim tunggu. Apa maksudmu dengan kata ‘sembarang orang’? Kau pikir aku apa?” aku meluapkan amarahku.</p>
<p>Beberapa saat dia diam lalu kemudian menghadap ke arahku lagi.</p>
<p>&#8220;Aku tidak mengenalmu dan bisa saja kau meracuniku,” katanya tersenyum sinis.</p>
<p>&#8220;Wow. Aku tidak menyangka kau sebusuk ini. Aku ternyata salah menyukai seseorang. Sangat salah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak minta kau menyukaiku. Lagipula aku sama sekali tidak tertarik padamu yeoja berkacamata tebal. Lihat gaya rambutmu yang selalu dikepang dua dan memakai pita seperti anak SD saja. Kau juga culun sekali, tidak ada yang bisa dibanggakan darimu,&#8221; Kyuhyun sunbaenim mengeluarkan berbagai kata memuakkan dan tertawa seenaknya.</p>
<p>Amarahku makin memuncak. Akupun melempar bekal makanan yang awalnya ingin aku berikan untuknya tepat kearah mukanya dan ternyata tepat sasaran. Aku tidak mau melihatnya lagi.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Hei kau kenapa?&#8221; tanya Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa oppa,&#8221; aku hanya menjawab sekenanya.</p>
<p>&#8220;Kau bohong. Ayo cerita. Tidak baik memendam masalah seperti itu,&#8221; ada angin apa Kibum oppa jadi peduli padaku?</p>
<p>&#8220;Nanti ya oppa. Aku mau mandi dulu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah. Jangan menangis lagi ya? Janji?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Gomawo oppa.&#8221;</p>
<p>Akupun menuju kamarku dan segera mandi. Aku lelah sekali hari ini. Aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi.</p>
<p>&#8220;Ha Sun kenapa?&#8221; tiba-tiba Eunhyuk oppa datang dan menanyakannya pada Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Aku juga tidak tahu hyung,” jawab Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Apa gara-gara masalah kemarin ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Masalah apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya kemarin Ha Sun bercerita kalau dia ingin memberikan bekal makanan pada namja yang dia suka,&#8221; kata Eunhyuk oppa</p>
<p>Tiba-tiba aku datang dan langsung duduk di ruang tamu. Eunhyuk oppa dan Kibum oppa pun menyusulku.</p>
<p>&#8220;Coba cerita sekarang. Kau sudah tenang kan?” Kibum oppa memulai pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Ne. Jadi begini ceritanya. Aku tadi memberikan bekal makanan pada namja yang aku suka. Tapi dia menolaknya mentah-mentah. Bahkan mengata-ngataiku,&#8221; aku menangis lagi dan tak bisa menahannya.</p>
<p>&#8220;Tuh kan apa kataku. Aku yakin dia pasti begitu,&#8221; kata Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Maaf oppa. Aku benar-benar minta maaf,&#8221; aku bangun dari dudukku lalu memeluk Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Ya sudah. Sekarang kau mengerti kan? Sebenarnya hanya dari melihat fotonya aku tau dia orang seperti apa. Dia kelihatan sombong,&#8221; Eunhyuk oppa menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Ne. Maaf oppa,&#8221; tangisku makin keras di balik pelukan Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Siapa nama namja itu?&#8221; tanya Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Kyuhyun. Ah sudah aku tidak ingin mengingatnya lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu. Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Aku sedang memiliki masalah dengan namja yang bernama Kyuhyun. Dia berani sekali mengSMS Seunga,&#8221; Seunga onnie itu yeojachingunya Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Omo? Mungkin saja beda oppa. Kan nama itu tidak dia miliki sendiri,&#8221; aku menambahkan.</p>
<p>&#8220;Mungkin saja. Ya sudah lupakan. Aku tidak habis pikir ada saja lelaki seperti itu. Apalagi dia melakukannya pada adikku. Kalau saja aku bertemu dengannya. Aku akan hajar dia. Setuju hyung?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sangat setuju.&#8221;</p>
<p>Dengan bercerita pada Eunhyuk oppa dan Kibum oppa, perasaanku hari ini menjadi jauh lebih baik. Aku merasa tenang.</p>
<p>&#8220;Oppa, apa menurutmu aku jelek?&#8221; tanyaku tiba-tiba.</p>
<p>&#8220;Tentu saja tidak. Kau cantik Ha Sun. Kenapa kau bertanya seperti itu?&#8221; Kibum oppa bertanya lagi.</p>
<p>&#8220;Kyuhyun sunbaenim mengataiku seperti anak SD yang masih suka dikepang dua dan memakai pita. Dia juga mengataiku yeoja yang culun dan aku tidak punya apa-apa untuk dibanggakan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wue? Benar-benar memang. Kalau ketemu langsung kuhajar dia. Bagaimana kalau sekarang kita cari orangnya?&#8221; Kibum oppa seperti sangat emosi.</p>
<p>&#8220;Ah biarkan saja oppa. Hmm apa oppa-oppa mau mengantarku pergi sekarang?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kemana?&#8221; tanya Eunhyuk oppa dan Kibum oppa berbarengan.</p>
<p>&#8220;Aku mau ke salon dan ke butik. Aku mau merubah diriku. Aku akan menunjukkan kalau aku adalah bukan yeoja yang seperti Kyuhyun sunbaenim bayangkan.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:left;">Pagi ini aku akan memulai hariku yang baru. Ya menjadi ‘murid baru’ lagi.</p>
<p style="text-align:left;">&#8220;Eunhyuk oppa dan Kibum oppa? Bagaimana aku?&#8221; aku memutarkan badanku di depan mereka.</p>
<p>&#8220;Omo. Kau makin cantik saja,&#8221; Kibum oppa terus menatapku.</p>
<p>&#8220;Kau hebat Ha Sun,&#8221; Eunhyuk oppa menambahkan.</p>
<p>&#8220;Gomawo. Ini juga berkat kalian. Saranghaeyo oppa-oppaku,&#8221; aku lalu memeluk kedua oppa kesayanganku. Omma dan Appa tinggal di Indonesia karena Appa bertugas disana dan Omma menemani Appa. Sedangkan aku dan kedua oppaku memilih untuk tetap tinggal di Seoul.</p>
<p>&#8220;Ingat, kau harus bersikap biasa saja ya. Aku yakin semua akan kaget melihatmu,” Eunhyuk oppa memberiku saran.</p>
<p>&#8220;Ne. Aku berangkat dulu ya.”</p>
<p>Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah dengan hati riang. Aku mulai memake-up diriku seminimalis mungkin, dengan memakai bedak dan lipgloss. Aku memakai anting kecil yang dulu pernah Omma berikan padaku. Rambut panjangku yang selama ini selalu aku kepang dua kini terurai dan aku memakai soft lens sebagai pengganti kacamataku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Eunjung onnie,&#8221; aku memanggil sahabat kesayanganku itu.</p>
<p>&#8220;Maaf. Kau siapa? Murid baru?&#8221; tanya Eunjung onnie kebingungan.</p>
<p>&#8220;Haha kau benar-benar tidak mengenaliku onnie?&#8221; aku mulai menirukan kebiasaanku, memainkan gagang kacamata yang dipakai Eunjung onnie.</p>
<p>&#8220;Ha Sun? Omo. Kau, kenapa bisa seperti ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Panjang ceritanya. Bagaimana jika nanti kita pergi ke toko buku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Pulang sekolah nanti?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke. Oh ya maaf karena kemaren aku tidak bisa menemani onnie . Bahkan juga tidak menghubungi onnie.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya kau ini. Aku menunggumu tahu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maaf onnie. Tenang saja, nanti aku akan belikan satu novel untukmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jinjja? Gomawo Ha Sun. Ya sudah aku kembali ke kelasku dulu ya. Guru sudah mau datang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sejam berlalu dan jam istirahat pun tiba. Aku memilih pergi ke kantin bersama Eunjung onnie. Semua orang melihatku. Jadi ingat kata Eunhyuk oppa, aku harus biasa saja. Tiba-tiba aku melihat Kyuhyun sunbaenim disana. Huh. Ingin sekali rasanya memukul wajahnya.</p>
<p>&#8220;Kau mau makan?” tanya Eunjung onnie.</p>
<p>&#8220;Tidak. Aku mau beli minum saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah kau tunggu disini saja ya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Oh ya aku titip saja ya. Aku mau es teh onnie.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke tunggu ya.&#8221;</p>
<p>Akupun duduk di bangku yang sangat strategis. Menghadap ke lapangan sekolah. Tiba-tiba Kyuhyun sunbaenim menghampiriku. Dia sudah tahu penampilanku yang sekarang ternyata. Cepat sekali tanggapnya.</p>
<p>&#8220;Maafkan aku Ha Sun,&#8221; dia berlutut dihadapanku. Dia menatapku tajam.</p>
<p>Apa? Kyuhyun sunbaenim minta maaf? Aku tidak akan memaafkannya.</p>
<p>&#8220;Apa yang kau bilang sunbaenim? Segampang itukah? Apa karena aku telah mengubah gayaku dan tidak culun lagi baru kau menganggapku ada? Aku bukan orang yang bisa memaafkan seseorang segampang itu. Apalagi kau sudah menyakitiku. Kau cuma namja yang harusnya musnah dari dunia ini.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku merasa sangat hebat bisa berkata seperti itu pada Kyuhyun subnbaenim. Dia memang memandang seseorang, terutama yeoja hanya dari fisiknya saja. Tiba-tiba seseorang menghampiriku, Yang Yoseob, ketua paduan suara di sekolahku. Aku sudah lama mengenalnya dan keluarganya karena keluarga kami berdua sangat dekat. Aku berteman dengannya dari jaman SMP. Dia mempunyai kepribadian yang baik dan mempunyai suara yang sangat bagus. Selain itu dia juga imut sekali.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; sapa Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo oppa,&#8221; sapaku juga lalu tersenyum kearahnya.</p>
<p>&#8220;Kau berubah sekarang Ha Sun,&#8221; katanya sambil memandangku dari atas ke bawah.</p>
<p>&#8220;Aku tidak ingin orang tidak menganggapku rendah lagi. Aku tidak ingin orang memandangku remeh. Sakit juga rasanya oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya aku mengerti. Oh ya bagaimana kabar oppa-oppamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mereka baik oppa. Bagaimana dengan Boram onnie?&#8221;</p>
<p>&#8220;Noona juga baik, dia titip salam untukmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Salam balik untuknya ya,&#8221; aku tersenyum manis.</p>
<p>&#8220;Pasti. Oh ya aku ingin main ke rumahmu nanti malam. Bagaimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Boleh saja. Oppa-oppaku pasti ada di rumah, mereka pasti sudah pulang kuliah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke. Aku kesana jam 8 malam ya.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Toko buku hari ini sedang ramai sekali. Benar-benar penuh sesak padahal sedang tidak ada diskon besar-besaran.</p>
<p>&#8220;Eunjung onnie, pilih saja novel yang onnie inginkan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne, kau baik sekali dongsaeng-ku sayang, sering-sering saja ya kau membelikanku novel.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yah onnie. Gantian dong,&#8221; aku mencubit lengan kiri Eunjung onnie. Dia tampak meringis kesakitan.</p>
<p>&#8220;Ya sudah kalau aku ada uang lebih aku akan membelikanmu, setuju?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sangat setuju onnie. Oh ya bagaiman hubungan onnie dengan Soohyun oppa? Apa baik-baik saja?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Besok aku 7 bulan dengannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah so sweet. Aku pacaran saja belum pernah onnie. Malangnya nasibku,&#8221; kataku terkekeh.</p>
<p>&#8220;Mungkin belum waktunya saja. Aku yakin kau akan mendapatkan yang terbaik jika waktunya sudah datang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah Eunjung onnie kau puitis sekali. Amin semoga waktu itu juga datangnya cepat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya. Doakan aku langgeng dengan Soohyun ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Pastinya. Oh ya apa onnie sudah memilih novel yang onnie inginkan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Kau tidak membeli apa-apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak. Aku membelikan onnie saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke ayo kita ke kasir.&#8221;</p>
<p>Begitu selesai membayar, aku dan Eunjung onnie membeli beberapa dress di butik langganan kami. Bahkan kami membeli sepasang dress dengan motif polkadot yang sama.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Malam ini rumah terlihat sangat ramai. Ada Eunhyuk oppa, Kibum oppa, Yoseob oppa, Boram onnie dan juga Seunga onnie.</p>
<p>&#8220;Yoseob, apa kau sudah punya pacar?&#8221; tanya Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Belum hyung. Aku masih single. Carikan untukku hyung, hyung kan mak comblang nomor 1 di korea.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah kau berlebihan sekali. Aku punya kenalan yeoja. Dia cantik dan juga imut. Anaknya lucu. Rambutnya panjang. Suaranya bagus dan tentu saja dia pintar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Omo. Aku mau hyung, dia benar-benar yeoja yang aku idam-idamkan, yeoja yang mencakup semua tipe idealku. Dia siapa?&#8221; tanya Yoseob oppa penasaran.</p>
<p>&#8220;Hmm Ha Sun. Bagaimana?&#8221; Kibum oppa menatapku lalu memberiku <em>wink</em>.</p>
<p>DEG..</p>
<p>&#8220;Wue? Kenapa aku oppa? Aku kira siapa,&#8221; protesku.</p>
<p>&#8220;Kau kan juga single. Kenapa gak coba saja? Bagaimana?&#8221; Kibum oppa mulai menggodaku.</p>
<p>&#8220;Aku sih mau saja oppa,&#8221; Yoseob oppa mengagetkanku.</p>
<p>&#8220;Kenapa kau mau denganku oppa? Kibum oppa memang tidak punya kerjaan.”</p>
<p>&#8220;Kan kau juga single,&#8221; jawab Yoseob oppa santai.</p>
<p>Semua pun bersorak &#8220;Cieeeeeeeeeeeeeeeee.&#8221;</p>
<p>Dan akupun malu setengah mampus. Pipiku memerah, aku melihat sepintas ke arah Yoseob oppa yang pipinya juga memerah.</p>
<p>&#8220;Kibum oppa, ayo kita beli makanan di luar, bagaimana?” tanya Seunga onnie tampaknya sudah lapar.</p>
<p>&#8220;Oke. Eunhyuk hyung dan Boram noona ikut juga ya?&#8221; tanya Kibum oppa. Keduanya lalu mengangguk.</p>
<p>&#8220;Yah oppa kenapa kami ditinggal berdua saja?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Ya biar kalian bisa saling ngobrol dari hati ke hati,&#8221; Eunhyuk oppa malah senyum-senyum gak jelas.</p>
<p>Mereka pun berangkat. Aku dan Yoseob oppa yang tadinya agak kaku jadi biasa saja setelah kita banyak mengobrol.</p>
<p>&#8220;Besok kau ulang tahun kan?&#8221; tanya Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Astaga aku sendiri lupa haha iya aku besok ulang tahun. Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa,&#8221; Yoseob oppa tersenyum manis padaku. Sangat manis. Aku malu sekali.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Saengil chukaehamnida dongsaeng kita tersayang,&#8221; seru Eunhyuk oppa dan Kibum oppa sambil mencium pipiku.</p>
<p>&#8220;Gomawo oppa.&#8221;</p>
<p>Hari ini tanggal 13 Juli. Aku berulang tahun yang ke 17. Sweet seventeen.</p>
<p>&#8220;Kamu mau hadiah apa dariku?” Eunhyuk oppa bertanya.</p>
<p>&#8220;Terserah oppa saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau aku?&#8221; Gantian Kibum oppa yang bertanya.</p>
<p>&#8220;Sama saja. Terserah,&#8221; jawabku pendek.</p>
<p>Sebenarnya aku hanya ingin satu hadiah, aku ingin Omma dan Appa ada disini. Di hari spesialku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Di sekolah pun semua memberikan ucapan selamat padaku. Bahkan Kyuhyun sunbaenim pun memberikan aku kado. Aku berpikir bagaimana bisa dia tahu ulang tahunku.</p>
<p>&#8220;Saengil chukaehamnida Ha Sun,” Kyuhyun sunbaenim memberiku sebuah kado dengan pita yang sangat cantik.</p>
<p>&#8220;Gomawo.&#8221;</p>
<p>Aku lalu meninggalkan Kyuhyun sunbaenim dengan wajah bengongnya menuju taman sekolah. Saat melihat tong sampah, aku membuang kado dari Kyuhyun sunbaenim, aku benar-benar benci padanya dan aku tidak peduli dengannya, apalagi kadonya. Aku duduk di taman sekolah sendirian. Tiba-tiba seseorang menutup mataku.</p>
<p>&#8220;Saengil chukaehamnida Ha Sun,&#8221;</p>
<p>Orang itu melepaskan tangannya. Aku menoleh dan ternyata orang itu adalah Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Gomawo oppa. Apa ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ini hanya hadiah kecil dariku,” Yoseob oppa memberiku sebuah kado dengan bungkus kado warna-warni.</p>
<p>&#8220;Oppa repot sekali membelikan aku kado,”</p>
<p>&#8220;Ah tidak apa-apa kok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah aku boleh membukanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Boleh. Buka saja.&#8221;</p>
<p>Aku pun mulai membuka kadonya dan ternyata sebuah jepit rambut. Jepit rambut itu sangat cantik. Bentuknya kupu-kupu.</p>
<p>&#8220;Omo, ini cantik sekali oppa. Aku suka. Gomawo,&#8221; aku memegang tangan Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Sama-sama. Aku senang kau menyukainya,” Yoseob oppa mengambil jepit itu dari tanganku dan memasangkan jepit itu di rambutku lalu Yoseob oppa malah memegang tanganku lebih erat.</p>
<p>&#8220;Apakah kau nanti akan merayakan ulang tahunmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu. Aku hanya ingin Omma dan Appa datang hari ini ke Seoul. Aku merindukan mereka.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Tanpa mereka sadari, Kyuhyun ternyata sedang mengintip mereka. Sepertinya akan ada masalah baru.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Saat bertemu dengan Yoseob oppa pada jam istirahat, muka Yoseob oppa sudah babak belur.</p>
<p>&#8220;Omo. Kau kenapa oppa?&#8221; aku kaget setengah mati.</p>
<p>&#8220;Tadi Kyuhyun hyung menghampiriku dan tiba-tiba memukulku. Aku tidak mengerti apa-apa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Namja itu,” aku lalu berlari menuju kelas Kyuhyun sunbaenim. Dia ternyata sedang ada di kelasnya dan.. PLAK..</p>
<p>&#8220;Sunbaenim memang namja kurang ajar. Benar-benar tidak tahu sopan santun.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hei kau kenapa?&#8221; dia menampakkan ekspresi kagetnya.</p>
<p>&#8220;Jangan pura-pura tidak ada masalah. Kenapa Sunbaenim memukul Yoseob oppa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena kau dekat dengannya,&#8221; jawabnya santai.</p>
<p>&#8220;Trus apa hubungannya dengan Sunbaenim? Memangnya Sunbaenim siapa? Apa Sunbaenim merasa paling hebat? Namja bajingan.&#8221;</p>
<p>Dia pun kalah telak olehku, seorang yeoja. Tiba-tiba muncul Eunhyuk oppa dan Kibum oppa.</p>
<p>&#8220;Lho oppa, apa yang kalian lakukan disini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kami mau menjemputmu karena kita harus segera pulang,” Kibum oppa lalu berhenti perlahan. “Jadi ini yang namanya Kyuhyun? Kibum oppa menatap tajam mata Kyuhyun sunbaenim.</p>
<p>&#8220;Oh jadi kau,&#8221; Eunhyuk oppa juga menatap tajam mata Kyuhyun oppa.</p>
<p>Sebuah pukulan keras menghantam wajah mulus Kyuhyun oppa. Aku tidak bisa mencegahnya. Kibum oppa tampak sangat emosi.</p>
<p>&#8220;Ternyata benar kaulah Cho Kyuhyun yang mengganggu Seunga-ku. Apa kau tidak sadar kalau kau masih kecil? Kau masih SMA dan kau benar-benar berani mendekati Seunga. Kau juga kan yang memukul Yoseob?&#8221; Kibum oppa sudah melihat foto Kyuhyun sunbaenim dari Seunga onnie dan ternyata sama dengan Kyuhyun yang Kibum oppa liat saat ini. Dan ternyata sebelum menuju kelas Kyuhyun sunbaenim, Eunhyuk oppa dan Kibum oppa bertemu dengan Yoseob oppa dan Yoseob oppa menceritakan kejadian yang dialaminya.</p>
<p>&#8220;Maaf,” jawabnya dengan nafas terengah-engah.</p>
<p>&#8220;Gampang sekali kau minta maaf. Minta maaflah pada Tuhan atas semua kesalahan yang kau lakukan,&#8221; ujar Eunhyuk oppa.</p>
<p>&#8220;Maaf, aku benar-benar minta maaf,” Kyuhyun sunbaenim tampaknya benar-benar menyesal.</p>
<p>Aku, Eunhyuk oppa dan Kibum oppa tidak memedulikannya lagi. Aku dan mereka melangkah keluar kelas dan mengajak Yoseob oppa untuk pulang bersama. Ya Tuhan, kenapa hari spesialku harus ternodai dengan kejadian barusan?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Akhirnya sampai juga di rumah. Aku membuka pintu dan..</p>
<p>&#8220;Surprise,”</p>
<p>Omma dan Appa memelukku. Aku menangis bahagia. Aku tidak menyangka mereka akan ke Seoul. Ini benar-benar yang aku inginkan. Dan ini adalah hadiah terindah yang aku dapatkan di hari ulang tahunku kali ini.</p>
<p>&#8220;Omma, Appa, aku merindukanmu,&#8221; ucapku sambil menahan tangis.</p>
<p>&#8220;Kami juga merindukanmu. Maaf baru sekarang kami dapat ke Seoul. Tugas Appa sangat banyak sehingga tidak bisa meninggalkan pekerjaan disana,&#8221; Omma dan Appa lalu mencium keningku.</p>
<p>&#8220;Ne. Berapa lama kalian disini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebulan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jinjja?&#8221; Aku senang sekali. Mereka lama disini. Tiba-tiba aku teringat Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Mana Yoseob oppa?” tanyaku pada Kibum oppa sambil menghapus air mataku.</p>
<p>&#8220;Dia ada di taman belakang. Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mau melihatnya. Apakah kau sudah mengobati lukanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tenang saja. Dia sudah mendingan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Syukurlah. Omma, Appa, aku mau ke taman sebentar. Tidak apa-apa kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>Akupun menuju taman belakang dan melihat Yoseob oppa yang sedang duduk di kursi yang berada di samping kolam renang.</p>
<p>&#8220;Bagaimana keadaan oppa?&#8221; tanyaku pada Yoseob oppa.</p>
<p>&#8220;Sudah baikan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau bagaimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku masih sedikit shock dengan semua yang terjadi hari ini. Aku tidak mengerti jalan pikiran Kyuhyun sunbaenim&#8221; aku menghela nafas.</p>
<p>&#8220;Aku juga sama sepertimu. Tapi sepertinya dia menyukaimu.”</p>
<p>“Aku tidak tau oppa, yang pasti aku tidak akan pernah menyukainya lagi. Aku sangat bodoh bisa suka padanya dulu. Aku sudah tidak peduli dengannya, kejadian dulu dan tadi sudah membuka mataku kalau Kyuhyun sunbaenim sama sekali tidak pantas untuk aku sukai, apalagi aku cintai.”</p>
<p>“Jadi sekarang kau sedang menyukai siapa?” tanya Yoseob oppa tiba-tiba.</p>
<p>“Tidak ada,” jawabku lalu tersenyum padanya.</p>
<p>“Kalau aku ingin kau menjadi yeojachinguku, apa kau mau? Sebenarnya aku sudah menyukaimu dari lama, sejak pertama aku melihatmu, saat kelas VII,” Yoseob oppa mulai memandangku serius.</p>
<p>&#8220;Wue? Lama sekali oppa. Kenapa baru sekarang kau bilang padaku?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Maaf, tapi aku baru merasa sekarang saat yang tepat. Bagaimana? Aku mencintaimu Ha Sun,&#8221; aku melihat kesungguhan dari sorot matanya.</p>
<p>&#8220;Yoseob oppa, aku mau jadi yeojachingumu,&#8221; jawabku malu-malu. Yoseob oppa tampak sangat kaget karena aku menerimanya. Walaupun aku belum memiliki rasa apa-apa dengan Yoseob oppa, tapi aku tau kalau aku kagum dengan sosoknya. Sosok yang cerdas dan sosok yang aku idam-idamkan untuk menjadi pendamping hidupku kelak. Aku yakin dengan seiring jalannya waktu, aku akan menyukainya dan akhirnya nanti aku akan mencintainya, seperti dia mencintaiku.</p>
<p>&#8220;Gomawo,” Yoseob oppa lalu mendekatiku dan perlahan wajahnya mendekat ke wajahku. Aku takut kalau Yoseob oppa ingin menciumku yang akan menjadi ciuman pertamaku.</p>
<p>Tiba-tiba aku merasa ada yang mengintip dari balik pintu. Dan.. mereka semua terjatuh karena saat aku melihat mereka dan mereka ingin kabur, Omma terjepit. Aku tertawa terpingkal-pingkal. Eunhyuk oppa dan Kibum oppa menghampiriku dengan kue tart black forest kesukaanku. Tak lupa dengan lilin angka 17 diatas kue tartnya.</p>
<p>&#8220;Saengil chukaehamnida, saengil chukaehamndia, saranghaneun Ha Sun-ah, saengil chukaehamnida.&#8221;</p>
<p>Aku pun meniup lilin tersebut dan membuat sebuah harapan untuk hidupku ke depannya. Semua orang yang aku sayang ada disini. Omma, Appa, Eunhyuk oppa, Kibum oppa, Yoseob oppa, Seunga onnie, Boram onnie, Omma dan Appanya Yoseob oppa dan Boram onnie. Bahkan Eunjung onnie dan Soohyun oppa pun datang. Aku senang sekali. Sweet seventeenku sangatlah indah dan takkan terlupakan.</p>
<p>&#8220;Apa harapanmu sayang?&#8221; tanya Omma.</p>
<p>&#8220;Harapanku yang pertama sudah terwujud, Omma dan Appa datang ke Seoul, harapan keduaku, aku sudah mempunyai namjachingu,” aku melirik ke arah Yoseob oppa. “Dan harapan ketigaku adalah aku ingin agar Eunhyuk oppa cepat punya yeojachingu,&#8221; jawabku polos. Eunhyuk oppa menjitak kepalaku, aku pun dengan cepat lari menjauh dari Eunhyuk oppa. Semua yang ada disana pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku dan juga Eunhyuk oppa yang seperti anak kecil.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=165&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/22/happy-together/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/pagen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pagen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[1 of 2] Love Like A Fairy Tale</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/1-of-2-love-like-a-fairy-tale/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/1-of-2-love-like-a-fairy-tale/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 07:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[CN Blue]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Onew]]></category>
		<category><![CDATA[Seohyun]]></category>
		<category><![CDATA[SHINee]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[Sooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Yonghwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Title: Love Like A Fairy Tale Author: dwiananing Length: Drabbles, Series Main Cast: Sooyoung SNSD &#38; Kyuhyun Super Junior Minor Cast: Seohyun SNSD, Yonghwa CN Blue, Onew SHINee, Super Junior Genre: Romance, Friendship, Family Rating: PG-13 A/N: FF ini memang terinspirasi dari cerita-cerita di negeri dongeng SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS Sang Ratu kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=159&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280j.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-160" title="wallpaper_white_1600x1280j" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280j.jpg?w=477&#038;h=283" alt="" width="477" height="283" /></a></p>
<p>Title: Love Like A Fairy Tale</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Drabbles, Series</p>
<p>Main Cast: Sooyoung SNSD &amp; Kyuhyun Super Junior</p>
<p>Minor Cast: Seohyun SNSD, Yonghwa CN Blue, Onew SHINee, Super Junior</p>
<p>Genre: Romance, Friendship, Family</p>
<p>Rating: PG-13</p>
<p>A/N: FF ini memang terinspirasi dari cerita-cerita di negeri dongeng <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-159"></span></p>
<p><strong>SNOW WHITE AND THE SEVEN DWARFS</strong></p>
<p>Sang Ratu kali ini sudah tidak bisa menahan amarahnya pada Putri Sooyoung. Usahanya selama ini untuk membuat Sooyoung mati selalu saja ada halangannya. Kali ini dia akan membuat apel beracun untuk Sooyoung dan menyamar sebagai seorang nenek tua yang sedang berjualan apel.</p>
<p>Hari ini dia akan melancarkan aksinya dan bergegas pergi ke rumah para kurcaci untuk bertemu dengan Sooyoung. Perlahan dia mengetuk pintu rumah kurcaci itu.</p>
<p>Sooyoung mengintip dari jendela lalu berkata, “Maaf, aku tidak diijinkan untuk membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah. Bahkan untuk bertemu dengannya langsung. Para kurcaci sudah melarangku.”</p>
<p>“Aku tidak memaksamu,” kata nenek tua itu. “Aku hanya menjual apel ini dan aku ingin memberimu satu potong. Apel ini benar-benar sangat enak.”</p>
<p>“Maaf, aku tidak bisa menerimanya. Para Kurcaci sudah mengingatkanku agar tidak menerima apapun dari sembarang orang. ”</p>
<p>“Jika kau takut, maka aku akan memotong apel ini menjadi dua bagian dan kau hanya makan setengahnya. Ini, kau makan setengah bagian yang kemerahan,” kata nenek tua.</p>
<p>Apel itu sengaja dibuat sangat menarik dilihat dan hanya setengah yang beracun. Ketika Sooyoung melihat bahwa nenek tua itu memakan separuh bagian dari apel itu, keinginannya untuk mencicipi apel itu semakin kuat hingga akhirnya dia membiarkan tangannya ke luar jendela dan nenek tua itu memberikan apel yang setengahnya lagi pada Sooyoung. Sooyoung lalu menggigit apel itu. Namun belum sampai menghabiskan apel itu, dia merasa badannya melemah dan jatuh pingsan seakan-akan sudah mati.</p>
<p>“Sekarang aku akan memiliki kedamaian seutuhnya,” katanya sang Ratu yang menyamar sebagai nenek tua itu sambil tertawa puas. “Putri Sooyoung akan mati hari ini.”</p>
<p>Saat malam hari para kurcaci pulang dari tambang. Mereka melihat Sooyoung yang sudah tergeletak di lantai. Mereka hanya bisa melihat Sooyoung yang tergeletak dan tidak bisa menghidupkan Sooyoung kembali. Para kurcaci lalu membaringkan Sooyoung di tempat tidur dan ketujuh kurcaci itu duduk di sampingnya dan menangis selama tiga hari berturut-turut. Mereka ingin menguburkan Sooyoung, tapi mereka melihat bahwa Sooyoung masih tetap segar dan tidak pucat layaknya orang mati.</p>
<p>Mereka akhirnya membuat peti kaca untuk Sooyoung dan meletakkan Sooyoung di dalamnya sehingga bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama Sooyoung di atas peti kaca itu dan salah satu dari mereka selalu tinggal di rumah untuk terus mengawasinya.</p>
<p>Sooyoung berbaring di peti kaca dalam waktu yang sangat lama, dan tubuhnya sama sekali tidak membusuk. Dia masih putih seperti salju, merah seperti darah, dan jika dia bisa membuka matanya, mereka masih akan hitam seperti kayu hitam. Dia berbaring di sana seolah-olah sedang tidur.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Suatu hari seorang Pangeran muda datang ke rumah para kurcaci. Ketika dia masuk ke ruang tamu, matanya tertuju pada Sooyoung yang terbaring di peti kaca. Sooyoung terlihat begitu cantik diterangi oleh tujuh lilin kecil itu.<br />
Sang Pangeran lalu membaca tulisan emas itu dan melihat bahwa Sooyoung adalah Putri Raja. Dia meminta para kurcaci untuk menjual peti kaca itu dengan Putri Sooyoung di dalamnya.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida. Bolehkah aku membeli peti kaca ini?” tanya sang Pangeran itu.</p>
<p>“Tidak, kami tidak akan menjual peti kaca ini. Ada Putri Sooyoung di dalamnya,” kata kurcaci yang bertubuh bongsor, Siwon.</p>
<p>“Aku akan membayarnya dengan semua emas yang aku miliki,” kata Kyuhyun.</p>
<p>“Tidak akan. Kami sangat mencintai Putri Sooyoung. Kami akan menunggunya hingga bangun. Kami tidak peduli dengan berapa banyak emas yang Pangeran punya. Putri Sooyoung bukan barang yang bisa dibeli seenaknya,” sahut kurcaci yang paling kecil, Ryeowook.</p>
<p>“Benar itu. Kami sangat mencintai Putri Sooyoung. Dia adalah Putri yang sangat sempurna,” kata Shindong, kurcaci berpipi genmbul.</p>
<p>“Kumohon. Aku tidak bisa hidup tanpanya dan aku sangat menyayanginya. Aku mohon,” Kyuhyun memohon pada kurcaci berlesung pipi yang ada di sebelahnya, Leeteuk.</p>
<p>“Tidak bisa hidup tanpanya? Apa Pangeran pernah bertemu dengan Putri Sooyoung?” tanya kurcaci yang bertubuh kurus, Yesung.</p>
<p>“Iya. Aku sering melihatnya di hutan. Dia suka sekali menyanyi dan bermain dengan binatang yang ada di hutan. Aku menyukainya sejak awal aku melihatnya,” jawab Kyuhyun sambil tersenyum. “Bagaimana? Kalian percaya padaku kan? Aku akan menjaganya dan memberitahukan pada kalian kalau dia bangun nanti.”</p>
<p>“Baiklah,” kata kedua kurcaci yang terlihat seperti anak kembar, Donghae dan Eunhyuk.</p>
<p>“Tapi Pangeran harus janji bahwa kau akan benar-benar menjaga Putri Sooyoung dengan baik,” kata Siwon.</p>
<p>“Gomawo para Kurcaci. Pasti aku akan menjaganya dengan sangat baik,” kata Kyuhyun lalu memeluk makhluk-makhluk kerdil itu. “Ini emas untuk kalian.”</p>
<p>“Tidak usah Pangeran, sudah kami bilang kan tadi, Putri Sooyoung bukan barang yang bisa dibeli,” kata Ryeowook menegaskan</p>
<p>“Ah ne, maafkan aku,” kata Kyuhyun yang merasa bersalah.</p>
<p>Sang Kurcaci lalu memberikan peti kaca yang berisi Putri Sooyoung di dalamnya pada Pangeran Kyuhyun.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kyuhyun lalu membawa peti kaca itu ke istananya dan menempatkannya di sebuah ruangan di mana dia duduk disitu sepanjang hari dan tidak pernah melepaskan pandangan matanya dari Sooyoung.</p>
<p>Setiap kali dia harus pergi keluar dan tidak bisa melihat Sooyoung, Kyuhyun akan merasa sedih. Dan Kyuhyun juga tidak bisa makan, kecuali peti kaca itu ada di sampingnya. Pegawai istana yang selalu harus membawa peti kaca kesana kemari menjadi marah.</p>
<p>Suatu hari salah satu dari pegawai istana, Onew, membuka peti kaca dan mengangkat kepala Putri Sooyoung dan berkata, “Kami terganggu sepanjang hari hanya karena seorang yeoja sepertimu. Kau seperti orang yang mati saja.”</p>
<p>Onew lalu tidak sengaja memukul punggung Sooyoung dengan tangannya. Kemudian potongan apel yang mengerikan yang digigit oleh Sooyoung keluar dari tenggorokannya dan Sooyoung akhirnya hidup kembali.</p>
<p>Onew lalu berjalan mencari Kyuhyun yang sedang makan siang. Onew bersama dengan Kyuhyun lalu menuju tempat peti kaca Sooyoung diletakkan. Kyuhyun sangat bahagia saat tahu kalau Sooyoung tercintanya akhirnya bangun dari tidur panjangnya.</p>
<p>Sooyoung lalu meminta Kyuhyun untuk mengajaknya bertemu dengan para kurcaci. Para kurcaci sangat bahagia bisa bertemu dengan Sooyoung yang akhirnya bisa bangun lagi.</p>
<p>Di depan para kurcaci, Kyuhyun melamar Sooyoung.</p>
<p>“Putri Sooyoung, maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>Sooyoung mengangguk lalu mencium bibir Kyuhyun. Sang kurcaci pun bersorak gembira karena semua berakhir bahagia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>BEAUTY AND THE BEAST</strong></p>
<p>Di sebuah desa kecil, hiduplah keluarga yang bermata pencaharian sebagai seorang pedagang dan memiliki seorang anak yeoja cantik bernama Sooyoung. Namun karena hidup mereka yang semakin miskin, sang Appa memutuskan untuk bekerja di peternakan yang berada di pusat kota yang jaraknya cukup jauh dari rumah agar hidup mereka lebih terjamin.</p>
<p>Pada suatu hari Kangin, Appa Sooyoung, terperangkap badai dalam perjalannya kembali dari kota. Kangin akhirnya mencari perlindungan di istana yang ternyata dihuni oleh seorang monster. Istana itu sangat megah dan juga dipenuhi bunga mawar yang sangat indah. Keeseokan harinya, setelah berlindung semalam di istana, Kangin berniat untuk pulang. Namun sebelum pulang, Kangin memetik salah satu bunga mawar yang terhampar indah di taman itu.</p>
<p>“Kangin-ssi, apa yang kau lakukan? Kenapa kau memetik bunga mawar milikku tanpa ijin?” tanya sang Monster marah.</p>
<p>“Maafkan saya. Saya hanya ingin memberikan bunga mawar ini untuk anakku,” jawab Kangin terbata-bata.</p>
<p>“Kau bohong. Seharusnya kau mati saja,” kata sang Monster lalu mengeluarkan pisau dari kantong celananya.</p>
<p>“Jangan bunuh aku. Aku mohon. Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku masih memiliki istri dan seorang anak yeoja, aku harus menghidupi mereka. Mereka hanya punya aku,” kata Kangin tetap memohon pada sang Monster.</p>
<p>“Kau aku bebaskan dan kau boleh pulang ke rumahmu, Namun kau harus kembali kesini dengan membawa anakmu itu,” kata sang Monster lalu menatap tajam mata Kangin</p>
<p>Kangin tidak memiliki pilihan, dan akhirnya dia menjawab, “Baiklah. Maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung akhirnya tiba di istana. Dia merasa kalau dia akan dibunuh namun ternyata dia diterima sangat baik di istana.</p>
<p>Sooyoung sangat kaget dan takut saat melihat sang Monster dan selalu gemetaran jika bertemu dengan sang Monster. Namun karena seiring berjalannya waktu, Sooyoung malah menjadi teman dengan sang Monster. Sang Monster sangat baik pada Sooyoung. Dia sangat menyayangi Sooyoung, selalu menjaganya dan juga menghiburnya. Sooyoung selalu menemani sang Monster dimanapun dan kapanpun, begitu juga sebaliknya.</p>
<p>“Sooyoung, maukah kau menjadi istriku?” tanya sang Monster saat mereka sedang berada di taman.</p>
<p>“Maaf, tapi menurutku akan jauh lebih indah jika kita berteman baik,” jawab Sooyoung lalu tersenyum ke arah sang Monster.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Keesokan paginya, Sooyoung melihat cermin ajaibnya dan ternyata Appa-nya sedang sakit keras di rumah. Sooyoung meminta ijin pada sang Monster untuk kembali ke rumahnya seminggu lamanya.</p>
<p>“Aku harus pulang ke rumah. Appaku sedang sakit keras. Aku mohon ijinkan aku pulang,” kata Sooyoung sambil menangis. “Aku akan kembali dalam waktu seminggu.”</p>
<p>“Baiklah. Aku pegang janjimu. Salam untuk Appa dan Eommamu. Khususnya Appamu, semoga di cepat sembuh.”</p>
<p>“Ne. Gomawo.”</p>
<p>Sooyoung lalu pulang ke rumahnya dengan diantar oleh kereta kuda yang sangat indah</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung lupa akan janjinya. Sudah lebih dari seminggu dia berada di rumahnya. Sooyoung setelah berpamitan pada orang tuanya langsung pergi ke istana untuk bertemu dengan sang Monster.</p>
<p>Alangkah kagetnya Sooyoung karena sesampainya di istana, sang Monster sudah tergolek lemah di taman yang penuh dengan bunga mawar. Sang Monster seperti sudah mau mati saja. Dari raut wajahnya terlihat penderitaan yang mendalam.</p>
<p>Sooyoung yang melihat sang Monster menjadi sadar akan kesalahannya karena meninggalkan sang Monster terlalu lama. Sooyoung juga sadar kalau ternyata dia mencintai sang Monster dan meminta sang Monster untuk tetap hidup dan tidak meninggalkannya.</p>
<p>“Kumohon bangunlah. Maafkan aku. Ini semua salahku, aku mohon bangunlah,” kata Sooyoung menggucang-guncang tubuh sang Monster.</p>
<p>“Kau..kenapa..lama..sekali?” jawab sang Monster terbata-bata.</p>
<p>“Kau masih hidup? Syukurlah. Maafkan aku karena aku benar-benar lupa. Aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi.”</p>
<p>Sooyoung lalu memeluk erat sang Monster dan mencium bibirnya lembut. Tiba-tiba tubuh sang Monster bercahaya lalu munculah seorang Pangeran tampan yang sangat gagah.</p>
<p>“Kau siapa?” tanya Sooyoung bingung dan perlahan berjalan mundur dari sang Pangeran.</p>
<p>“Aku Pangeran Kyuhyun. Aku selama ini mengalami kutukan dan menjadi seorang Monster. Hanya ciuman tulus dari seorang yeojalah yang bisa menghapus kutukan itu. Dan kau melakukan ini untukku. Gomawo Sooyoung-ah. Maukah kau menjadi istriku?” tanyanya tersenyum lalu menatap Sooyoung.</p>
<p>“Tentu saja,” jawab Sooyoung lalu mencium bibir Kyuhyun sekali lagi. Semua benar-benar diluar dugaan Sooyoung. Sang Monster ternyata adalah Pangeran tampan yang terkena kutukan dan dialah penolong itu. Penolong yang akhirnya menjadi istri sang Pangeran tampan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>SLEEPING BEAUTY</strong></p>
<p>Putri Sooyoung hari ini mempunyai jadwal kosong yang lumayan banyak. Sooyoung lalu memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan mengitari istana yang sangat luas. Pandangannya lalu tertuju pada loteng tua yang tidak terurus. Karena penasaran dengan isi di dalamnya, Sooyoung masuk ke dalam loteng itu dan menaiki anak tangga yang cukup banyak.</p>
<p>Sesampainya di atas loteng, Sooyoung bertemu dengan seorang nenek tua yang sedang memintal benang menggunakan alat pintal. Karena belum pernah melihat dan menggunakannya, Sooyoung sangat tertarik dengan alat pintal itu.</p>
<p>“Annyeonghaseo Sooyoung-ssi. Sedang apa kau disini? Wah ternyata kau memang benar-benar cantik,” kata nenek tua. Sebenarnya nenek tua itu adalah peri tua jahat yang dulu mengutuknya.</p>
<p>“Annyeonghaseyo halmeoni. Aku aku boleh mencoba alat pintal ini?” tanya Sooyoung sambil tersenyum.</p>
<p>“Tentu saja boleh. Tidak mungkin aku melarang seorang Putri cantik sepertimu untuk mencobanya,” kata Peri tua itu lalu tersenyum sinis. Peri tua itu lalu dengan sengaja menusukkan jarum pintal ke jari manis Sooyoung.</p>
<p>“Ah, sakit,” kata Sooyoung sambil memegangi jarinya. Beberapa saat kemudian Sooyoung jatuh di lantai dan tak sadarkan diri dan tertidur karena terkena kutukan dari peri tua itu. Peri tua itu tertawa sangat puas lalu perlahan menghilang dalam kegelapan.</p>
<p>Saat Raja dan Ratu kembali ke istana, seluruh pegawai kerajaan sedang kebingungan mencari Sooyoung. Saat mereka menemukan Sooyoung di loteng tua sudah tergolek lemah tak berdaya di lantai dan seperti orang mati, Raja sadar bahwa kutukan peri tua jahat beberapa tahun yang lalu itu telah menjadi kenyataan. Peri tua itu mengutuk Sooyoung saat ulang tahunnya yang ke-17 nanti, Sooyoung akan tertidur selamanya, namun dia tidak akan mati. Peri tua mengutuk Sooyoung karena saat perayaan kelahiran bayi Sooyoung, sang Peri tua tidak diundang ke acara itu. Sang Peri Tua mengingatkan kalau 100 tahun lagi, akan ada Pangeran yang menbangunkannya dan memusnahkan kutukan itu.</p>
<p>Sooyoung lalu dibawa ke kamarnya dan dibaringkan di tempat tidurnya. Raja lalu mengirimkan kabar mengenai peristiwa yang menimpa Sooyoung kepada Peri kecil yang baik hati. Peri itu lalu bergegas ke istana dan memutuskan untuk menidurkan semua penghuni kerajaan itu supaya kelak saat kutukan Sooyoung berakhir, mereka semua akan bangun bersama-sama.<br />
Dalam waktu yang sangat singkat, pohon-pohon besar dan semak belukar yang lebat dan berduri tumbuh di seluruh wilayah kerajaan sehingga sangat sulit bagi siapapun untuk menerobosnya. Bahkan puncak-puncak istana pun hanya dapat terlihat ujungnya saja karena sudah tertutup oleh rimbunan pohon dan semak belukar. Sooyoung dan seluruh penghuni kerajaan menjadi aman, walaupun mereka semua tertidur.</p>
<p>Sooyoung dan seluruh penghuni istana usianya tidak akan bertambah, mereka akan tetap awet muda seperti saat pertama kali mereka tertidur sementara keadaan di luar istana akan berjalan seperti biasa, menua termakan usia.</p>
<p>Setelah seratus tahun lamanya, seorang Pangeran tampan, Cho Kyuhyun, yang kebetulan sedang berburu di dekat wilayah kerajaan tidak sengaja melihat puncak-puncak istana. Dia sudah banyak mendengar cerita tentang kerajaan itu, antara lain tentang istana yang berhantu, tentang adanya para penyihir, dan cerita-cerita lain yang sangat menyeramkan yang sebenarnya tidak benar sama sekali. Karena penasaran dengan istana itu, saat kembali dari berburu, Kyuhyun mencari temannya yang paling pintar di kerajaannya untuk menanyakan tentang kerajaan tetangga yang penuh misteri itu.</p>
<p>“Apakah kau tahu mengetahui tentang legenda kerajaan tetangga kita, Yonghwa-ssi?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>“Tentu saja. Menurut leluhurku, di dalam istana megah itu terbaring seorang Putri yang paling cantik sedunia yang bernama Sooyoung. Sooyoung tertidur karena terkena kutukan dari Peri tua jahat saat dia berulang tahun ke-17. Sooyoung akan terus tertidur hingga ada seorang Pangeran yang datang untuk membangunkannya dan mengahapus kutukan Peri tua itu.”</p>
<p>“Apakah kau yakin akan cerita itu?” tanya Kyuhyun memastikan.</p>
<p>“Tentu saja. Percayalah padaku Pangeran Kyuhyun,” kata Yonghwa mantap lalu berdiri dan menepuk punggung Kyuhyun. “Apa kau akan ke istana itu?”</p>
<p>“Tentu saja.”</p>
<p>Kyuhyun yang pemberani itu lalu bergegas menuju kerajaan itu setelah mendengar langsung cerita dari Yonghwa. Dia berniat untuk menyelamatkan Sooyoung. Kyuhyun sangat berjuang keras untuk menembus semak belukar dan pepohonan yang sudah sangat rimbun itu untuk dapat masuk ke dalam wilayah kerajaan yang sangat megah itu.</p>
<p>Sesampainya disana, ia melihat banyak sekali orang dan hewan peliharaan yang terbaring dimana-mana. Tetapi mereka tidak mati, mereka hanya terlihat tertidur sangat nyenyak. Kyuhyun lalu masuk ke dalam istana dan melihat seluruh penghuni kerajaan sedang tertidur pulas.</p>
<p>Setelah berjalan-jalan menjelajahi istana yang sangat besar itu, Kyuhyun berhasil menemukan Sooyoung di sebuah kamar yang juga sangat besar. Kyuhyun memandang lama wajah Sooyoung. Dia benar-benar terpesona oleh kecantikan Sooyoung.</p>
<p>“Kau memang benar-benar sangat cantik, Putri Sooyoung. Kau seperti seorang malaikat.”</p>
<p>Kyuhyun pun berlutut di samping tempat tidur Sooyoung dan memegang tangannya erat. Kyuhyun lalu mencium bibir Sooyoung lembut. Saat itulah kutukan berakhir. Sooyoung perlahan-lahan membuka matanya. Sooyoung menyambut Kyuhyun yang telah lama ia tunggu dengan bahagia dan memeluknya erat. Dalam waktu yang bersamaan, seluruh penghuni terbangun. Semak belukar dan pepohonan besar menghilang. Semua penghuni istana mulai mengerjakan urusan mereka masing-masing seperti semula. Raja dan Ratu setelah terbangun dari tidur panjang segera menyambut Pangeran Kyuhyun dari kerajaan tetangga itu.</p>
<p>“Akhirnya sang Pangeran datang juga. Jeongmal gomawo Kyuhyun-ssi,” kata sang Raja lalu memeluknya.</p>
<p>“Sama-sama Kangin-ssi. Ini sudah tugasku untuk menyelamatkan Putri Sooyoung,” kata Kyuhyun lalu menatap Sooyoung yang berada di sampingnya. Sooyoung menatap Kyuhyun juga lalu tersenyum manis.</p>
<p>“Aku akan menikahkan kalian. Kalian mau kan?” tanya sang Ratu.</p>
<p>“Eomma akan menikahkan kami?” tanya Sooyoung kaget. Kyuhyun pun tidak kalah kaget.</p>
<p>“Ne. Benar kan yeobo?” tanya Ratu.</p>
<p>“Ne,” jawab Raja pendek.</p>
<p>Kyuhyun dan Sooyoung terdiam sejenak lalu saling pandang. Mereka lalu mengangguk berbarengan. Mereka yakin hidup mereka akan jauh lebih bahagia jika mereka hidup bersama.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>THE LITTLE MERMAID</strong></p>
<p>Terdapat sebuah kerajaan didasar laut yang dipimpin oleh seekor duyung jantan bertama Kangin. Kangin memiliki anak yeoja bernama Sooyoung. Sooyoung adalah anak yang periang, dan selalu ingin tahu.</p>
<p>Pada suatu hari, Sooyoung penasaran dengan kehidupan diluar laut. Dia meminta pada Appanya untuk pergi kesana, namun sang Appa tidak pernah mengijinkan. Karena sifat Sooyoung yang keras kepala, dia akhirnya nekat ke permukaan laut.</p>
<p>Namun ternyata saat Sooyoung berenang ke daratan, sedang terjadi badai yang sangat besar. Sooyoung melihat ada kapal di dekatnya yang sudah karam. Perahu itu terombang-ambing tertiup angin dan juga terseret ombak yang besar. Sooyoung lalu tidak sengaja melihat seorang namja tampan yang sedang berteriak minta tolong karena terseret ombak. Sooyoung lalu menolong namja itu dan membawanya ke daratan. Setelah menolong namja itu, Sooyoung duduk di samping namja itu lalu dan mulai bernyanyi lagu Under The Sea, lagu favoritnya. Sooyoung memang hobi menyanyi dan mempunyai suara yang bagus.</p>
<p>Tiba-tiba ada sesosok manusia yang berjalan mendekatinya dan namja itu, Sooyoung lalu dengan cepat berenang ke dasar laut.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>“Appa, aku ingin ke daratan,” kata Sooyoung merengek.</p>
<p>“Tidak. Kau tidak boleh kesana lagi. Kau sudah sempat melanggar janji pada</p>
<p>Appa beberapa hari yang lalu. Kau tidak bisa dipercaya.”</p>
<p>“Kumohon Appa,” kata Sooyoung tetap merengek.</p>
<p>“Tidak akan,” jawab Kangin marah.</p>
<p>Sooyoung akhirnya keluar dari kerajaan dan di tengah jalan dia bertemu dengan seorang penyihir.</p>
<p>“Kenapa kau terlihat sedang sangat sedih?” tanya sang Penyihir yang bernama Seohyun.</p>
<p>“Appa melarangku untuk ke daratan Seohyun-ssi,” kata Sooyoung yang terus menunduk. Sang Penyihir lalu memegang dagu Sooyoung dan mengangkat wajahnya untuk menatap matanya.</p>
<p>“Bagaimana kalau aku tawarkan kau sepasang kaki? Kau akan bisa ke daratan itu. Mencari namja yang kau suka,” kata Seohyun tersenyum sinis.</p>
<p>“Bagaimana kau bisa tahu hal itu Seohyun-ssi?” tanya Sooyoung bingung.</p>
<p>“Tentu saja aku tahu. Kau lupa kalau aku adalah seorang Penyihir?”</p>
<p>“Ah ne maafkan aku. Maukah kau sekarang memberikan sepasang kaki itu padaku?”</p>
<p>“Kau tidak akan mendapatkannya dengan mudah Sooyoung. Kau harus memberikan pita suaramu padaku,” kata Seohyun. “Dan dalam waktu 3 hari kau harus kembali kesini dan namja yang kau sukai itu harus sudah mencium bibirmu.”</p>
<p>“Tapi….,” Sooyoung terlihat bingung harus setuju apa tidak, namun akhirnya dia mengangguk.</p>
<p>“Baiklah, aku setuju.”</p>
<p>Penyihir itu lalu mengambil pita suara Sooyoung lalu memberikannya sepasang kaki manusia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Setelah sampai di daratan, Sooyoung bingung mencari namja tampan itu. Diaterlihat seperti anak hilang yang sedang mencari Eomma dan Appanya.</p>
<p>“Kau siapa? Kenapa kau terlihat asing?” kata seorang namja tampan yang tiba-tiba menghampirinya. Namun Sooyoung tentu saja tidak bisa menjawab karena dia akan bisu selama 3 hari kedepan.</p>
<p>“Apa kau tidak bisa berbicara?” tanyanya lagi.</p>
<p>Sooyoung hanya bisa mengangguk.</p>
<p>“Maafkan aku. Namaku Cho Kyuhyun. Aku tinggal di dekat sini. Apa kau mau ikut denganku?”</p>
<p>Lagi-lagi Sooyoung mengangguk. Kyuhyun lalu membawa Sooyoung ke rumahnya yang sangat megah.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung terpana melihat rumah Kyuhyun yang sangat megah. Ternyata Kyuhyun adalah keluarga dari saudagar kapal yang sangat terkenal. Kyuhyun tinggal dengan orang tuanya dan juga noona-nya yang bernama Cho Ahra. Noona Kyuhyun sangat cantik. Mereka benar-benar keluarga yang sangat sempurna menurut Sooyoung. Keluarga Kyuhyun juga menyambut baik kedatangan Sooyoung, bahkan mereka menawarkan Sooyoung untuk tinggal di rumah mereka. Keluarga Sooyoung merasa iba melihat Sooyoung, yeoja cantik yang ternyata bisu.</p>
<p>“Sooyoung, apa kau sudah makan?” tanya Kyuhyun.</p>
<p>Sooyoung mengangguk pelan. Kyuhyun tersenyum melihat Sooyoung yang terduduk di sebelahnya.</p>
<p>“Sayang sekali, kau yeoja yang sangat cantik, namun kamu tidak bisa berbicara.”</p>
<p>Sooyoung merasa sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Kyuhyun, namun itu semua memang kenyataan yang dialaminya. Dia hanya bisa tersenyum kelu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Hari kedua dilalui Sooyoung dengan sangat indah. Kyuhyun selalu berada di sampingnya dan menemaninya kemana saja. Kyuhyun membawa Sooyoung ke tempat-tempat indah yang hanya bisa dia lihat jika berada di daratan. Sooyoung merasa kalau dia benar-benar jatuh cinta pada Kyuhyun.</p>
<p>Kyuhyun memegang tangan Sooyoung erat dan mengajaknya berjalan mengitari bukit hijau yang sangat luas dan indah. Sooyoung benar-benar merasa sangat bahagia dan ingin tinggal selamanya di daratan dan hidup bersama Kyuhyun disini, namun tentu saja, dia masih memiliki hutang pada Seohyun, sang Penyihir.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Akhirnya hari terakhir pun tiba, Kyuhyun harus menciumnya agar dia mendapatkan kembali pita suaranya yang sangat dia rindukan. Namun tentu saja dia bingung bagaimana caranya agar Kyuhyun menciumnya.</p>
<p>Kyuhyun mengajaknya ke laut untuk menaiki sampan yang sudah terletak rapi di pinggir pantai.</p>
<p>“Aku ingin mengajakmu mengelilingi lautan ini. Apa kau mau? Ya aku yakin kau mau,” kata Kyuhyun lalu mengajak Sooyoung untuk menaiki perahu itu.<br />
Kyuhyun mendayung sampan itu hingga ke tengah laut dan berhenti disana. Sooyoung hanya bisa mengekspresikan wajahnya dengan tatapan bingung.</p>
<p>“Kau pasti bingung kenapa aku membawamu kesini kan? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku mohon setelah aku mengatakan hal ini, kau jangan menjauh dariku,” Kyuhyun menghela nafas sejenak. “Aku mencintaimu. Entah mengapa aku bisa mengatakan hal ini padahal kita baru bertemu kurang lebih tiga hari. Namun aku merasa kalau kaulah yeoja yang selama ini aku cari. Aku tidak peduli walaupun kau bisu. Aku mencintaimu apa adanya. Percayalah padaku.”</p>
<p>Kyuhyun mengenggam tangan Sooyoung erat, seakan-akan tidak ingin melepaskannya sama sekali. Kyuhyun perlahan mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Bibir Kyuhyun sudah sangat dekat jaraknya dengan bibir Sooyoung, namun tiba-tiba kapal tersebut oleng dan terbalik. Sooyoung dan Kyuhyun akhirnya terbawa arus.</p>
<p>Tanpa Sooyoung sadari, ada seseorang dibawah laut yang tertawa puas, ya usahanya untuk membuat Sooyoung menderita tidak sia-sia, orang itu adalah Seohyun, penyihir yang sebenarnya sangat jahat.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sooyoung pun akhirnya hanya bisa terduduk di daratan meratapi nasibnya yang sangat malang. Kyuhyun di sampingnya hanya terdiam dan menatapnya terus. Tiba-tiba sesosok yeoja berambut panjang, berkulit putih dan tinggi semampai menghampiri mereka.</p>
<p>“Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi, perkenalkan aku Seohyun-ssi. Anak dari saudara kapal di negeri seberang,” katanya tersenyum.</p>
<p>“Annyeonghaseyo Seohyun-ssi. Kenapa aku tidak familiar dengan suaramu ya?” tanya Kyuhyun heran. Kyuhyun lalu berdiri dan menghadap ke arah Seohyun. “Kaukah yang dulu menolongku? Suaramu mengingatkanku padanya.”</p>
<p>Sebelum sempat menjawab pertanyaan Seohyun, Sooyoung langsung berdiri dan menghampiri Seohyun. Sooyoung menggucangkan-guncangkan tubuh Seohyun dengan keras dan menangis. Kyuhyun yang melihat Sooyoung bertindak kasar pada Seohyun langsung mendorong Sooyoung hingga terjatuh. Namun Sooyoung tidak menyerah, dia lalu bangkit dan menarik dengan cepat kalung yang dipakai oleh Seohyun. Kalung itupun akhirnya pecah.</p>
<p>Tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari kalung tersebut dan masuk ke dalam mulut Sooyoung. Tiba-tiba Sooyoung bisa berbicara lagi dan suara Seohyun kembali seperti semula.</p>
<p>“Kau.. kau yang dulu menolongku?” tanya Kyuhyun lalu menatap mata Sooyoung tajam.</p>
<p>“Ne, akulah yang menolongmu dulu,” kata Sooyoung lalu menangis di pelukan Kyuhyun. “Aku meminta sepasang kaki ini pada Seohyun-ssi agar aku bisa menemuimu.”</p>
<p>Kyuhyun lalu perlahan melihat ke arah Seohyun yang hanya terduduk lemas di daratan.</p>
<p>“Kau sebenarnya siapa? Apa yang kau lakukan pada yeoja seperti dia? Semua yang ada disini, ada orang jahat yang berniat menyakiti yeoja yang aku cintai. Musnahkan dia sesuka hati kalian. Aku yakin kalian bisa menghabisinya dengan cepat,” kata Kyuhyun lalu membawa Sooyoung pergi ke tengah laut dengan sampan yang sebelumnya mereka gunakan.</p>
<p>Tiba-tiba dari dasar laut terlihat cahaya yang sangat terang. Ternyata Kangin muncul lalu duduk di sebelah anak tersayangnya.</p>
<p>“Appa,” kata Sooyoung lalu memeluk Appanya.</p>
<p>“Maafkan aku Sooyoung, aku benar-benar tidak tahu kalau ternyata di daratan ada namja yang kau sukai. Aku benar-benar mint maaf,” raut wajah Kangin terlihat menyesal.</p>
<p>“Tidak apa-apa Appa, aku mengerti. Oh ya kenalkan ini Kyuhyun, namja yang aku cintai,” kata Sooyoung.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Kyuhyun imnida,” kata Kyuhyun lalu membungkuk.</p>
<p>“Annyeonghaseyo, Kangin imnida. Apa kau benar-benar mencintai anakku Kyuhyun-ssi?”</p>
<p>“Tentu saja Kangin-ssi. Bolehkah aku dengan segera menikahinya?” Kyuhyun menatap Sooyoung yang sekarang pipinya sudah memerah.</p>
<p>“Tanyakan langsung pada Sooyoung. Dia yang harusnya menjawab,” kata Kangin.</p>
<p>“Bagaimana Sooyoung?”</p>
<p>“Ne, aku mau,” kata Sooyoung malu-malu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sooyoung lalu menciumnya lembut. Kangin hanya bisa memandang pemandangan di depannya dengan tersenyum bahagia.</p>
<p>“Sooyoung, aku akan memberikanmu sebuah hadiah untukmu. Semoga kau akan menyukainya,” kata Kangin lalu mengeluarkan tongkat ajaibnya dan mengubah kaki Sooyoung menjadi kaki asli seorang manusia, bukan kaki sulapan seperti yang dipinjamkan oleh Seohyun. “Jaga baik-baik kaki itu. Setelah kau jadi seorang manusia seutuhnya, jangan pernah lupa akan asalmu, jangan pernah kau lupakan Appa. Aku mencintaimu nak.”</p>
<p>Kangin lalu memeluk dan mencium kening Sooyoung dengan sayang. Bagaimanapun juga, orang tua pasti akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>MULAN</strong></p>
<p>Pada suatu hari, diumumkan bahwa masing-masing keluarga harus mengirimkan anak namjanya untuk mengikuti perang melawan pemberontak. Namun, salah satu keluarga sedih karena di keluarga itu tidak memiliki anggota keluarga namja selain Appanya. Keluarga itu hanya memiliki seorang anak tunggal dan dia seorang yeoja bernama Sooyoung. Sang Appa berniat untuk mengikuti perang itu walaupun kondisinya yang sudah tua.</p>
<p>Namun, tanpa sepengetahuan Appanya, Sooyoung kabur dari rumah untuk mengikuti perang itu dan menyamar menjadi seorang namja. Dia memangkas rambut panjangnya hingga sangat pendek. Sooyoung mengaku menggantikan Appa-nya, Kangin, yang sedang sakit dan para prajurit menyetujuinya. Dia mengganti namanya menjadi Soonam.</p>
<p>Disana dia mengikuti latihan untuk mengikuti perang melawan pemberontak. Awalnya dia tidak kuat mengikuti segala perintah yang diberikan, namun dia berusaha untuk tetap kuat, dia mengerahkan seluruh tenaganya.</p>
<p>Perang pun tiba, Sooyoung dan para prajurit lainnya langsung menyerang pemberontak. Namun sayangnya dia terkena pukulan yang sangat keras dan jatuh pingsan. Seorang jendral tampan membawa Sooyoung ke klinik yang ada disana. Jendral tampan itu bernama Cho Kyuhyun.</p>
<p>Saat ingin memeriksa Sooyoung, Kyuhyun membuka baju Sooyoung, namun yang dilihatnya benar-benar diluar dugaan, dia melihat kalau Sooyoung adalah seorang yeoja. Dia melihat dadanya dibebat dengan banyak kain. Kyuhyun dengan cepat memakaikan kembali baju Sooyoung dan memberikannya obat.</p>
<p>Beberapa menit kemudian Sooyoung bangun dan langsung duduk di tempat tidur. Kyuhyun dengan cepat mengintrogasi Sooyoung.</p>
<p>“Soonam, mengapa berbohong mengenai identitasmu?” tanya Kyuhyun memandang Sooyoung tajam.</p>
<p>“Bohong bagaimana Kyuhyun-ssi? Aku tidak pernah bohong pada siapapun,” kata Sooyoung mengelak.</p>
<p>“Kau seorang yeoja kan? Aku sudah melihatnya.”</p>
<p>“Tapi aku punya alasan untuk melakukan hal ini Jendral, ini semua demi Appaku. Aku tidak tega melihatnya yang sudah tua untuk mengikuti perang ini. Aku mohon, beri aku kesempatan Jendral,” kata Sooyoung sambil menangis.</p>
<p>“Tapi kau tetap saja seorang yeoja. Kau tidak akan bisa mengikuti perang ini. Sekarang saja kondisimu sudah lemah seperti ini. Kau jangan keras kepala. Lebih baik kau sekarang istirahat saja. Dan aku mohon, kau jangan ikut perang ini lagi. Apa kau mengerti?”</p>
<p>Sooyoung memandang Jendral tampan itu lalu mengangguk lemah dan akhirnya sang Jendral meninggalkannya sendirian di klinik. Tanpa sepengetahuan Jendral, Sooyoung mengikuti arah perginya lalu masuk kembali ke dalam klinik lalu tersenyum, dia sepertinya menyukai sang Jendral Kyuhyun.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Beberapa jam kemudian, Sooyoung bangun dari tidurnya dan memilih untuk keluar dari klinik. Dia kaget karena sudah banyak pemberontak yang sudah mati. Namun, samar-samar dari kejauhan dia melihat ada beberapa sosok pemberontak yang masih hidup. Sooyoung dengan cepat berlari ke istana dan memberitahukan bahwa sang ketua pemberontak, Sungmin, dan pasukannya masih ada yang hidup, namun semua prajurit yang sedang berpesta akan kemenangannya tidak memedulikan kata Sooyoung. Sooyoung lalu berdiri di tengah ruangan yang dan berteriak dengan kencang, “Ketua pemberontaknya masih hidup. Bahkan beberapa prajurit mereka juga. Kumohon kalian bersiaplah.”</p>
<p>“Kau siapa hah? Mengapa mengganggu pesta kami? Semua pemberontak sudah mati,” kata seorang prajurit yang terlihat sedang mabuk.</p>
<p>“Aku serius. Mereka sebentar lagi akan datang,” kata Sooyoung panik. Namun tetap saja tidak ada yang memedulikannya. Sooyoung lalu bergegas menemui sahabat baiknya, Kibum, Hankyung dan Heechul. Mereka sudah bersahabat sejak kecil</p>
<p>“Percayalah padaku. Aku benar-benar melihat mereka masih hidup, kata Sooyoung lalu memegang tangan Kibum.</p>
<p>“Kami tidak percaya padamu,” jawab Hankyung.</p>
<p>“Aku mohon….,” namun sebelum Sooyoung menyelesaikan kalimatnya, Sungmin dan pasukannya langsung menyerang kerajaan. Sooyoung dengan ketiga sahabatnya langsung melawan para pemberontak itu. Sooyoung melihat dari jauh kalau Kyuhyun sedang melawan Sungmin.</p>
<p>Pertempuran itu berlangsung sangat alot dan juga lama. Para prajurit kerajaan berusaha sekuat tenaga untuk melawan para pemberontak yang sangat kuat. Sooyoung mengeluarkan segala tenaganya demi menghancurkan para pemberontak.</p>
<p>Akhirnya setelah hampir 2 jam lamanya, para pemberontak akhirnya kalah dan para prajurit mengangkat Sooyoung dan menganggapnya sebagai pahlawan. Kyuhyun pun juga diangkat para prajurit karena dia berhasil membunuh Sungmin, sang ketua yang selalu saja mencari masalah dengan kerajaan.</p>
<p>Pihak kerajaan memberikan penghargaan bagi kedua pahlawan yang telah berani mati untuk mempertahankan kerajaan itu dengan dua bilah pedang yang merupakan warisan turun-temurun dari keluarga kerajaan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Keesokan harinya, Kyuhyun mengunjungi rumah Sooyoung untuk berbicara pada yeoja itu.</p>
<p>“Annyeonghaseyo halmeoni, Cho Kyuhyun imnida. Apa Choi Sooyoung ada di rumah?” tanyanya. Sang nenek malah terdiam menganga karena terpana akan wajah tampang sang Jendral. Ya Kyuhyun akhirnya tahu bahwa nama asli Soonam adalah Sooyoung.</p>
<p>“Halmeoni?”</p>
<p>“Ah maaf, sebentar saya panggilkan.”</p>
<p>Nenek itu lalu masuk ke dalam rumah dan keluar bersama Sooyoung di sampingnya.</p>
<p>“Sooyoungie, maukah kau menikah denganku?” tanya Kyuhyun lalu berdiri di samping Sooyoung dan memakaikannya cincin berwarna sapphire blue yang sangat indah.</p>
<p>Sooyoung mengangguk pelan. Kyuhyun langsung memeluk Sooyoung erat. Tanpa sepengetahuan mereka, nenek Sooyoung sedang menangis bahagia melihat cucunya bahagia bersama Jendral tampan dan baik hati.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=159&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/1-of-2-love-like-a-fairy-tale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280j.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wallpaper_white_1600x1280j</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali, I&#8217;m In Love</title>
		<link>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/bali-im-in-love/</link>
		<comments>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/bali-im-in-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 07:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dwiananing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[2PM]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Eunhoon]]></category>
		<category><![CDATA[IU]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Moon Geun Young]]></category>
		<category><![CDATA[Ryeowook]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Wooyoung]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dwiananing.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Title: Bali, I’m In Love Author: dwiananing Length: Oneshot Main Cast: - Choi Eunhoon - Kyuhyun Super Junior - Moon Geun Young - Yesung Super Junior Minor Cast: - Ryeowook Super Junior - Wooyoung 2PM - Lee Jieun (IU) Genre: Humor, Romance, Friendship, Family Rating: G Eunhoon’s POV &#8220;Eomma,&#8221; panggilku pada Eomma yang sedang sibuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=156&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280jn-vert.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-157" title="wallpaper_white_1600x1280jn-vert" src="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280jn-vert.jpg?w=477" alt=""   /></a></p>
<p>Title: Bali, I’m In Love</p>
<p>Author: dwiananing</p>
<p>Length: Oneshot</p>
<p>Main Cast:</p>
<p>- Choi Eunhoon</p>
<p>- Kyuhyun Super Junior</p>
<p>- Moon Geun Young</p>
<p>- Yesung Super Junior</p>
<p>Minor Cast:</p>
<p>- Ryeowook Super Junior</p>
<p>- Wooyoung 2PM</p>
<p>- Lee Jieun (IU)</p>
<p>Genre: Humor, Romance, Friendship, Family</p>
<p>Rating: G</p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p><strong>Eunhoon’s POV</strong></p>
<p>&#8220;Eomma,&#8221; panggilku pada Eomma yang sedang sibuk merangkai bunga mawar di ruang tamu.</p>
<p>&#8220;Ada apa sayang?&#8221; tanya Eomma lembut. Dia sejenak menghentingkan kegiatannya merangkai bunga.</p>
<p>&#8220;Aku ingin liburan ke Bali Eomma. Boleh kan?&#8221; aku memperlihatkan puppy eyesku. Puppy eyes adalah salah satu cara ampuh yang aku gunakan untuk meluluhkan hati siapapun.</p>
<p>&#8220;Jinjja?&#8221; Eomma tampaknya kaget.</p>
<p>&#8220;Ne Eomma, kau kan sudah tahu kalo itu keinginanku sejak lama,&#8221; jawabku sambil tetep memperlihatkan puppy eyesku.</p>
<p>&#8220;Masalahnya Eomma dan Appa sedang sibuk bulan ini, Eunhoon. Kami tidak bisa menemanimu,&#8221; kata Eomma.</p>
<p>&#8220;Aku bisa pergi dengan sahabatku Eomma, Geun Young onnie. Ayolah Eomma, jarang ada kesempatan seperti ini. Ya Eomma?&#8221; aku merayu Eomma lagi.</p>
<p>&#8220;Apa kau yakin? Yeoja berdua pergi ke negeri orang. Apalagi kau kesana baru pertama kali. Kau pasti akan bingung. Eomma takut terjadi apa-apa padamu,&#8221; Eomma terlihat sangat khawatir.</p>
<p>&#8220;Aku sudah 20 tahun Eomma. Aku sudah besar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi ini masalah keselamatanmu sayang. Eomma sangat khawatir. Appa juga pasti juga akan sangat khawatir. Bahkan Eomma yakin Appa tidak akan mengijinkanmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm ya sudah Eomma. Nanti saja kita bicarakan lagi,&#8221; aku meninggalkan Eomma sendirian di ruang tamu lalu menuju kamarku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Oppa,&#8221; panggilku pada Yesung oppa, oppa kesayanganku.</p>
<p>&#8220;Ada apa Eunhoon?&#8221; Yesung oppa tersenyum padaku.</p>
<p>&#8220;Apa oppa sudah libur kuliah?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Sudah, kenapa? Apa kau mau mengajakku liburan ke Bali?&#8221; tanya Yesung oppa santai.</p>
<p>&#8220;Lho, kok oppa bisa tahu?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Tadi oppa sempat mendengar kau mengobrol dengan Eomma,&#8221; jawabnya sambil tersenyum manis padaku.</p>
<p>&#8220;Jadi bagaimana? Oppa mau kan ikut ke Bali? Mau ya?&#8221; aku mengeluarkan jurus puppy eyesku untuk merayu Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Soal itu aku belum tau. Maaf Eunhoon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oppa tega sekali. Jika aku hanya pergi dengan Geun Young onnie, Eomma tidak akan mengijinkan. Oppa juga pasti begitu,&#8221; Geun Young onnie itu sahabatku sejak SD. Kami hanya terpaut beda umur 4 tahun, namun aku dengan Geun Young onnie terlihat seumuran.</p>
<p>&#8220;Geun Young juga ikut?&#8221; tiba-tiba ekspresi muka Yesung oppa berubah 180 derajat. Dari yang tadinya tidak antusias menjadi sangat antusias. Aku memang tahu betul kalau oppa kesayanganku ini suka pada Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Iya, kenapa oppa?”</p>
<p>&#8220;Sepertinya aku mau ikut. Bagaimana kalau kita bicarakan ini dengan Eomma dan Appa?&#8221; raut wajah Yesung oppa menjadi sangat senang. Kerjaannya hanya senyum-senyum nggak jelas. Tapi senang rasanya. Dengan ikutnya Yesung oppa, impianku ke Bali rasanya akan lebih gampang terwujud karena tentu saja ada Yesung oppa yang akan menjagaku selama di Bali.</p>
<p>&#8220;Ne. Tapi mereka sekarang pasti sudah tidur. Besok pagi saja bagaimana oppa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah, kau juga tidur sana. Sudah malam,&#8221; Yesung oppa menggeretku sampai di depan pintu kamarku.</p>
<p>&#8220;Ne oppa, gomawo. Aku menyayangimu,&#8221; aku lalu mencium pipi oppaku.</p>
<p>&#8220;Aku menyayangimu juga. Mimpi indah dongsaengku sayang.&#8221;</p>
<p>Aku melangkahkan kaki menuju kamarku dengan hati riang. Tak kusangka akan segampang ini jadinya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Kalau Yesung ikut sih tidak apa-apa,” kata Appaku santai. Ah Appa memang Appa terbaik di dunia, Appa juga sudah lama tentang impianku ke Bali itu.</p>
<p>&#8220;Ya kalau Yesung ikut Eomma juga akan menginjinkan,&#8221; timpal Eommaku yang tersenyum manis kepadaku dan Yesung oppa. Aku lalu memeluk keduanya.</p>
<p>&#8220;Oh ya, sekarang kalian berdua mandi dulu. Kita akan urus passport,&#8221; seru Appa. Aku dan Yesung oppa lalu berpelukan. Kami berdua benar-benar sangat senang karena akhirnya diijinkan ke Bali. Dibandingkan dengan Yesung oppa, tentu saja aku yang lebih senang karena impianku selama ini akan jadi kenyataan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Ternyata mengurus passport itu ribet sekali. Untung saja Appa sudah terbiasa mengurus hal seperti itu. Aku, Yesung oppa, Eomma dan Appa sehabis mengurus passport lalu pergi menuju sebuah mall. Hari ini aku dan Yesung oppa akan membeli pakaian yang sesuai dengan cuaca di Bali. Aku mencari tahu di internet bahwa cuaca di Bali sekarang sangat panas.</p>
<p>&#8220;Eomma. Bagaimana yang ini?&#8221; tanyaku sambil mengambil beberapa helai t-shirt yang gampang menyerap keringat.</p>
<p>&#8220;Bagus kok. Oh ya tidak usah terlalu banyak beli baju. Nanti disana juga kan kau akan membelinya,&#8221; Eomma memberi saran padaku.</p>
<p>&#8220;Ne Eomma. Yesung oppa bagaimana? Sudah dapat bajunya?&#8221; tanyaku pada Yesung oppa yang berada di depanku.</p>
<p>&#8220;Ne. Ini tidak banyak kan Eomma?&#8221; tanya Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Tidak. Ya sudah kita ke kasir saja. Kasihan Appa sudah menunggu lama di luar.&#8221;<br />
Ya, kalau sudah urusan seperti ini, Appa tidak mau ikut ribet dan lebih memilih diam di luar saja ataupun hanya diam di café di sekitaran mall.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, kita jadi ke bali,&#8221; seruku senang ketika bertemu dengannya di café langganan kami. Liburan ke Bali itu juga impian Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Jinjja? Untung saja. Aku juga tadi sudah membuat passport,&#8221; senyumnya mengembang.</p>
<p>&#8220;Wah pas sekali. Apa onnie sudah membeli pakaian?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sudah membelinya dari lama. Sudah aku persiapkan,&#8221; jawabnya santai.</p>
<p>&#8220;Asik. Besok kita akan berangkat onnie, aku dan Yesung oppa sudah memutuskannya. Onnie bisa kan?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Tentu saja Eunhoon. Eh tapi kenapa bisa Yesung oppa ikut? Aku kira hanya kita berdua saja,&#8221; Geun Young onnie tampak kaget.</p>
<p>&#8220;Ne onnie. Eomma dan Appa tidak menginjinkan jika kita berdua saja yang pergi ke Bali. Kebetulan Yesung oppa sedang libur, jadi ada yang menjagaku. Eomma dan Appa juga setuju, tidak apa-apa kan onnie?&#8221; tanyaku hati-hati.<br />
Geun Young onnie hanya diam memandang ke luar cafe. Aku jadi merasa tidak enak padanya.</p>
<p>&#8220;Onnie kenapa?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Maaf Eunhoon, aku hanya bingung. Kau tau kan kalau aku suka padanya?&#8221; Geun Young onnie juga memang menyukai Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Iya aku sangat tau. Siapa tau onnie dan Yesung oppa bisa jadian disana hahahaha,&#8221; aku meledek Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Kau ini. Ya sudah, aku mau bilang sama Eomma dan Appaku tentang hal ini. Besok jam berapa kita berangkat?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kita akan berangkat malam hari. Aku akan menelepon onnie besok pagi. Appa sedang mengurus tiketnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Gomawo Eunhoon. Maaf ya aku tidak ikut mengurus tiketnya,&#8221; Geun Young onnie memelukku.</p>
<p>&#8220;Tenang saja. Tidak apa-apa kok onnie. Oh ya, onnie sudah pasti mendapat ijin kan?&#8221; tanyaku lagi memastikan.</p>
<p>&#8220;Iya. Dari pertama kali kita merencanakan untuk pergi ke Bali, aku sudah berbicara dengan mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Syukurlah, ayo onnie kita pulang untuk siap-siap. Besok kita akan ke Bali. Wohoooooo,&#8221; seruku senang.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Eunhoon, sahabat oppa ada yang mau ikut. Bagaimana?&#8221; tanya Yesung oppa tiba-tiba.</p>
<p>&#8220;Siapa? Ryeowook oppa?&#8221; tanyaku. Yesung oppa dan Ryeowook oppa memang sangat dekat.</p>
<p>&#8220;Ne, tidak apa-apa kan Eunhoon?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa oppa, kan jadi rame,&#8221; aku tersenyum padanya.</p>
<p>&#8220;Ya sudah aku akan bicara ini dengan Appa. Semoga masih bisa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne oppa.&#8221;</p>
<p>Yesung oppa lalu berlari menuju kamar Appa. Ryeowook oppa orangnya baik sekali dan juga suka melucu. Aku sering bertemu dengannya. Liburan ini pasti akan seru sekali.</p>
<p>Aku pun mulai merapikan pakaian dan memasukannya ke dalam koper yang berukuran sedang. Aku sedikit sekali membawa sweater karena cuaca disana yang mungkin hanya malam hari aku akan merasa dingin. Tiba-tiba hapeku berbunyi. Ada SMS dari Wooyoung oppa. Mantan namjachinguku.</p>
<p>From: Wooyoung oppa<br />
To: Eunhoon</p>
<p><em><strong>Aku dengar kau akan ke Bali. Apa benar Eunhoon?</strong></em></p>
<p>From: Eunhoon<br />
To: Wooyoung oppa</p>
<p><strong><em>Darimana oppa tahu? Aku kan belum memberitahu teman-temanku yang lain</em></strong></p>
<p>From: Wooyoung oppa<br />
To: Eunhoon</p>
<p><strong><em>Tadi Ryeowook hyung memberitahuku. Jangan lupa-lupa oleh-olehnya ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p>From: Eunhoon<br />
To: Wooyoung oppa</p>
<p><strong><em>Omo. Aku lupa kalau oppa itu dongsaengnya Ryeowook oppa. Maafkan aku oppa hehehehe. Oke tenang saja oppa, aku tidak akan lupa membelikanmu oleh-oleh. Take care ya oppa. Oh ya salam untuk Jieun ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p>From: Wooyoung oppa<br />
To: Eunhoon</p>
<p><em><strong>Gomawo Eunhoon. Oke, tadi Jieun juga titip salam untukmu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Eunhoon<br />
To: Wooyoung oppa</p>
<p><em><strong>Hmm oke. Selamat malam oppa, aku tidur duluan ya, aku sudah ngantuk banget nih hehe</strong></em></p>
<p>From: Wooyoung oppa<br />
To: Eunhoon</p>
<p><em><strong>Ne. Selamat malam juga Eunhoon <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>Aku jadi mengingat kejadian setahun yang lalu. Aku memutuskan untuk putus dengan Wooyoung oppa karena aku rasa aku dan dia sudah tidak cocok lagi. Wooyoung oppa pun merasakan hal yang sama sepertiku. Namun aku tetap berteman baik dengannya karena kita putus baik-baik. Aku menganggapnya sebagai sahabat baikku. Selang beberapa bulan aku putus dengannya, Wooyoung oppa ternyata sudah jadian dengan Jieun, teman masa kecilnya sekaligus adik kelasnya saat SMP dulu.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Eomma dan Appa mengantarku dan Yesung oppa ke bandara. Mereka tampak sangat sedih.</p>
<p>&#8220;Eomma, Appa. Aku dan Yesung oppa kan pergi tidak lama. Cuma seminggu. Kalian jangan sedih seperti itu dong. Nanti aku jadi juga sedih,&#8221; ucapku sambil memeluk mereka.</p>
<p>&#8220;Eunhoon benar. Kami tidak akan lama, tenang saja kami akan selalu menghubungi Eomma dan Appa,&#8221; Yesung oppa menambahkan.</p>
<p>&#8220;Ne. Eomma hanya sedih karena rumah jadi sepi,&#8221; Eomma tampak meneteskan air mata.</p>
<p>&#8220;Eomma jangan menangis,&#8221; aku menghapus air mata Eomma.</p>
<p>&#8220;Ne. Mana teman kalian ?&#8221; tanya Eomma sambil celingukan mencari Geun Young onnie dan Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Sebentar lagi mungkin datang,&#8221; jawabku dan Yesung oppa bersamaan.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; tiba-tiba Geun Young onnie dan keluarganya muncul.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo. Ya sudah kalian tunggu saja dulu. Eomma dan Appa akan mengobrol dengan orang tua Geun Young,&#8221; kata Appaku.</p>
<p>Mereka meninggalkan aku, Yesung oppa dan Moon Geun Young onnie. Tiba-tiba ide jahilku keluar.</p>
<p>&#8220;Ehmmmm. Ehmmm,&#8221; aku pura-pura batuk.</p>
<p>&#8220;Kau kenapa Eunhoon? Apa kau sedang sakit?&#8221; Geun Young onnie terlihat panik.</p>
<p>&#8220;Ah tidak,&#8221; jawabku seolah-olah tidak terjadi apa-apa.</p>
<p>Aku lalu melirik Yesung oppa yang sepertinya malah sibuk dengan hapenya. Yah Yesung oppa, kenapa malah diam saja sih? Gumamku dalam hati.</p>
<p>&#8220;Oppa, ajak Geun Young onnie ngobrol dong,&#8221; aku mulai menggoda Yesung oppa.<br />
Yesung oppa jadi salah tingkah. Lucu sekali dua orang ini menurutku. Tiba-tiba Ryeowook oppa datang.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo. Maaf aku agak lama,&#8221; ucap Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo. Tidak apa-apa Ryeowook. Bagaimana kalau kita masuk sekarang?&#8221; Yesung oppa menyarankan. Yah aku tidak jadi membuat Moon Geun Young onnie dan Yesung oppa mengobrol deh.</p>
<p>&#8220;Ne. Eomma, Appa, kami akan berangkat,&#8221; seruku sambil berteriak sedikit karena orang tuaku dan orang tua Geun Young onnie mengobrol agak jauh dari kami.</p>
<p>Eomma, Appa dan juga Eomma dan Appa Geun Young onnie menghampiri kami. Kami pun pamit dan tak lupa mencium pipi mereka.</p>
<p>&#8220;Hati-hati ya disana. Ingat kalian harus bisa jaga diri. Jangan lupa menghubungi kami jika ada apa-apa,&#8221; pesan Eomma dan Appaku.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:center;"><strong>WELCOME TO BALI</strong></p>
<p>Akhirnya kami sampai juga di Bali. Rasanya seperti mimpi bisa kesini. Kami pun menunggu orang dari travel yang telah Appa pesan sebelumnya. Aku benar-benar senang karena Eomma dan Appa sudah menyiapkan segala fasilitas untukku, Yesung oppa, Geun Young onnie dan juga Ryeowook oppa.<br />
&#8220;Oppa, orang travelnya mana sih?&#8221; tanyaku tidak sabar karena bawaannya sudah ingin melihat segala penjuru Bali.</p>
<p>&#8220;Tunggu saja Eunhoon. Mungkin sebentar lagi,&#8221; jawab Yesung oppa yang sedang mengobrol dengan Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Aku lapar Eunhoon, bagaimana kalau kita makan dulu?&#8221; tanya Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Ya sudah. Ayo bawa barang kalian. Jangan ada yang tertinggal,” seru Yesung oppa.</p>
<p>Kami memilih restoran cepat saji yang berada di dekat terminal kedatangan Domestik. Ya, untuk menuju tempat ini kami menempuh jarak yang lumayan dari terminal kedatangan Internasional.</p>
<p>Restoran cepat saji ini sangat ramai. Pandanganku lalu tertuju pada seorang namja yang sedang makan sendirian. Sepertinya dia juga wisatawan sepertiku. Dia keren sekali.</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, apa kau lihat namja yang ada disana?&#8221; aku lalu menunjuk namja yang duduk di kursi paling pojok restoran cepat saji ini.</p>
<p>&#8220;Iya. Keren ya dia. Kau suka ya?&#8221; goda Geun Young onnie yang berhasil membuat mukaku memerah.</p>
<p>&#8220;Aku suka melihatnya onnie, dia tipe namja idealku secara fisik,” jawabku malu-malu.</p>
<p>&#8220;Sepertinya dia orang Korea juga ya Eunhoon?&#8221; tanya Geun Young onnie yang dijawab anggukan olehku.</p>
<p>&#8220;Eh kalian kenapa?&#8221; Ryeowook oppa mengagetkan kami.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa. Oppa ini bikin kaget saja sih,&#8221; seruku sambil memukul lengannya.</p>
<p>&#8220;Ya sudah sana cepat pesan makannya. Guidenya sudah datang,&#8221; kata Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Jinjja? Oke-oke,&#8221; aku dan Geun Young cepat-cepat memesan makanan dan memakannya juga dengan sangat cepat.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Kami akhirnya sampai di hotel juga. Hotelnya terletak di depan pantai Kuta. Indah sekali. Benar-benar surga dunia. Yah aku juga sudah memimpikan kalau di Bali nanti aku harus menginap di daerah Kuta karena aku sangat suka pantai.</p>
<p>&#8220;Oppa kamarnya di belakangku atau sebelah kamarku?&#8221; tanyaku pada Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Kamarku ada di sebelah kanan kamarmu. Tenang saja Eunhoon,&#8221; jawabnya.</p>
<p>&#8220;Ne. Aku dan Geun Young onnie ke kamar dulu ya. Kalau ada apa-apa oppa telepon aku saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke Eunhoon. Istirahat saja dulu. Nanti sore mungkin oppa akan melihat sunset dengan Ryeowook.&#8221;</p>
<p>&#8220;Omo. Aku juga mau ikut oppa. Ingat telepon atau ketuk pintu ya nanti,” pesanku.</p>
<p>&#8220;Oke.&#8221;</p>
<p>Akupun bergegas mandi lalu disusul Geun Young onnie. Jam baru menunjukkan pukul 08.00 WITA.</p>
<p>&#8220;Sunset masih sangat lama, bagaimana kalau kita istirahat dulu?&#8221; tanya Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Baiklah onnie.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Suara ketukan pintu terdengar. Aku pun terbangun lalu membangunkan Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Iya sebentar oppa,&#8221; jawabku yang tergesa-gesa.</p>
<p>&#8220;Ayo cepat nanti telat,&#8221; teriak Yesung oppa dari luar.</p>
<p>Aku dan Geun Young onnie keluar kamar. Yesung oppa dan Ryeowook oppa juga sepertinya baru bangun tidur. Rambutnya berantakan sekali.</p>
<p>&#8220;Oppa, apa kau sudah mandi?&#8221; tanyaku menyelidik.</p>
<p>&#8220;Sudah, kenapa?&#8221; tanyanya bingung.</p>
<p>&#8220;Penampilan kalian tidak meyakinkan,” kataku sambil terkekeh. “Hmm nanti setelah liat sunset kita ke mall di dekat sini ya. Namanya Discovery Shopping Mall. Ya oppa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya. Ya sudah ayo jalan.&#8221;</p>
<p>Jarak dari hotel ke pantai sangat dekat. Untung waktunya juga sangat tepat. Pantai sudah sangat ramai. Pasti semua orang juga ingin melihat sunset. Tiba-tiba aku melihat namja itu lagi. Namja yang aku lihat di bandara. Pasti ini mimpi. Aku kucek-kucek lagi mataku tapi ternyata ini memang bukan mimpi, ini benar-benar nyata.</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, namja itu lagi?&#8221; aku menunjuk posisi namja yang berada agak jauh dariku dan Geun Young onnie, sepertinya dia juga akan melihat sunset.</p>
<p>&#8220;Omo. Ya sudah kau samperin saja,&#8221; Moon Geun Young onnie malah menggodaku.</p>
<p>&#8220;Enak saja. Kalau jodoh kan nanti ketemu lagi onnie,&#8221; aku lalu tertawa.</p>
<p>Kami pun sekarang memfokuskan diri untuk melihat sunset. Luar biasa menurutku. Sangat indah. Sehabis melihat sunset, aku, Geun Young onnie, Yesung oppa dan Ryeowook oppa menuju Discovery Shopping Mall yang ternyata juga dekat sekali dengan hotel. Eomma dan Appa memang tahu yang terbaik buat anak-anaknya. Yah Eomma dan Appalah juga yang memesan hotelnya.</p>
<p>Sesampainya disana kami hanya melihat-lihat barang. Karena ternyata kami semua lupa bawa dompet.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau kita makan di restoran hotel saja?&#8221; tawar Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Ne,&#8221; semua berseru kompak. Malam ini rencana shopping pun gagal.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Pagi ini rencananya aku dan yang lain akan menuju pantai Dreamland. Pantai itu terletak di daerah Bukit Jimbaran. Pantai Dreamland juga sangat terkenal dengan keindahan pasir putihnya dan lautnya yang berwarna biru.</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie pakai dress apa t-shirt dan celana pendek?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Aku t-shirt dan celana pendek saja Eunhoon. Cuaca kan sedang panas-panasnya. Apalagi kita juga akan mengunjungi pantai yang lain.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah aku sama sepertimu ya onnie.&#8221;</p>
<p>Tok.. tok…</p>
<p>Sepertinya Yesung oppa dan Ryeowook oppa sudah siap untuk pergi ke pantai.</p>
<p>&#8220;Iya sebentar,&#8221; sahutku dari dalam. Aku lalu menuju pintu dan membukanya. Yesung oppa terlihat sangat tampan hari ini menurutku, &#8220;Wah oppa kau tampan sekali. Ah Ryeowook oppa juga. Yesung oppa dan Ryeowook oppa kompak memakai t-shirt dan celana pendek selutut. Tidak lupa dengan kacamata hitamnya.</p>
<p>&#8220;Ah biasa saja Eunhoon,&#8221; jawab Yesung oppa malu-malu.</p>
<p>&#8220;Kau sok imut sekali oppa,&#8221; kataku sambil mencubit pipinya. Sesaat aku merasa ada yang aneh. Geun Young onnie hanya diam terpatung tanpa ekspresi sama sekali.</p>
<p>&#8220;Kau kenapa onnie?&#8221; aku mengagetkan Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Ah maaf, tidak apa-apa kok,&#8221; muka Geun Young onnie memerah. Aku tahu ini pasti gara-gara Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Ah onnie pasti bohong.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku serius.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm ya sudah aku kita berangkat. Ayo Geun Young?&#8221; Yesung oppa mengulurkan tangannya pada Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Ne oppa,&#8221; Geun Young onnie menerima uluran tangan Yesung oppa dan menggenggamnya erat.</p>
<p>&#8220;Cieeeeeee&#8221; Aku dan Ryeowook oppa bersorak senang. Aku dan Ryeowook oppa sengaja berjalan pelan di belakang mereka. Tentu saja agar mereka bisa berduaan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Pantai Dreamland sangat ramai hari ini. Mulai dari wisatawan asing sampai domestik berkumpul jadi satu. Saat ini cuacanya sangat panas.</p>
<p>&#8220;Oppa dan Geun Young onnie main saja dulu berdua. Aku dan Ryeowook oppa mau foto-foto disana,&#8221; ujarku pada Yesung oppa sambil menunjuk karang-karang yang ada di sekeliling pantai.</p>
<p>&#8220;Ne. Hati-hati ya. Kalian jangan sampai terpisah ya.&#8221;<br />
Akupun menuju tempat yang dipenuhi dengan karang besar yang membentuk goa. Aku pun berpose dengan banyak gaya dan Ryeowook oppa yang memotretku.</p>
<p>&#8220;Eunhoon. Cukup,&#8221; teriak Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Kenapa oppa?&#8221; tanyaku polos.</p>
<p>“Fotomu sudah banyak. Nanti giliran aku, Yesung hyung dan Geun Young mau foto memorinya penuh.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hahahaha baiklah oppa.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Yesung’s POV</strong></p>
<p><strong></strong>&#8220;Geun Young, apa kau punya pacar?&#8221; tanyaku tiba-tiba.</p>
<p>&#8220;Tidak oppa, aku belum menemukan yang cocok,&#8221; jawab Geun Young tersenyum padaku. Senyumnya manis sekali. Aku lalu bergumam sendiri dalam hati karena bingung bagaimana bertanya padanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa oppa?&#8221; tanyanya padaku. Mungkin dia tahu kalau aku sedang bingung.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa, aku menyukaimu Geun Young, maukah…….”</p>
<p>&#8220;Dor&#8230;.,&#8221; Eunhoon dan Ryeowook mengagetkanku dan juga Geun Young. Mereka benar-benar pengganggu. Datang di waktu yang sangat tidak tepat</p>
<p>&#8220;Ah kalian ini. Kenapa kesini?&#8221; aku menunjukkan tampang kesalku.</p>
<p>&#8220;Habis aku sudah foto-foto banyak tadi. Sekarang ayo oppa sama Geun Young foto berdua,” kata Eunhoon lalu mulai menyuruhku dan Geun Young untuk berdekatan.</p>
<p>&#8220;Eunhoon, Eunhoon. Kau ini memang aneh,&#8221; seruku padanya.</p>
<p>&#8220;Iya aku memang aneh, tapi kau kan juga oppa. Jadi kita memang benar saudara. Hahahaha,&#8221; Aku menjitak kepalanya.</p>
<p>&#8220;Uh oppa jahat. Aku tidak jadi foto kalian berdua,&#8221; Eunhoon ngambek, bibirnya manyun.</p>
<p>&#8220;Ah jangan dong. Maaf Eunhoon sayang. Ayo cepat foto kami,&#8221; aku merayunya.</p>
<p>&#8220;Ya sudah. 1, 2, 3 smile.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Setelah mengunjungi pantai Dreamland dengan pemandangannya yang sangat indah, aku dan yang lainnya mengunjungi pantai Padang-Padang yang penuh dengan karang indahnya.</p>
<p>&#8220;Oppa aku mau berenang,&#8221; ucap Eunhoon padaku.</p>
<p>&#8220;Kau bawa baju ganti? Kalau bawa ya berenang saja,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Aku bawa. Ryeowook oppa juga ya? Ayolah. Ya ya?&#8221; Eunhoon menggelayut manja di lengan Ryeowook. Ryeowook lalu mengangguk.</p>
<p>&#8220;Asik, Geun Young onnie bagaimana?&#8221; tanya Eunhoon pada yeoja cantik di depanku ini.</p>
<p>&#8220;Aku tidak bawa baju ganti Eunhoon,” jawab Geun Young.</p>
<p>&#8220;Yah. Yesung oppa gimana?” tanya Eunhoon padaku dengan manja.</p>
<p>&#8220;Nggak juga.&#8221;</p>
<p>&#8220;Cie, mau nemenin Geun Young onnie ya?&#8221; goda Eunhoon.</p>
<p>Lagi-lagi aku menjitaknya. Ya sudah biasa. Eunhoon pun mulai berenang dengan Ryeowook. Tinggalah aku dan Geun Young yang duduk asik di pasir sambil memandang ke pantai yang indah itu.</p>
<p>&#8220;Geun Young?&#8221; panggilku.</p>
<p>&#8220;Kenapa oppa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mau melanjutkan pertanyaanku yang tadi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lanjutkan saja,” Geun Young tersenyum.</p>
<p>&#8220;Hmm maukah kau menjadi yeojachinguku ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa aku harus jawab sekarang oppa?&#8221; Geun Young bertanya balik.</p>
<p>&#8220;Ya. Karena aku tidak akan mengulang pertanyaan ini untuk kedua kalinya. Bagaimana?&#8221;</p>
<p>Geun Young mengangguk pelan seraya memelukku. Aku pun membalas pelukannya yang sangat erat itu.</p>
<p>&#8220;Saranghaeyo Geun Young. Aku sebenarnya juga tau kalau kau menyukaiku. Jadi aku yakin kalau kau akan menerimaku,&#8221; aku tersenyum nakal ke arahnya.</p>
<p>“Nado saranghaeyo oppa, pasti tau dari Eunhoon ya? Aku tidak menyangka bahwa oppa juga menyukaiku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana bisa kau tidak menyangka? Jelas-jelas aku sudah menunjukannya padamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi aku masih tidak yakin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah tidak apa-apa. Sekarang kau sudah yakin kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Gomawo oppa,&#8221; Moon Geun Young tersenyum padaku.</p>
<p>&#8220;Asik nih ada yang jadian. Makan-makan dong ya,&#8221; tiba-tiba Eunhoon dan Ryeowook muncul dari arah belakang.</p>
<p>&#8220;Eh kalian dari kapan disini?&#8221; selidikku.</p>
<p>&#8220;Ada deh. Aku dan Ryeowook oppa ada kado nih buat yang baru jadian,&#8221; seru Eunhoon.</p>
<p>&#8220;Apa?&#8221; tanyaku dan Geun Young berbarengan</p>
<p>&#8220;Nih,&#8221; Eunhoon dan Ryeowook lalu melempar pasir ke arahku dan Geun Young. Wajahku dan wajah Geun Young langsung penuh dengan pasir. Baju dan celana yang kami kenakan juga sudah penuh dengan pasir. Aku benar-benar kesal pada mereka.</p>
<p>&#8220;Ya kalian. Kenapa selalu mengangguku dan Geun Young sih?&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Geun Young’s POV</strong></p>
<p>Akhirnya sampai juga di hotel. Hari ini benar-benar seru. Aku tidak menyangka kalau aku dan Yesung oppa bisa jadian disini. Di Bali. Bali memang pulau penuh cinta.</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, traktiran dong,&#8221; goda Eunhoon padaku.</p>
<p>&#8220;Minta saja sama Yesung oppa,&#8221; jawabku santai.</p>
<p>&#8220;Ye. Aku kan maunya dari onnie. Besok beliin aku kalung sama gelang dari kayu ya onnie. Besok kita mau ke pusat oleh-oleh khas Bali kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke, aku mandi duluan ya?&#8221; tanyaku padanya sambil tersenyum.</p>
<p>&#8220;Ne onnie. Aku mandi habis onnie saja.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p><strong>Eunhoon’s POV</strong></p>
<p>Akupun memilih berdiam diri di teras sambil menunggu Geun Young onnie selesai mandi. Udara malam ini sangat sejuk. Sayup-sayup aku mendengar suara seorang namja yang sedang menyanyi. Suaranya sangat merdu, pikirku. Aku pun mencari arah dari suara itu yang ternyata berasal dari kamar di sebelah kiri kamarku dan Geun Young onnie. Aku memberanikan diri untuk melihat orang itu dari balik tembok yang tidak terlalu tinggi dan alangkah kagetnya aku karena suara itu ternyata milik namja yang beberapa kali aku lihat akhir-akhir ini dengan Geun Young onnie. Dunia memang benar-benar sempit sekali.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; aku menyapanya dengan rasa deg-degan.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; jawabnya.</p>
<p>Wah ternyata benar dia juga dari Korea. Beruntungnya diriku. Ah dia ganteng sekali dengan topi kupluknya itu.</p>
<p>&#8220;Namamu siapa?&#8221; tanyanya ramah. Wajahnya jauh sekali dari kesan dingin dan galak yang selalu aku lihat saat bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.</p>
<p>&#8220;Choi Eunhoon imnida, kamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Cho Kyuhyun imnida.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm. Senang berkenalan dengamu,&#8221; ucapku dengan terbata-bata.</p>
<p>&#8220;Ne, aku juga. Aku ke dalam dulu ya,&#8221; ucapnya sambil tersenyum manis padaku.</p>
<p>Astaga namja ini benar-benar membuatku gila. Akupun menuju kembali ke kamar dengan langkah yang lemas. Aku terjatuh tepat di tempat tidur dan akhirnya benar-benar tertidur. Dan akhirnya malam ini aku tidak mandi.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku terbangun dan betapa kagetnya aku ketika tahu bahwa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Aku mencari Geun Young onnie yang ternyata sudah tidak ada di kamar. Tasnya juga sudah tidak ada. Aku lalu keluar kamar dan berlari kecil menuju kamar Yesung oppa dan Ryeowook oppa. Aku mengetuk pintu dan memanggil nama mereka namun tidak ada yang menyahut.</p>
<p>Aku pun kembali ke kamar dan mencoba menghubungi mereka. Namun ternyata hape mereka tidak ada yang aktif sehingga tidak dapat dihubungi. Lalu mataku tertuju pada kertas berisi tulisan dengan huruf kapital di meja makan.</p>
<p><em><strong>HEI PEMALAS. KITA KAN SUDAH JANJI MAU PERGI JAM 8 PAGI. TAPI KAU TETAP SUSAH DI BANGUNIN. JADI KAMI MEMUTUSKAN UNTUK MENINGGALKANMU. JANGAN COBA MENGHUBUNGIKU KAMI KARENA HAPE KAMI TIDAK ADA YANG AKTIF. HAVE FUN YA EUNHOON HAHAHAHA.</strong></em></p>
<p>Ini pasti tulisan Geun Young onnie. Argh mereka sangat jahat. Aku pun lalu memutuskan untuk mandi lalu makan siang di restoran hotel. Aku melangkahkan kaki dengan malas.</p>
<p>&#8220;Pelayan, saya pesan nasi goreng satu sama es jeruk satu ya,&#8221; ucapku dengan bahasa Inggris pada pelayan.</p>
<p>&#8220;Oke tunggu sebentar.&#8221;</p>
<p>Aku melihat sekeliling ruangan yang tampak ramai dengan tatapan kosong. Makanan dan minuman yang aku pesan akhirnya datang.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo Eunhoon,&#8221; tiba-tiba di depanku sudah muncul Kyuhyun.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; jawabku tersenyum.</p>
<p>Aku benar-benar kaget setengah mati. Namja ganteng itu ada di hadapanku persis sekarang.</p>
<p>&#8220;Apa aku boleh gabung makan disini?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Boleh saja.&#8221;</p>
<p>Aku hanya bisa menjawab pertanyaannya pendek-pendek. Aku benar-benar gugup sekarang.</p>
<p>&#8220;Mana teman-temanmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wue? Bagaimana kau bisa tahu kalau aku kesini tidak sendirian?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Aku kan selalu memperhatikanmu.&#8221;</p>
<p>Jawaban itu benar-benar membuatku kaget setengah mati. Bagaimana bisa dia juga memperhatikanku padahal saat aku melihatnya dia sama sekali tidak pernah melihatku.</p>
<p>&#8220;Memperhatikanku?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Iya. Sejak di restoran cepat saji yang terletak di bandara dan juga di pantai Kuta saat sunset.&#8221;</p>
<p>Astaga dia benar-benar memperhatikanku. Ternyata saat aku memperhatikannya, dia pun begitu.</p>
<p>&#8220;Jinjja? Aku tidak melihatmu,” akupun berbohong.</p>
<p>&#8220;Tapi aku rasa kau juga melihatku,&#8221; jawabnya yakin.</p>
<p>&#8220;Orang lain kali,&#8221; sanggahku.</p>
<p>&#8220;Hmm mungkin. Oh ya mana teman-temanmu itu?&#8221; Kyuhyun bertanya lagi.</p>
<p>&#8220;Salah satu dari mereka oppa kandungku kok. Aku ditinggal jalan-jalan gara-gara aku bangun kesiangan,&#8221; ucapku.</p>
<p>&#8220;Wah kasihan sekali kau Eunhoon. Apa kau mau pergi bersamaku? Aku mau ke Legian melihat-lihat baju, mungkin juga aku akan membeli beberapa baju.&#8221;<br />
Aku berpikir keras. Apakah dia benar namja baik-baik? Aku baru pertama kali pergi dengannya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana? Tenang saja aku akan menjagamu,&#8221; Kyuhyun tersenyum sangat manis kepadaku.</p>
<p>Entah kenapa setelah dia tersenyum aku langsung mengangguk tanda setuju. Aku yakin pasti ini akan menjadi hari yang sangat menyenangkan.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Di Legian sangatlah ramai. Di pinggir jalan terdapat banyak kios dan juga cafe. Aku dan Kyuhyun hanya pergi dengan berjalan kaki karena jaraknya yang cukup dekat dari hotel.</p>
<p>&#8220;Kau tidak jadi beli baju?&#8221; tanyaku.</p>
<p>&#8220;Sepertinya tidak. Kau mau beli?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah tidak,&#8221; jawabku sambil tersenyum.</p>
<p>Tiba-tiba Kyuhyun menarikku ke toko Surfer Girls. Aku tidak bisa menolaknya karena tangannya mencengkramku sangat kuat.</p>
<p>&#8220;Aku akan membelikan kau sebuah baju,&#8221; serunya.</p>
<p>&#8220;Tidak usah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah tidak apa-apa.&#8221;</p>
<p>Akhirnya dia membelikanku sebuah t-shirt berwarna biru muda. Aku tidak bisa menolak karena dia tetap memaksa.</p>
<p>&#8220;Gomawo,&#8221; ucapku.</p>
<p>&#8220;Ne. Ayo kita pulang. Cuaca sangat mendung, jangan sampai kita kehujanan.&#8221;<br />
Kyuhyun memegang tanganku erat lalu mengajakku kembali ke hotel. Di jalan aku dan Kyuhyun sempat mengobrol banyak. Aku sampai di hotel dan ternyata Yesung oppa, Geun Young onnie dan juga Ryeowook oppa belum datang. Kemana sih mereka? Tiba-tiba ada SMS masuk.</p>
<p>From: Kyuhyun<br />
To: Eunhoon</p>
<p><strong>Eunhoon, ini Kyuhyun. Simpan nomorku ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>Tadi saat perjalanan pulang menuju hotel, Kyuhyun sempat meminta nomor hapeku. Aku senang sekali.</p>
<p>From: Eunhoon<br />
To: Kyuhyun</p>
<p><strong>Ne, aku sudah menyimpannya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>Kyuhyun dan aku ternyata seumuran. Dia tinggal di daerah Seoul. Tapi kata Kyuhyun, keluarganya baru saja pindah ke Busan dan tinggal di daerah yang sama dengan daerah rumahku. Tiba-tiba pintu kamar hotelku ada yang mengetuk. Pasti itu mereka, gumamku. Akupun menuju pintu dan membukanya.</p>
<p>&#8220;Bagaimana harimu Eunhoon?&#8221; Yesung oppa tertawa terbahak-bahak.</p>
<p>&#8220;Kalian jahat sekali. Oh ya kalian tadi kemana saja?&#8221; selidikku.</p>
<p>&#8220;Habis kau dibangunin nggak bisa-bisa sih. Kami tadi beli oleh-oleh. Oh ya aku tidak lupa membelikan ini untukmu,&#8221; ucap Geun Young onnie sambil memperlihatkan kalung dan gelang dari kayu yang aku inginkan.</p>
<p>&#8220;Gomawo Geun Young onnie,&#8221; aku lalu memeluknya.</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku minta maaf juga ya tadi sudah ninggalin kamu,&#8221; ucap Geun Young onnie yang juga diikuti lewat gerakan minta maaf oleh Yesung oppa dan Ryeowook oppa seperti bagian dance Sorry Sorry dari Super Junior.</p>
<p>&#8220;Oh ya oppa-oppa balik ke kamar deh. Semua udah aku maafin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Memang kenapa?&#8221; tanya Ryeowook oppa bingung.</p>
<p>&#8220;Ada deh. Ini urusan yeoja.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, apa kau tahu kalau di kamar sebelah kiri kita itu cowok yang kita perhatikan di bandara dan di pantai Kuta saat sunset beberapa hari yang lalu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Jinjja? Astaga bagaimana kau tahu Eunhoon?&#8221; tanya Geun Young onnie penasaran.</p>
<p>Aku pun menceritakan tentang kejadian semalam dan juga kejadian barusan secara detail kepada Moon Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Astaga kau beruntung sekali Eunhoon,&#8221; Moon Geun Young onnie memelukku.<br />
&#8220;Ne onnie, dia juga baik sekali.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau harus mengenalkannya padaku, janji?&#8221; Geun Young onnie tersenyum manis padaku.</p>
<p>&#8220;Tenang saja onnie, gomawo sudah mau mendengarkan ceritaku.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Keesokan harinya Geun Young onnie, Yesung oppa dan Ryeowook oppa tidak berencana kemana-mana karena ingin istirahat seharian penuh. Tapi entah kenapa aku ingin sekali jalan-jalan.</p>
<p>&#8221; Geun Young onnie, temani aku jalan-jalan yuk?&#8221; rayuku padanya.</p>
<p>&#8220;Aku capek Eunhoon, besok saja ya?&#8221; tawar Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Please?&#8221; aku memohon dengan puppy eyesku.</p>
<p>&#8220;Tetep nggak mau.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudahlah.&#8221;</p>
<p>Aku pun mengalah. Puppy eyesku ternyata tidak mempan untuk Geun Young onnie. Sepanjang hari kegiatanku, Geun Young, Yesung oppa dan Ryeowook oppa hanya tidur. Bangun pun hanya untuk makan. Hari ini benar-benar hari malas sedunia.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Saat tengah malam aku dan lainnya pergi dengan guide kami menuju Singaraja. Kami memiliki rencana untuk jalan-jalan ke pantai Lovina dan melihat lumba-lumba. Dari informasi yang di dapat, lumba-lumba hanya muncul sebelum matahari terbit. Dengan mata yang sangat mengantuk karena belum sepenuhnya sadar, aku dan Geun Young onnie menyiapkan segala macam barang yang ingin dibawa. Disana juga kami akan menginap semalam.</p>
<p>&#8220;Oppa, ayo cepat keluar,&#8221; aku sudah menunggu tapi Yesung oppa dan Ryeowook oppa tidak keluar kamar juga.</p>
<p>JEGREG…</p>
<p>Pintu terbuka. Dengan rambut awut-awutan dan muka bantal, mereka pun keluar.</p>
<p>&#8220;Wah oppa-oppa enak sekali tidurnya lama banget,” kataku.</p>
<p>&#8220;Iya maaf. Ayo kita ke bawah. Guidenya sudah menunggu,&#8221; kata Yesung oppa.<br />
Kami berjalan sangat lambat karena mengantuk. Setengah sadar aku melihat Kyuhyun tersenyum padaku. Aku pun balas tersenyum dan berjalan perlahan menjauhinya.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Ryeowook oppa, ayo nyanyi dong,&#8221; pintaku manja.</p>
<p>&#8220;Mau lagu apa Eunhoon?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm One Fine Spring Day oppa. Aku suka lagunya,” kataku. Ya lagu ini memang sangat menyentuh. Aku sangat suka mendengarkan lagu ini sebelum tidur.</p>
<p>&#8220;Wah aku juga menyukainya. Oke aku akan menyanyikannya spesial untukmu Eunhoon.&#8221;</p>
<p>Lantunan suara khas nan merdu dari Ryeowook oppa membuatku dan yang lainnya tertidur, lama-lama Ryeowook oppa juga tertidur.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Hoaamm akhirnya sampai juga,&#8221; seruku yang selama perjalanan tadi hanya tidur.</p>
<p>Kami tiba di hotel di daerah Lovina. Hotelnya sangat asri dan bersih. Ternyata setiap harinya disini ada pertunjukkan lumba-lumba. Selain itu juga ada sirkus dari hewan yang pintar. Setelah check in dan meletakkan barang-barang di hotel. Kami langsung menuju pantai Lovina yang terletak di belakang hotel. Jarak yang ditempuh cukup dekat, cukup jalan kaki saja. Sesampainya disana ternyata sudah ramai dengan orang-orang yang ingin melihat lumba-lumba secara langsung. Wisatawan yang datang tidak hanya dari luar tapi wisatawan domestik juga banyak.</p>
<p>&#8220;Oppa, cepat pesan perahunya. Aku sudah tidak sabar,&#8221; ucapku yang diiyakan juga oleh Geun Young onnie dan Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Ne. Tunggu disini saja ya.&#8221;</p>
<p>Yesung oppa lalu menuju orang-orang yang sedang menawarkan perahu. Setelah negosiasi selesai, Yesung oppa menunjuk sebuah perahu untuk kami tumpangi. Sebelumnya kami memakai pelampung terlebih dahulu agar aman. Kami pun menuju perahu dan mulai menikmati wisata bahari yang sangat indah ini.</p>
<p>&#8220;Wah indahnya,&#8221; seru Geun Young onnie yang melihat lumba-lumba disamping perahunya.</p>
<p>&#8220;Keren,&#8221; timpalku.</p>
<p>Aku pun tak lupa mengabadikan setiap moment yang terjadi. Lumba-lumba muncul bergerombol dan melompat seketika.</p>
<p>&#8220;Wah oppa, ini benar-benar indah,&#8221; seruku dengan wajah penuh senyum.</p>
<p>&#8220;Ne,&#8221; jawab Yesung oppa yang juga tersenyum.</p>
<p>Kami mengkuti arah lumba-lumba itu. Para nelayan sudah hafal setiap arah dari lumba-lumba itu. Mereka bergerombol dan sangat banyak.</p>
<p>&#8220;Oppa, ini impianku untuk melihat lumba-lumba secara langsung di laut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya aku tau kau sangat suka lumba-lumba. Berterima kasihlah pada Eomma dan Appa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Aku tidak akan lupa itu.&#8221;</p>
<p>Sementara itu Geun Young onnie dan Ryeowook oppa sibuk memotret dengan kamera mereka sampai-sampai mereka tidak perduli dengan keadaan sekitar.</p>
<p>&#8220;Hei kalian sibuk sekali,&#8221; tegurku.</p>
<p>&#8220;Haha maaf. Aku tidak ingin melewatkan moment yang sangat indah ini,&#8221; jawab Ryeowook oppa. Ya sekarang dia sedang hobi memotret dan ingin menjadi fotografer handal.</p>
<p>&#8220;Iya maaf. Ini kan foto juga buat kamu,&#8221; timpal Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Wah iya aku babo haha.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah kau ini.&#8221; Geun Young onnie mencubit tanganku.</p>
<p>Setelah kurang lebih setengah jam, matahari sudah mulai terbit. Gerombolan lumba-lumba pun sudah terlihat berkurang dan lama-lama hilang. Sang nelayang menawarkan kami untuk diving.</p>
<p>&#8220;Apa kalian ingin menyelam? Gratis kok. Bahkan saya yang akan meminjami kacamata renang,&#8221; ucap Bapak nelayan yang sudah terlihat tua itu.</p>
<p>&#8220;Oppa aku mau,&#8221; rengekku.</p>
<p>&#8220;Kau kan tidak bisa berenang,&#8221; sahut Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Tapi aku mau, ya? Oppa juga ikut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah.&#8221;</p>
<p>Akupun menyelam di laut yang tidak terlalu dalam dan juga airnya sangat jernih. Nelayan tadi sudah memilihkan tempat yang sangat cocok.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Malamnya aku hanya bisa terbaring di tempat tidur. Badanku panas. Aku terlalu lama berenang sepertinya.</p>
<p>&#8220;Tuh kan kau bandel sih,&#8221; Yesung oppa datang membawa sebaskom air dingin dan juga handuk lalu meletakkannya di dahiku.</p>
<p>&#8220;Maaf oppa. Aku tadi terlalu senang. Jika aku tidak melakukannya nanti aku malah kepikiran. Kan kau tahu hal itu,&#8221; aku mencoba menjelaskan.</p>
<p>&#8220;Ya sudah kau istirahat saja dulu ya. Aku dan Ryeowook mau membeli makan. Kau mau apa ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku apa saja oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau sayang ?&#8221; tanya Yesung oppa pada Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Sama saja seperti Eunhoon,&#8221; jawab Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Oke. Tunggu ya.&#8221;</p>
<p>Yesung oppa dan Ryeowook oppa lalu meninggalkan aku dan Geun Young onnie yang tampak sedih melihatku sakit.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Pagi ini aku sudah merasa baikan. Kami pun sarapan di hotel lalu dilanjutkan dengan melihat pertunjukkan lumba-lumba. Setelah itu dilanjutkan dengan menonton sirkus hewan seperti burung kakak tua dan linsang air. Kami lalu kembali lagi ke kamar hotel untuk mengemas barang kami dan juga mandi. Tidak terasa kami harus meninggalkan Lovina dan kembali lagi ke Kuta.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sebelum menuju Kuta, kami mengunjungi Monkey Forest. Disana banyak sekali monyet yang dilepas bebas begitu saja di alam.</p>
<p>&#8220;Apa kalian mau masuk ke dalam?&#8221; sang guide menawarkan.</p>
<p>&#8220;Bagaimana nih?&#8221; tanyaku lagi.</p>
<p>&#8220;Hmm ya sudah 4 tiket ya pak,” kata Yesung oppa.</p>
<p>Kami pun masuk ke dalam dan monyet-monyet tersebut tersebar dimana-mana. Aku ketakutan setengah mati dan ingin cepat-cepat pulang. Aku berdiri di balik Yesung oppa dan menarik-narik kausnya.</p>
<p>&#8220;Hei kau kenapa?&#8221; tanya Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Aku takut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Astaga mereka tidak akan menggigitmu. Tenang saja,&#8221; timpal Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Tetap saja aku takut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya tapi bajuku jangan ditarik dong.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Maaf oppa.&#8221;</p>
<p>Untung saja tempat itu tidak terlalu luas. Setelah yang lain puas melihat monyet-monyet itu, kami langsung pulang.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Keesokan paginya kami memilih untuk ke Waterbom yang dekat dengan hotel. Aku lupa membawa baju renang dan sebelum kesini aku membelinya dulu di Discovery Shopping Mall.</p>
<p>&#8220;Geun Young onnie, yang ini bagus kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Sudah sana bayar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke.&#8221;</p>
<p>Setelah membayar aku dan Geun Young onnie langsung menuju Waterbom yang letaknya sangat dekat dari Discovery Shopping Mall</p>
<p>&#8220;Astaga ramai sekali,&#8221; kataku yang diiyakan oleh Geun Young onnie.</p>
<p>&#8220;Iya. Dimana mereka ya? Nah itu mereka,&#8221; seru Geun Young onnie sambil menunjuk sebuah pohon yang sangat rindang itu. Dibawah sana terlihat Yesung oppa dan Ryeowook oppa yang sedang mengobrol.</p>
<p>&#8220;Sudah dapat tiketnya oppa ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah. Ayo kita masuk.&#8221;</p>
<p>Kami menyewa sebuah gazebo untuk meletakkan barang-barang kami lalu mulai berpetualang. Geun Young onnie dan Yesung oppa sudah terlebih dahulu pergi bermain dan meninggalkan aku berdua Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Oppa, apa kau mau main Lazy River?&#8221; tanyaku pada Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Ah maaf. Aku mau main Smash Down dulu, apa kau mau ikut?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wue? Tidak mau oppa. Aku tidak akan berani, itu kan seram sekali,&#8221; jawabku.</p>
<p>&#8220;Tidak ada salahnya mencoba,&#8221; kata Ryeowook oppa.</p>
<p>&#8220;Tetap nggak bakal bisa oppa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah kau main saja dulu sendiri. Nanti aku akan mencarimu. Bagaimana?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne,&#8221; jawabku pasrah. Ya mau bagaimana lagi. Aku pun mengambil ban untuk 1 orang dan mulai menaiki ban di kolam Lazy River. Aku hanya termenung dan memainkan air dengan malas. Tiba-tiba dari arah belakang seseorang mendorongku. Aku yang sedang kesal malah dibuat makin kesal.</p>
<p>&#8220;Ya. Apa yang kau lakukan?&#8221; sentakku keras dengan bahasa Koreaku.</p>
<p>&#8220;Maaf.&#8221;</p>
<p>Suara itu sepertinya tidak asing di telingaku. Aku perhatikan dia dan ternyata dia Kyuhyun.</p>
<p>&#8220;Kau? Sedang apa disini?&#8221; tanyaku bingung.</p>
<p>&#8220;Ya aku sedang berenang disini,&#8221; jawabnya polos. Huh bukan itu maksudku, aku bergumam dalam hati.</p>
<p>&#8220;Kenapa kau mendorongku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku maunya mengagetkanmu. Tapi aku malah terlalu dekat jaraknya dengamu dan akhirnya aku seperti mendorongmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau kesini dengan siapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sendiri saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh,&#8221; jawabku pendek.</p>
<p>&#8220;Kalau kau?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Ya seperti biasa. Tapi mereka sibuk sendiri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana kalau aku temani?&#8221; Kyuhyun menawarkan. Siapa sih yang bisa menolak untuk ditemani namja ganteng sepertinya?”</p>
<p>&#8220;Jinjja?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm oke boleh saja.&#8221;</p>
<p>Kami pun mulai banyak mengobrol dan mencoba segala macam permainan yang ada disini. Pertama aku dan Kyuhyun memilih untuk naik Boomerang dengan warna dominan hijau. Kami pun menaiki anak tangga yang banyak itu. Aku sempat gemetaran.</p>
<p>&#8220;Kau tidak apa-apa ?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Aku hanya sedikit takut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tenang saja. Tidak akan apa-apa. Rugi kalau kau tak mencoba permainan ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne,&#8221; aku mengangguk menyetujui.</p>
<p>Akhirnya aku dan Kyuhyun sampai juga di atas dan aku deg-degan setengah mampus. Aku sempat kepikiran untuk turun dan tidak jadi main.</p>
<p>&#8220;Bagaimana? Kau berani kan?&#8221; tanyanya lagi memastikan.</p>
<p>Akhirnya aku menjawab, &#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>Bagaimanapun aku tetap tidak bisa tenang. Akupun mulai naik ke ban. Diikuti dengan Kyuhyun di belakangku dan 3 2 1&#8230;.</p>
<p>&#8220;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.&#8221;</p>
<p>Teriakanku sangatlah keras. Aku sadar itu. Namun aku tidak peduli. Toh tidak ada yang kukenal juga.</p>
<p>&#8220;Haha kau norak sekali,&#8221; Yesung oppa tiba-tiba muncul dengan Geun Young onnie saat aku dan Kyuhyun selesai bermain Boomerang.</p>
<p>&#8220;Oppa, kau kemana saja?&#8221; tanyaku kesal.</p>
<p>&#8220;Maaf. Tadi aku pergi bermain dengan Geun Young onnie. Kau lama jadi kutinggal,&#8221; jawabnya.</p>
<p>&#8220;Huh selalu begitu. Oh ya Geun Young onnie, Yesung oppa, kenalin ini Kyuhyun,&#8221; aku memperkenalkan Kyuhyun pada mereka.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo. Kyuhyun imnida.&#8221;</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo Yesung imnida,” lalu dilanjutkan oleh Geun Young onnie. “Annyeonghaseyo Geun Young imnida.”</p>
<p>“Bagaimana kalian bisa saling kenal?&#8221; sepertinya Yesung oppa penasaran.</p>
<p>&#8220;Kami pertama kenal di hotel. Kebetulan kamar hotelku dengannya bersebelahan,&#8221; cerita Kyuhyun.</p>
<p>&#8220;Oh iya. Kau sudah kuliah juga?&#8221; tanya Yesung oppa.</p>
<p>&#8220;Ne. Aku dan Eunhoon seumuran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah kau temani dongsaeng-ku dulu ya. Aku masih mau main sama Geun Young,&#8221; kata Yesung oppa santai.</p>
<p>&#8220;Oppa ninggalin aku terus,&#8221; aku cemberut.</p>
<p>&#8220;Ah kau kan sudah ada Kyuhyun,&#8221; Geun Young onnie malah menggodaku.</p>
<p>&#8220;Oppa, Onnie&#8230;.&#8221;</p>
<p>Yesung oppa dan Geun Young onnie sudah berlari meninggalkan aku dan Kyuhyun berdua. Sialan memang mereka.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Aku pun melanjutkan permainan yang lain seperti Magic Bowl dan juga wahana terbaru, Climax. Hari ini seru sekali. Aku dan Kyuhyun seperti orang pacaran saja. Dia selalu menggenggam tanganku kemanapun kami pergi.</p>
<p>&#8220;Aku capek,&#8221; ucapku.</p>
<p>&#8220;Aku juga. Kau mau makan?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;Ne.&#8221;</p>
<p>Kyuhyun memesan 2 nasi goreng dan 2 es jeruk. Tidak lama kemudian makanan datang. Kami makan sambil mengobrol.</p>
<p>&#8220;Tidak kusangka kita bertemu disini lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Haha iya aku juga.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kemana saja kau kemarin? Aku mencarimu,&#8221; katanya sambil menatapku tajam. Yah jangan menatapku seperti itu Cho Kyuhyun, apa kau tidak lihat mukaku memerah sekarang?</p>
<p>&#8220;Oh aku ke Lovina. Kenapa kau mencariku?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah tidak apa-apa. Hanya saja aku tidak ada teman mengobrol. Hanya kau saja yang biasanya aku ajak ngobrol, kau tahu kan kalau aku ke Bali cuma sendirian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maafkan aku Kyuhyun,&#8221; jawabku.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa. Oh ya aku senang sekali hari ini bisa bertemu denganmu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku juga. Jadi hari ini aku tidak merasa kesepian.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku senang mendengarnya. Oh ya aku nanti malam akan pulang ke Korea.&#8221;</p>
<p>GLEK&#8230;</p>
<p>Kenapa aku tiba-tiba jadi sedih gini ya Kyuhyun mau pulang duluan ke Korea? Kalau aku dan Kyuhyun tidak bisa bertemu lagi bagaimana? Walaupun kata dia rumahnya juga di daerah Busan, pastinya tidak akan mudah untuk bertemu lagi dengannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa cepat sekali?&#8221; tanyaku sedih</p>
<p>&#8220;Iya besok aku ada acara rumah baru,” jawabnya santai.</p>
<p>&#8220;Jinjja? Wah kau jangan lupa mampir ke rumahku ya,&#8221; aku hanya tersenyum hambar.</p>
<p>&#8220;Oke. Kalau aku tahu rumahmu, aku akan mengunjungimu,&#8221; Kyuhyun tersenyum manis lalu memegang tanganku.</p>
<p>&#8220;Janji?&#8221;</p>
<p>&#8220;Janji.&#8221;</p>
<p>Kami pun melanjutkan kembali bermain hingga sore hari, bahkan hingga Waterbom akan tutup baru aku dan juga dengan yang lainnya akhirnya pulang.</p>
<p>***</p>
<p>Ada SMS masuk. Firasatku mengatakan itu Kyuhyun. Ah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya?</p>
<p>From: Kyuhyun<br />
To: Eunhoon</p>
<p><em><strong>Malam Eunhoon. Sebentar lagi aku akan berangkat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>To: Eunhoon<br />
From: Kyuhyun</p>
<p><em><strong>Malam Kyuhyun. Oke semoga selamat sampai di Korea ya. Besok aku akan menyusulmu. Aku juga besok akan kembali ke Korea <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>From: Kyuhyun<br />
To: Eunhoon</p>
<p><em><strong>Jinjja? Wah semoga kita bisa secepatnya bertemu lagi di Korea hehe. Mimpi indah ya Eunhoon <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
<p>Aku tidak yakin malam ini aku bisa tidur nyenyak dan juga mendapat mimpi yang indah. Kyuhyun pulang duluan ke Korea sudah merupakan mimpi buruk bagiku. Apakah nanti dia akan melupakanku? Apa aku akan bisa bertemu secepatnya dengannya lagi seperti yang tadi dia katakan lewat SMS?</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Ternyata hari ini pesawat berangkat pagi hari. Untung saja Appa yang mengingatkan. Karena sebelumnya aku mengira kalau aku dan yang lainnya pulang jam 8 malam, bukan pagi. Kami pun berangkat ke bandara dan perlahan meninggalkan Bali. Aku akan datang lagi ke Bali suatu hari nanti.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>&#8220;Eomma, Appa,&#8221; aku berlari ke arah mereka lalu memeluk mereka satu per satu. Aku benar-benar kangen.</p>
<p>&#8220;Bagaimana disana? Apa kau senang Eunhoon?&#8221; Appa bertanya padaku.</p>
<p>&#8220;Tentu saja aku sangat senang Appa, tapi mereka jahat. Pernah meninggalkanku sendirian di hotel.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jinjja? Apa yang kau lakukan Yesung?&#8221; Appa agak marah.</p>
<p>&#8220;Dia tidak bisa dibangunin Appa. Jadi kami tinggal. Maaf.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya sudah lupakan saja. Ayo kita pulang,&#8221; ajak Eomma dan Appaku. Geun Young onnie dan Ryeowook oppa juga sudah dijemput keluarganya. Kami pun menuju rumah masing-masing.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Sesampainya di rumah aku bergegas mandi. Kata Eomma dan Appa nanti ada tamu. Mereka tidak bisa menjamu tamu itu karena sedang sibuk. Yesung oppa juga sedang kencan dengan Geun Young onnie, jadi aku ditugaskan sendiri oleh Eomma dan Appa untuk menjamu tamu itu. Tamu tersebut menempati rumah di sebelah kananku yang sekitar 4 tahun sudah tidak ada yang menempati.</p>
<p>TOK.. TOK…</p>
<p>Wah tamu itu sudah datang, “Iya sebentar,&#8221; jawabku lalu membuka pintu dan betapa kagetnya aku karena di depanku ada Kyuhyun. Iya seorang Cho Kyuhyun berdiri di depanku. Aku benar-benar tidak percaya. Ekspresi muka Kyuhyun pun sama sepertiku.</p>
<p>&#8220;Astaga kau. Ternyata kita tetangga,&#8221; ucap Kyuhyun sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Iya hahahaha,&#8221; tawaku terlihat sangat bodoh.</p>
<p>&#8220;Hmm mana orang tuamu?&#8221; tanyanya yang sepertinya bingung karena rumah sangat sepi.</p>
<p>&#8220;Mereka sedang sibuk. Jadi aku yang ditugaskan untuk menjamu tetangga baruku,&#8221; jawabku yang benar-benar masih kaget dan tidak percaya.</p>
<p>&#8220;Ya sudah silahkan masuk.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Gomawo.&#8221;</p>
<p>Kali ini aku merasa lagi kalau dunia ini benar-benar sangat sempit. Benar-benar sangat sempit.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Kyuhyun’s POV</strong></p>
<p>Aku mulai memetikkan senar gitarku, mengalunkan sebuah lagu terkenal dari Super Junior, Marry You, lagu paling romantis menurutku. Aku lalu menghentinkan permainan gitarku lalu membuka gorden dan melihat Eunhoon sedang bernyanyi. Kebetulan jendela kamarku dan jendela kamarnya saling berhadapan.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,&#8221; sapaku.</p>
<p>&#8220;Annyeonghaseyo,” jawabnya lalu tersenyum padaku.</p>
<p>Dia menghentikan nyanyiannya. Aku lalu mendekatkan diriku hingga kepalaku keluar dari jendela kamarku.</p>
<p>&#8220;Saranghaeyo Eunhoon,” kataku sambil menatap matanya tajam. Tersenyum manis ke arahnya.</p>
<p>&#8220;Ne,&#8221; jawabnya. Tapi aku melihat kalau dia sebenarnya tidak terlalu mendengarkan apa yang kukatakan barusan.</p>
<p>&#8220;Eh maaf, apa yang kau bilang barusan?&#8221; tanya Eunhoon. Benar berarti dugaanku, dia menjawab iya tadi karena dia tidak terlalu mengerti dengan apa yang kukatakan.</p>
<p>&#8220;Saranghaeyo Choi Eunhoon,&#8221; ucapku berteriak. Aku tidak peduli dengan orang sekitar. Aku hanya peduli perasaanku pada Eunhoon.</p>
<p>&#8220;Ssst. Ini sudah malam, Kyu. Jangan berteriak,&#8221; kata Eunhoon sambil meletakkan jari telunjuknya.</p>
<p>“Maaf, jadi bagaimana jawabanmu?&#8221; tanyaku memastikan. Mungkin kalian bingung kenapa tiba-tiba aku mengucapkan kata cinta pada Eunhoon, padahal aku baru beberapa kali melihatnya. Aku bilang aku suka padanya pun sebelumnya tidak pernah. Sebenarnya saat di restoran cepat saji, awal aku bertemu dengannya, aku lihat dia terus memperhatikanku, aku yang awalnya agak risih karena dia melihatku terus, malah balik memperhatikannya, tentu saja saat dia sudah tidak memperhatikanku. Aku memperhatikannya saat makan dan mengobrol bersama teman yeojanya. Lama-lama aku perhatikan dia sangat cantik, postur tubuhnya juga sangat ideal. Aku malah mengejarnya. Aku menyukainya. Ya kalian tentunya berpikir kenapa aku bisa bersebelahan dengan kamarnya, itu adalah keinginannku. Saat dia pulang dari bandara, aku mengikutinya. Bahkan saat melihat sunset itu, aku juga mengikutinya, jadi sebenarnya bukan kebetulan bagiku, tapi pasti kebetulan buat Eunhoon, saat itupun juga aku perhatikan dia melihatku, aku sangat senang waktu itu. Saat itu aku merasa Eunhoon juga menyukaiku, bisa aku pastikan dari caranya menatapku. Dan soal aku menjadi tetangganya, perlu kalian tahu ini memang benar sebuah kebetulan. Kebetulan yang sangat indah bagiku. Saat aku pulang ke Korea, aku takut jika Eunhoon melupakanku, aku takut aku takkan melihatnya lagi, tapi ternyata, yah kalau jodoh memang tidak akan lari kemana-mana.</p>
<p>&#8220;Jawaban apa?&#8221; tanya Eunhoon dengan tampang polosnya.</p>
<p>&#8220;Saranghaeyo itu, kau bagaimana?&#8221; tanyaku hati-hati.</p>
<p>Aku melihatnya tampak ragu, dia menggigit bibirnya, namun ekspresinya berubah, dia tersenyum padaku.</p>
<p>&#8220;Nado saranghae,&#8221; aku melihatnya dari jendela kamarku, rasanya saat itu aku ingin memeluknya.</p>
<p>&#8220;Gomawo Eunhoon.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ne. Gomawo Kyuhyun.&#8221;</p>
<p>Aku tidak pernah berpikir akan sampai ke hubungan yang seperti ini dengan Eunhoon. Kami pun melewati malam hari ini dengan menyanyi bersama. Aku bermain gitar di jendelaku sambil bernyanyi dan Eunhoon yang juga bernyanyi. Aku ingin malam ini tidak akan pernah berakhir karena hari ini merupakan hari terindah bagiku.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>THE END</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dwiananing.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dwiananing.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dwiananing.wordpress.com&amp;blog=18342356&amp;post=156&amp;subd=dwiananing&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dwiananing.wordpress.com/2011/05/21/bali-im-in-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70ca3233f5201ada06fed18418ab7db3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dwiananing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dwiananing.files.wordpress.com/2011/05/wallpaper_white_1600x1280jn-vert.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wallpaper_white_1600x1280jn-vert</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
